Berapa Kadar Trombosit Normal Dalam Tubuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ketika Anda luka, cepat lambatnya perdarahan bisa berhenti tergantung pada kadar trombosit dalam tubuh. Terlalu sedikit, Anda rentan mengalami perdarahan hebat. Sementara terlalu banyak akan berisiko membentuk gumpalan darah. Maka dari itu, penting untuk memiliki dan menjaga kadar trombosit tetap normal. Lantas, berapa jumlah trombosit darah yang normal?

Peran trombosit dalam tubuh

luka terbuka

Trombosit alias keping darah atau platelet adalah salah satu komponen darah yang diproduksi di sumsum tulang. Umur hidup trombosit hanya bertahan selama 10 hari, kemudian setelahnya sumsum tulang akan terus memperbarui persediaannya.

Platelet berperan penting dalam proses pembekuan darah (koagulasi). Ketika tubuh Anda terluka, trombosit akan disalurkan ke lokasi luka guna membuat darah menjadi lengket dan membentuk gumpalan. Alhasil, darah pun tidak terus mengalir keluar.

Di saat bersamaan, trombosit juga merangsang protein dalam darah untuk membuat benang-benang halus yang disebut dengan fibrin. Fibrin membantu trombosit untuk memperkuat sumbatan penutup luka Anda.

Ketika jaringan kulit yang luka sudah membaik, maka trombosit akan diambil kembali oleh darah. Sementara fibrin yang sudah terbentuk pun akan hancur perlahan-lahan.

Tanpa adanya trombosit, maka proses pembekuan darah akan terganggu. Bahkan, luka kecil pun bisa menyebabkan perdarahan parah atau bahkan gumpalan di seluruh tubuh.

Kadar trombosit normal dalam darah

trombosit keping darah
Sumber: Net Doctor

Jumlah trombosit yang ideal berkisar antara 140.000 sampai 450.000 trombosit per mikroliter darah. Meski begitu, rentang jumlah trombosit normal setiap orang bisa saja berbeda.

Jika hasil tes darah menunjukkan jumlah trombosit di bawah standar, maka trombosit Anda dianggap rendah dan tidak normal. Trombosit rendah bisa menandakan kemungkinan ada penyakit di dalam tubuh Anda. Orang yang trombositnya rendah rentan mengalami perdarahan karena darahnya sulit membeku.

Sementara jika jumlah trombosit lebih tinggi dari kisaran normal, maka akibatnya adalah pembekuan darah yang tidak diperlukan. Anda akan lebih berisiko mengalami penyakit stroke dan serangan jantung.

Cara untuk mengetahui jumlah trombosit normal

tes darah fungsi leukosit adalah

Satu-satunya cara untuk memastikan jumlah trombosit Anda normal atau tidak adalah dengan pemeriksaan darah lengkap (tes CBC). Biasanya, sebelum dan setelah operasi dokter akan melakukan tes darah lengkap untuk mengatahui informasi terkait jumlah trombosit dalam tubuh pasien. Hal ini dilakukan untuk memprediksi ada tidaknya masalah perdarahan atau pembekuaan setelah pasien melakukan prosedur tertentu.

Jumlah trombosit juga penting diketahui selama pasien melakukan kemoterapi dan terapi radiasi. Pasalnya, kedua prosedur tersebut dapat menghambat produksi trombosit dalam sumsum tulang. Jika jumlah trombosit tak terpantau dengan baik, pasien yang menjalani kemoterapi bisa saja mengalami masalah perdarahan atau pembekuan darah.

Selain mengetahui jumlah trombosit dalam tubuh, tes hitung darah lengkap juga membantu dokter untuk mengetahui:

  • Jumlah sel darah merah
  • Ukuran rata-rata sel darah merah
  • Hematokrit (persentase darah dalam sel darah merah)
  • Total hemoglobin (protein pada sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen)
  • Jumlah hemoglobin dalam setiap sel darah merah
  • Jumlah hemoglobin relatif terhadap ukuran sel dalam setiap sel darah merah (MCHC)
  • Jumlah sel darah putih

Penyebab kadar trombosit tinggi

sel darah putih naik

Beberapa kondisi di bawah ini bisa jadi penyebab kadar trombosit Anda tinggi:

1. Trombositemia

Salah satu kondisi kesehatan yang ditandai dengan meningkatknya kadar trombosit dalam tubuh adalah trombositemia. Kondisi ini terjadi akibat gangguan proses pembentukan sel punca (stem cell) pembentuk darah.

Orang dengan trombositemia akan memiliki jumlah platelet yang melebihi satu juta trombosit per mikroliter. Kenaikan trombosit sering terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Jika kondisi ini dibiarkan terus-terusan dapat menghalangi pembuluh darah, yang pada akhirnya memicu stroke, serangan jantung, dan trombosis vena dalam.

2. Trombositosis

Selain trombositemia, jumlah trombosit yang tinggi juga bisa menyebabkan trombositosis. Trombositosis sendiri merupakan kondisi di mana jumlah platelet yang tinggi, namun jumlahnya tidak setinggi trombositemia.

Kondisi ini disebabkan gangguan pada sumsum tulang sehingga trombosit diproduksi secara berlebihan. Adanya penyakit lain yang mengganggu sumsum tulang untuk menghasilkan platelet juga bisa jadi penyebabnya. Beberapa kondisi ini meliputi infeksi, pembengkakan, kanker darah, kekurangan zat besi, peradangan di usus, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Trombositosis bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun dalam banyak kasus, kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada wanita lansia.

Penyebab kadar trombosit rendah

kurang vitamin B12 sakit demam tidak enak badan flu

Dalam dunia medis, kadar trombosit rendah yang kurang dari 150 ribu/microliter dikenal dengan trombositopenia. Dalam kasus yang parah, jumlah platetet bisa sangat minim dan menyebabkan perdarahan dalam yang bisa berakibat fatal.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh tiga hal, yaitu:

1. Gangguan pada sumsum tulang

Sumsum tulang berperan dalam memperoduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Ketika sumsum tulang mengalami gangguan atau kerusakan, maka produksi sel darah pun akan terganggu. Hal tersebut bisa disebabkan karena seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Leukimia
  • Limfoma
  • Anemia aplastik
  • Infeksi virus seperti HIV atau hepatitis C
  • Obat kemoterapi serta paparan radiasi saat kemoterapi
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kekurangan folat
  • Kekurangan zat besi
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

2. Trombosit terjebak di limpa

Limpa adalah organ yang berada di sisi kiri perut tepatnya di bawah tulang rusuk. Organ ini memiliki ukuran kira-kira seukuran kepalan tangan.

Dalam keadaan normal, sepertiga dari total trombosit akan disimpan atau ditampung di dalam limpa. Namun, membesarnya limpa karena kondisi medis tertentu seperti sirosis atau kanker hati, dapat membuat trombosit tertahan di dalamnya. Akibatnya, jumlah trombosit yang beredar di dalam tubuh akan berkurang.

3. Tubuh menghancurkan trombosit sendiri

Walaupun sudah diproduksi dalam jumlah yang cukup, terkadang tubuh Anda justru menghancurkan sendiri trombosit dalam darah. Akibatnya, kadar trombosit dalam tubuh Anda jadi berkurang.

Hal tersebut bisa disebabkan karena:

  • Penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda justru menyerang sel-sel tubuh yang normal, termasuk sel stem yang ada di sumsum tulang. Beberapa contoh penyakit autoimun yang bisa jadi penyebab trombosit turun di antaranya rematik dan lupus eritematosus sistemik.
  • Obat-obatan tertentu. Sejumlah obat-obatan yang sedang Anda konsumsi bisa membuat tubuh jadi “bingung”, sehingga justru menghancurkan trombosit itu sendiri. Contoh obat-obatan yang bisa menyebabkan kondisi tersebut yaitu quinine, antibiotik yang mengandung sulfa, dan beberapa jenis antibiotik lainnya (Dilantin, vancomycin, dan fampin).
  • Infeksi. Trombosit rendah juga bisa disebabkan karena Anda terinfeksi bakteri. Selain itu, infeksi virus herpes atau Epstein-Barr juga bisa jadi penyebab trombositopenia.
  • Kehamilan. Sekiranya ada sekitar 5% wanita yang mungkin mengalami trombositopenia karena kehamilan. Sayangnya, penyebab kondisi ini belum diketahui dengan pasti.

Yang terjadi pada tubuh jika trombosit terlalu rendah

menghentikan mimisan mengatasi mimisan

Dalam banyak kasus, tubuh Anda baru akan bereaksi ketika jumlah trombosit dalam darah benar-benar sangat rendah. Sementara jika jumlahnya hanya berkurang beberapa saja dari jumlah seharusnya, biasanya tubuh Anda tidak memunculkan gejala apa pun.

Beberapa tanda dan gejala khas yang bisa Anda amati ketika trombosit di dalam tubuh terlalu rendah di antaranya:

  • Mudah memar atau lebam meski hanya walau hanya terkena benturan kecil
  • Muncul ruam di kulit dengan titik-titik kecil yang biasanya bewarna kemerahan atau keungunan, yang disebut petechiae. Ruam kemerahan atau keunguan ini biasanya terdapat di kaki bagian bawah.
  • Urin atau feses mengandung darah
  • Mata tampak menguning
  • Terjadi perdarahan dari gusi atau hidung (mimisan)
  • Perdarahan hebat saat menstruasi
  • Muntah darah dengan warna yang sangat gelap

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera konsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputih tes fisik dan laboratorium untuk menemukan penyebab serta pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara mendapatkan jumlah trombosit normal

vitamin untuk wanita

Cara efektif untuk meningkatkan kadar trombosit dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi makan makanan yang bernutrisi tinggi. Ya, mengonsumsi makanan yang tinggi vitamin dan mineral dapat membantu tubuh untuk memproduksi jumlah trombosit normal.

Beberapa nutrisi penting yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kadar trombosit normal di antaranya:

1. Vitamin K

Vitamin K berperan penting untuk membantu proses pembekuan darah. Tanpa asupan vitamin K yang cukup, tubuh Anda tidak bisa menghasilkan protombin. Protombin sendiri merupakan protein khusus yang berfungsi untuk pembekuan darah sekaligus metabolisme tulang. Maka dari itu, jika Anda kekurangan asupan vitamin K, Anda akan lebih mudah mengalami memar meski hanya cedera ringan.

Anda bisa mendapatkan asupan vitamin K dari sayuran berdaun hijau seperti brokoli, bayam, sawi, selada, lobak, dan lain sebagainya. Vitamin K juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan seperti edamame, kedelai, dan kacang tanah.

2. Vitamin D

Vitamin D dikenal juga dengan “vitamin matahari”. Dikatakan seperti itu Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D hanya dengan berjemur di bawah paparan sinar matahari.

Selain membantu menguatkan tulang, otot, saraf, dan daya tahan tubuh, vitamin ini juga penting untuk mendukung fungsi sumsum tulang yang memproduksi trombosit dan sel darah lainnya.

Anda tak perlu berjemur berlama-lama untuk mendapatkan vitamin ini. Pasalnya, kulit yang terpapar sinar matahari dalam waktu sebentar saja sudah dapat membantu Anda memenuhi asupan vitamin D sehari-hari. Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari beberapa makanan seperti kuning telur, ikan salmon, ikan tuna, minyak hati ikan, susu, serta yogurt yang diperkaya vitamin D.

3. Vitamin B12

Dalam tubuh, vitamin ini berperan untuk mendukung fungsi normal sel saraf, produksi sel darah merah, dan pembentukan DNA. Sayangnya, tak seperti jumlah vitamin yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, Anda harus mendapatkan vitamin B12 dari makanan sehari-hari. Kekurangan vitamin B12 diketahui berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit dalam darah.

Vitamin ini banyak terkandung dalam makanan hewani, seperti hati sapi, daging sapi, telur, ikan, dan kerang. Sementara jika Anda vegetarian atau vegan, Anda bisa mendapatkan vitamin B-12 dari sereal gandum yang sudah diberi tambahan vitamin B-12, susu almond atau susu kedelai.

Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari suplemen. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen vitamin B12, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan keamanannya.

4. Folat

Tak hanya baik untuk ibu hamil, folat juga dapat membantu Anda mendapatkan jumlah trombosit normal dalam tubuh. Vitamin ini berperan penting  untuk memproduksi sel darah merah normal dan mencegah anemia.

Anda bisa memperoleh asupan folat dari makanan. Beberapa makanan yang tinggi folat adalah jeruk segar, hati sapi, hati ayam, seledri, wortel, selada, buncis, dan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, brokoli, dan kubis. Anda juga bisa mendapatkan vitamin ini dari kacang-kacangan dan biji-bijian.

5. Zat besi

Zat besi merupakan komponen penting hemoglobin yang ada di dalam tubuh Anda. Tanpa adanya zat besi, tubuh tidak bisa membuat hemoglobin dan tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup. Sebuah penelitian yang dipublikasi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa konsumsi zat besi dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah pada pasien yang juga mengalami anemia zat besi.

Anda bisa menaikkan trombosit yang terlalu rendah dengan memperbanyak asupan zat besi dari hati sapi atau ayam, daging merah tanpa lemak, seafood, kuning telur, tahu, dan sayuran hijau seperti bayam, brokolo, kangkung.

6. Vitamin C

Ada beragam manfaat vitamin C untuk kesehatan. Salah satunya adalah membantu mempercepat penyerapan zat besi yang nantinya berpengaruh terhadap peningkatan jumlah trombosit dalam darah.

Buah dan sayuran segar merupakan sumber vitamin C terbaik. Contohnya jeruk, cabai, bayam, brokoli, stroberi, jambu biji, mangga, nanas, tomat, dan kentang.

Amannya, selalu konsultasikan dulu mengenai sumber dan pola makanan Anda kepada ahli gizi jika ingin mendapatkan jumlah trombosit normal. Perencanaan pola makan dan jumlah nutrisi yang tepat dapat membantu mencegah kadar trombosit terlalu rendah atau tinggi.

Baca Juga:

Sumber