home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Hati Sapi dan Tips Aman Mengonsumsinya

5 Manfaat Hati Sapi dan Tips Aman Mengonsumsinya

Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan beragam olahan daging sapi. Namun, pernahkah Anda menyantap masakan berbahan dasar hati sapi? Siapa sangka, jeroan ini ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama untuk mata dan peredaran darah.

Kandungan gizi hati sapi

kandungan hati sapi

Hati sapi merupakan bahan makanan yang sangat padat dengan zat gizi. Kandungan gizi hati sapi bahkan tidak kalah dari daging yang lebih umum dikonsumsi. Satu potong hati sapi mentah ukuran sedang (100 gram) mengandung zat gizi di bawah ini.

  • Energi: 132 kkal
  • Protein: 19,7 gram
  • Lemak: 3,2 gram
  • Karbohidrat: 6 gram
  • Vitamin A: 13,3 mikrogram
  • Vitamin B1: 0,26 miligram
  • Vitamin B2: 1,52 miligram
  • Vitamin B3: 11,4 miligram
  • Vitamin B12: 59,3 miligram
  • Vitamin C: 31 miligram
  • Kalsium: 7 miligram
  • Fosfor: 358 miligram
  • Besi: 6,6 miligram
  • Kalium: 213 miligram
  • Tembaga: 0,51 miligram
  • Zinc: 2,3 miligram

Manfaat hati sapi bagi kesehatan

tubuh sehat

Berkat kandungan gizinya yang padat, hati sapi dapat memberikan manfaat sebagai berikut.

1. Mengurangi risiko anemia

Kekurangan vitamin B12 dan zat besi dapat menyebabkan anemia. Ini karena vitamin B12 diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Sementara itu, zat besi adalah bahan utama hemoglobin, protein yang mengikat oksigen pada sel-sel darah merah.

Hati sapi adalah gudangnya vitamin B kompleks, terutama vitamin B12. Satu potong kecil jeroan ini sudah bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 dan zat besi harian Anda sehingga menurunkan risiko anemia.

2. Menjaga kesehatan mata

Sumber vitamin A biasanya identik dengan wortel. Padahal, kandungan vitamin A pada liver sapi pun tak kalah banyaknya. Selain itu, ada pula zat besi, zinc, tembaga yang merupakan mineral penting bagi mata.

Sejumlah laporan klinis menyebutkan bahwa suplemen vitamin dan mineral tersebut dapat mengurangi risiko penyakit mata terkait usia hingga sebesar 25 persen. Tanpa harus meminum suplemen, Anda pun bisa mendapatkannya dari hati sapi.

3. Mencegah kekurangan vitamin A

Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko terjadinya mata minus hingga rabun senja. Selain berdampak pada mata, kondisi ini juga berkaitan dengan risiko anemia, diare kronis, hingga penyakit fibrosis kistik.

Satu potong hati ukuran kecil dapat menyediakan lebih dari 500% kebutuhan vitamin A harian Anda. Jumlah ini lebih dari cukup untuk melindungi tubuh Anda dari masalah kesehatan akibat kekurangan vitamin A.

Bukan Hanya Wortel, Berikut 5 Makanan Sumber Vitamin A Lainnya

4. Berpotensi mencegah kanker

Siapa sangka, mengonsumsi hati sapi ternyata berpotensi mengurangi risiko kanker. Manfaat ini lagi-lagi berasal dari vitamin A pada hati. Konsumsi vitamin A diduga bisa membantu mencegah kanker paru-paru dan prostat pada beberapa orang.

Kanker terjadi akibat pertumbuhan sel-sel yang tidak normal. Vitamin A membantu mencegah kanker dengan mengatur pertumbuhan beberapa jenis sel di dalam tubuh. Meski bermanfaat, perlu diingat bahwa hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

5. Berpotensi mencegah penyakit Alzheimer

Menurut sejumlah studi terdahulu, orang dengan kadar tembaga yang tinggi pada darahnya berisiko lebih rendah terkena penyakit Alzheimer. Hal ini mungkin berkaitan dengan fungsi tembaga dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan sistem saraf.

Salah satu sumber terbaik mineral ini adalah hati sapi. Studi mengenai manfaat jeroan ini untuk mencegah penyakit Alzheimer memang masih terbatas. Akan tetapi, tak ada salahnya menjadikan hati sapi sebagai salah satu sumber mineral tembaga Anda.

Hati-hati dalam mengonsumsi hati sapi

perbedaan mual hamil dan maag

Meski kaya manfaat, Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsi jeroan, termasuk hati sapi. Beberapa orang mungkin memiliki sistem imun yang lebih sensitif sehingga bisa mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsinya.

Jeroan seperti hati juga tinggi kolesterol walaupun kandungan lemak totalnya terbilang rendah. Jika Anda memiliki penyakit jantung atau masalah kesehatan lainnya terkait kolesterol, sebaiknya batasi atau hindari makanan ini sama sekali.

Jangan pula mengonsumsi hati sapi dalam jumlah yang berlebihan karena hal ini bisa menyebabkan hipervitaminosis A. Ini adalah kondisi ketika tubuh kelebihan asupan vitamin A sehingga vitamin justru menyebabkan keracunan.

Seperti bahan makanan lain, Anda bisa memperoleh manfaat terbaik dari hati sapi bila mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Cukup jadikan makanan ini sebagai variasi menu Anda dan jangan lupa tambahkan bahan-bahan lain yang beragam.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Data Komposisi Pangan Indonesia (Sapi, liver, segar). (2018). Retrieved 9 February 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

Beef Liver Nutrition Facts and Health Benefits. (2020). Retrieved 9 February 2021, from https://www.verywellfit.com/beef-liver-nutrition-facts-and-health-benefits-5025125#citation-49

Vitamin A. (2020). Retrieved 9 February 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/#en29

Copper. (2019). Retrieved 9 February 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Copper-Consumer/

Anemia. (2016). Retrieved 9 February 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/anemia

Iron. (2019). Retrieved 9 February 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-Consumer/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x