home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Rokok Filter vs Kretek: Mana yang Lebih Berbahaya?

Rokok Filter vs Kretek: Mana yang Lebih Berbahaya?

Jika Anda dihadapkan antara dua pilihan yakni rokok kretek vs rokok filter, tahukah mana lebih aman? Filter dalam rokok memang diciptakan untuk menyaring zat berbahaya. Namun, apakah benar ada jenis produk tembakau yang lebih aman daripada jenis lainnya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa bedanya rokok kretek vs rokok filter?

bahaya asap rokok

Rokok kretek biasanya mengandung 40% cengkeh dan 60% tembakau asli yang dikeringkan. Kretek berasal dari Indonesia dan diekspor ke berbagai belahan dunia.

Selain cengkeh dan tembakau, rokok kretek mengandung minyak cengkeh dan berbagai bahan tambahan lainnya.

Rokok kretek sering kali dianggap lebih aman daripada rokok jenis lainnya karena mengandung bahan-bahan alami.

Sementara itu, rokok filter atau rokok yang umum ditemukan di seluruh belahan dunia terdiri dari tembakau, bahan kimia tambahan, filter, dan penutup kertas.

Filter pada umumnya terbuat dari selulosa asetat yang biasa didapat dari olahan kayu. Materi ini digunakan dengan tujuan untuk menyaring tar dan nikotin dari rokok.

Hal ini dipercaya dapat menurunkan efek negatif dari rokok terhadap tubuh.

Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, kandungan tar yang tinggi pada rokok dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru pada perokok.

Satu filter rokok dapat memiliki 12.000 serabut yang terbuat dari selulosa asetat dan serabut ini dapat ikut terhisap ke dalam paru-paru bersamaan dengan asap rokok.

Rokok kretek vs rokok filter, mana yang lebih aman?

motivasi berhenti merokok

Walaupun filter selama ini dipercaya dapat menyaring jumlah nikotin dan tar, kenyataannya rokok jenis ini juga berdampak negatif untuk tubuh kita.

Adanya filter tidak serta merta menyingkirkan bahaya rokok bagi kesehatan. Filter juga tidak mampu menyaring seluruh zat beracun dalam rokok.

Faktanya, filter hanya membantu memblokir partikel tar yang terbesar. Artinya, partikel tar yang berukuran lebih kecil tetap masuk ke dalam paru-paru Anda.

Tak hanya itu, serabut-serabut pada filter dapat terhirup bersamaan dengan asapnya. Serabut tersebut juga mengandung tar dari asap rokok.

Anggapan yang menyebutkan bahwa rokok dengan filter jauh lebih aman dibandingkan rokok tanpa filter membuat perokok cenderung meningkatkan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari.

Perokok filter juga cenderung menghirup asap rokok lebih dalam dibanding perokok non-filter. Jadi, sebetulnya akan semakin banyak kandungan berbahaya rokok yang terhisap masuk ke dalam paru-paru.

Kesimpulannya, rokok kretek vs rokok filter tidak ada yang lebih baik atau lebih aman untuk Anda.

Apa saja bahaya rokok kretek vs rokok filter?

merokok rokok filter

American Cancer Society menyebutkan bahwa produk tembakau, baik itu rokok kretek, filter, ataupun vape, shisha, semuanya berefek buruk bagi tubuh Anda.

Anggapan bahwa produk tembakau tertentu lebih aman daripada produk yang lain adalah tidak benar.

Rokok kretek vs rokok filter sama-sama berbahaya. Berikut ini beberapa bahaya rokok yang perlu Anda waspadai.

1. Kanker

Merokok dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru-paru. Selain itu, hampir seluruh organ tubuh Anda yang lain juga terancam terkena kanker akibat kebiasaan buruk ini.

Organ tubuh yang berisiko terkena kanker akibat merokok di antaranya adalah:

  • mulut dan tenggorokan,
  • pita suara,
  • esofagus,
  • hati,
  • lambung,
  • pankreas,
  • ginjal, hingga
  • kandung kemih.

2. Penyakit jantung

Terlepas dari perbandingan rokok kretek vs rokok filter, merokok jelas merupakan faktor risiko utama dalam penyakit jantung dan pembuluh darah.

Pasalnya, pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, menyebutkan bahwa merokok dapat menyebabkan hal berikut.

  • Peningkatan trigliserida (sejenis lemak dalam darah).
  • Penurunan kolesterol baik (HDL).
  • Penggumpalan darah, sehingga menghalangi aliran darah ke jantung dan otak.
  • Kerusakan sel yang melapisi pembuluh darah.
  • Peningkatan penumpukan plak (lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lain) di pembuluh darah.
  • Penebalan serta penyempitan pembuluh darah.

3. Penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK)

Merokok merupakan penyebab umum dari PPOK, yakni sekelompok penyakit yang menyebabkan penyumbatan aliran udara dan masalah yang berhubungan dengan pernapasan.

Anak-anak dan remaja yang mencicipi rokok di usia masih terlalu kecil berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan paru-paru.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko PPOK saat usia mereka menginjak dewasa.

4. Masalah kehamilan

Merokok dapat menyebabkan berbagai masalah kehamilan pada wanita hamil dan janinnya.

Wanita hamil yang merokok dapat menciptakan kerusakan jaringan pada janin, khususnya pada bagian paru-paru dan otaknya.

Tak hanya itu, wanita yang merokok juga memiliki risiko tinggi sulit hamil atau tidak bisa hamil sama sekali.

Penjelasan di atas cukup gamblang menyebutkan bahwa rokok kretek vs rokok filter bukanlah pilihan. Tidak ada rokok yang paling berbahaya atau justru paling sehat.

Oleh karena itu, segera berhenti merokok untuk kesehatan dan kehidupan Anda yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bidis and Kreteks. (2018). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/tobacco_industry/bidis_kreteks/index.htm

Is Any Type of Tobacco Product Safe?. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/tobacco-and-cancer/is-any-type-of-smoking-safe.html

What’s In a Cigarette?. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.lung.org/quit-smoking/smoking-facts/whats-in-a-cigarette

NCI Dictionary of Cancer Terms. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/clove-cigarette

Health Effects of Smoking and Tobacco Use. (2017). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/health_effects/index.htm#

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 25/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.