home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Edema Paru

Pengertian|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis|Obat & Pengobatan|Pengobatan di rumah
Edema Paru

Pengertian

Apa itu edema paru?

Edema paru adalah penumpukan cairan di dalam paru-paru. Normalnya, paru-paru terisi oleh udara ketika Anda bernapas. Namun, edema paru malah menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan.

Kondisi ini menyebabkan oksigen tidak dapat terserap dengan baik dan dialirkan ke darah seperti seharusnya. Selain itu, cairan yang terakumulasi pada kantung udara menyebabkan sulit bernapas.

Edema paru biasanya disebabkan oleh gangguan jantung, tapi ada pula kondisi medis lain yang menyebabkannya. Cairan dalam paru dapat muncul secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis).

Seberapa umum kondisi ini?

Edema paru adalah kondisi yang cukup umum terjadi, terutama pada orang-orang berusia lanjut. Itu sebabnya, kondisi ini sebenarnya jarang ditemukan pada orang-orang berusia lebih muda.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Cobalah konsultasikan ke dokter untuk mengetahui informasi lengkap.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala edema paru?

Gejala dan tanda-tanda yang biasanya mudah dikenali ketika Anda menderita edema paru adalah kesulitan bernapas.

Kondisi ini cukup gawat dan harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Apabila tidak segera ditangani dengan serius, hal ini dapat berakibat fatal.

Kedaan gawat darurat umumnya ditemui pada pasien edema paru akut. Gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pengidap edema paru kronis umumnya tidak terlalu parah.

Oleh karena itu, tergantung apakah Anda memiliki edema paru akut atau kronis, gejala yang timbul akan sedikit berbeda.

Umumnya, gejala yang biasanya muncul, antara lain:

  • Kesulitan bernapas
  • Gelisah atau kelelahan
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Pembengkakan pada kaki atau perut
  • Kulit pucat
  • Keringat berlebih

1. Gejala edema paru mendadak (akut)

Apabila cairan di dalam paru-paru Anda muncul secara mendadak, kondisi ini umumnya menunjukkan gejala-gejala, seperti:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas (dispnea)
  • Merasa tercekik atau tenggelam
  • Wheezing (mengi) atau napas tersengal-sengal
  • Gelisah, lelah
  • Batuk berdahak atau berdarah
  • Nyeri dada apabila edema paru disebabkan oleh penyakit jantung
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan (palpitasi).

2. Gejala edema paru jangka panjang (kronis)

Sedikit berbeda dengan edema paru akut, Anda akan merasakan tanda-tanda dan gejala ketika penumpukan cairan pada paru telah berlangsung sejak lama, seperti:

  • Kesulitan bernapas saat beraktivitas atau bahkan berbaring
  • Wheezing (mengi)
  • Gangguan pada tidur akibat kesulitan bernapas
  • Berat badan naik dengan pesat akibat penumpukan cairan pada tubuh, terutama pada kaki
  • Pembengkakan pada bagian bawah tubuh, terutama pada kaki
  • Kelelahan

3. High-altitude pulmonary edema (HAPE)

Pada beberapa kasus, berada di ketinggian juga dapat menyebabkan edema paru. Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah:

  • Sesak napas saat beraktivitas
  • Saat beristirahat, sesak napas masih berlanjut
  • Kesulitan berjalan menanjak, yang kemudian menjadi sulit berjalan di permukaan datar sekalipun
  • Demam
  • Kelelahan
  • Batuk mengeluarkan dahak berbusa yang kadang disertai darah
  • Detak jantung menjadi lebih cepat dan tidak beraturan
  • Rasa tidak nyaman di bagian dada
  • Sakit kepala

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Edema paru dapat menjadi kondisi yang fatal. Anda harus menghubungi penyedia layanan medis darurat jika Anda mengalami gejala:

  • Sesak napas, terutama jika terjadi tiba-tiba
  • Kesulitan bernapas atau merasa tercekik (dispnea)
  • Suara tersengal-sengal saat Anda bernapas
  • Dahak berwarna merah muda dan berbusa saat Anda batuk
  • Kesulitan bernapas disertai dengan keringat berlebih
  • Warna kebiruan atau keabuan pada kulit
  • Penurunan tekanan darah yang signifikan dan menyebabkan pusing, kelemahan atau berkeringat
  • Memburuknya gejala yang terkait dengan edema paru kronis atau ketinggian secara tiba-tiba.

Penyebab

Apa penyebab edema paru?

Paru-paru Anda memiliki banyak kantung udara yang menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida setiap saat Anda bernapas.

Dikutip dari Mayo Clinic, edema paru terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan penyebabnya, yaitu kardiogenik dan nonkardiogenik.

1. Kardiogenik

Edema pada paru-paru yang disebabkan oleh masalah jantung disebut dengan kardiogenik. Salah satu penyebab utamanya yang paling sering ditemui adalah congestive heart failure (CHF) atau gagal jantung kongestif.

Gagal jantung kongestif adalah ketidakseimbangan fungsi pompa jantung, di mana jantung tidak dapat mempertahankan sirkulasi darah di dalam tubuh dengan lancar. Edema paru dapat terjadi akibat ketidakseimbangan ini karena adanya kebocoran di kapiler paru ke bagian interstitium dan alveoli paru-paru.

Beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan jantung dan dapat menyebabkan edema paru adalah:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Kardiomiopati.
  • Gangguan katup jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

2. Nonkardiogenik

Edema paru nonkardiogenik lebih jarang terjadi dibanding jenis kardiogenik. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya kerusakan dan peradangan pada jaringan paru-paru.

Kerusakan tersebut dapat mengakibatkan jaringan paru-paru membengkak dan penumpukan cairan pada alveolus paru. Hal ini dapat mengurangi kadar oksigen yang tersebar di dalam aliran darah.

Beberapa penyakit atau kondisi kesehatan yang memengaruhi edema nonkardiogenik adalah:

  • Gagal ginjal: Apabila ginjal gagal berfungsi, kemungkinan cairan dan sisa pembuangan yang tidak dapat diproses oleh ginjal akan menumpuk di paru-paru.
  • Terpapar zat beracun: Menghirup udara dan zat berbahaya seperti amoniak, gas klorin, dan karbon monoksida berpotensi menimbulkan kerusakan pada jaringan paru-paru.
  • Berada di ketinggian: Pada paru-paru yang normal, alveolus mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida. Apabila Anda berada di ketinggian, pembuluh darah pada paru-paru akan menyempit dan mengakibatkan tekanan pada paru. Hal ini dapat berakibat pada bocornya cairan dari pembuluh ke paru-paru.
  • Efek samping pengobatan: Edema paru dapat terjadi akibat adanya efek samping atau komplikasi dari pengobatan kemoterapi atau overdosis obat aspirin.
  • Kondisi sistem saraf: Salah satu jenis edema paru yang disebut neurogenik terjadi akibat adalah masalah pada sistem saraf, seperti pernah kecelakaan, cedera pada kepala, atau melewati operasi otak.
  • Infeksi virus: Penumpukkan cairan pada paru juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti hantavirus dan virus dengue.
  • Pernah hampir tenggelam: Kejadian hampir tenggelam mengakibatkan banyaknya cairan masuk ke dalam tubuh, terutama paru-paru.
  • Emboli paru: Emboli paru adalah kondisi di mana darah yang menggumpal dapat berpindah dari pembuluh dari di kaki menuju paru-paru. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di dalam paru.
  • Sindrom gagal napas akut (ARDS): Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada sel darah putih, sehingga cairan akan menumpuk pada paru. Beberapa hal yang menyebabkan ARDS adalah cedera parah (trauma), infeksi sepsis, pneumonia, dan pendarahan hebat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena edema paru?

Edema paru adalah kondisi yang dapat diderita oleh semua orang dari segala golongan usia meski umumnya terjadi pada orang-orang yang berusia lebih tua. Selain itu, ada beberapa hal juga yang membuat Anda lebih berisiko kena edema paru, yaitu:

1. Usia

Orang-orang dari golongan usia lanjut akan lebih rentan terkena kondisi ini dibanding yang masih berusia relatif lebih muda.

2. Riwayat penyakit jantung

Apabila Anda memiliki jantung yang bermasalah atau mengidap kondisi kesehatan seperti yang telah disebutkan di atas, besar kemungkinan Anda dapat mengalami penumpukkan cairan pada paru.

3. Riwayat penyakit paru-paru

Orang dengan paru-paru yang bermasalah juga memiliki kemungkinan terkena edema paru.

4. Merokok

Jika Anda perokok aktif, kemungkinan zat-zat beracun di dalam asap rokok dapat merusak alveolus dan kapiler paru. Kondisi ini dapat mengakibatkan bocornya cairan ke dalam paru.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta gaya hidup yang biasa Anda jalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung meningkat
  • Pernapasan lebih pendek dan cepat
  • Suara bergemeretak di dalam paru-paru
  • Adanya suara aneh lainnya dari jantung

Jika dokter mencurigai adanya penumpukkan cairan di dalam paru-paru Anda, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan apakah Anda memang mengidap edema paru.

Berikut adalah beberapa contoh tes yang biasa dijalankan oleh dokter:

1. Tes x-ray

X-ray atau rontgen dada dapat menjadi langkah pertama dari serangkaian tes yang akan dokter lakukan. Tes ini berguna untuk melihat adanya cairan di dalam paru-paru.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab edema paru. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat kadar sel darah dan penyakit-penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh. Dokter juga biasanya akan mengecek kadar oksigen dan karbon monoksida di dalam darah

Selain itu, darah Anda mungkin juga akan diperiksa seberapa banyak kadar brain natriuretic peptide atau BNP. Tes ini dapat mengindikasikan apakah edema paru disebabkan oleh jantung salah satunya gagal jantung.

3. Tes oksimetri nadi

Dalam tes ini, sebuah sensor akan dipasang di jari atau telinga Anda untuk menentukan berapa banyak kandungan oksigen di dalam darah Anda.

4. Elektrokardiogram (EKG)

Tes elektrokardiogram dapat menunjukkan hasil yang berkaitan dengan masalah jantung Anda. Tes ini mengukur kecepatan detak jantung, serta mengetahui seberapa lancar peredaran darah dari dan menuju jantung Anda.

5. Ekokardiogram

Tes dengan gelombang suara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung Anda, seperti katup yang tidak berfungsi, adanya cairan di sekitar jantung, dan kerusakan jantung.

Mirip seperti tes EKG, tes ini juga bisa memantau apakah peredaran darah pada jantung berlangsung dengan normal atau tidak.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Edema paru yang terjadi secara tiba-tiba (akut) biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan pemberian alat bantu napas berupa oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya.

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung, seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok dan jauhi rokok merupakan salah satu cara menjaga kesehatan paru-paru yang paling utama
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan
  • Berolahraga rutin
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pulmonary edema – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 30 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009

Types of Heart Failure. (2020). Retrieved 30 June 2020, from https://www.heart.org/en/health-topics/heart-failure/what-is-heart-failure/types-of-heart-failure

(2020). Retrieved 30 June 2020, from http://www.ijcem.com/files/ijcem0038793.pdf

edema, P. (2020). Pulmonary edema: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 30 June 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000140.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 23/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x