Mengenal Trombositosis, Saat Jumlah Trombosit Meningkat Secara Berlebihan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Trombosit atau platelet, atau Anda mungkin juga mengenalnya dengan sebutan keping darah, merupakan salah satu komponen darah yang berperan penting dalam proses menghentikan perdarahan. Namun, kadar trombosit yang terlalu tinggi di dalam tubuh ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan tertentu. Kondisi ini dikenal dengan sebutan trombositosis. Apa penyebab angka trombosit melonjak tinggi? Apa bahayanya jika trombosit naik secara drastis? Simak penjelasannya di artikel ini.

Apa itu trombositosis?

penyebab trombosit turun

Trombosit adalah kepingan darah yang diproduksi di sumsum tulang oleh sel bernama megakariosit. Trombosit memiliki peran penting dalam proses hemostasis, alias proses pembekuan darah.

Kadar trombosit normal dalam darah adalah antara 150.000-450.0000 keping per mikroliter (mcL) darah. Jika jumlahnya terlalu sedikit atau banyak, Anda mungkin saja mengalami penyakit kelainan trombosit.

Trombositosis adalah kondisi meningkatnya trombosit melebihi 450.000 keping per mikroliter. Trombositosis, atau disebut juga trombositemia, terjadi ketika sel-sel di sumsum tulang memproduksi terlalu banyak trombosit. Akibatnya, proses penggumpalan darah pun tidak dapat berjalan dengan normal.

Secara umum, trombositosis terbagi menjadi 2 berdasarkan penyebabnya, yaitu:

  • Trombositemia primer atau esensial, jika penyebab meningkatnya trombosit tidak diketahui secara pasti
  • Trombositosis sekunder, jika meningkatnya trombosit disebabkan oleh penyakit atau kondisi kesehatan tertentu

Apa saja tanda-tanda dan gejala trombositosis?

Pada kebanyakan orang, trombositosis tidak menimbulkan tanda-tanda dan gejala tertentu. Maka dari itu, sebagian besar kasus penyakit ini baru diketahui ketika seseorang menjalani tes darah pada saat pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit untuk tujuan kesehatan lain.

Namun, menurut situs National Heart, Lung, and Blood Institute, pengidap trombositemia esensial lebih mungkin menunjukkan gejala-gejala yang serius dibandingkan trombositosis sekunder.

Tanda-tanda dan gejala trombosit tinggi biasanya berkaitan dengan gejala-gejala penggumpalan darah dan perdarahan yang tidak normal. Berikut penjelasannya.

1. Penggumpalan darah (blood clot)

Akibat stroke dan dampak stroke

Kelebihan trombosit di dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penggumpalan darah yang tidak wajar, atau yang disebut dengan trombosis. Gumpalan darah dapat muncul di bagian tubuh mana saja, seperti lengan, kaki, jantung, usus, serta otak.

Apabila sumbatan darah terdapat di lengan dan kaki, Anda mungkin akan mengalami sensasi kebas atau mati rasa dan timbul warna kemerahan. Terkadang, gejala tersebut juga bisa dibarengi dengan rasa terbakar atau nyeri yang menusuk di tangan dan kaki.

Jika trombosis telah mencapai otak, tanda-tanda dan gejala yang timbul dapat berupa pusing dan sakit kepala berkepanjangan. Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa mengalami stroke.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala lain dari trombosis atau penggumpalan darah akibat trombositosis:

  • Penglihatan terganggu
  • Kejang
  • Kesadaran menurun
  • Berbicara kurang lancar
  • Pingsan
  • Rasa tidak nyaman di kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut
  • Sesak napas

2. Perdarahan

memar

Gejala perdarahan biasanya terjadi ketika penderita trombositosis memiliki lebih dari 1 juta keping trombosit per mikroliter darahnya. Ya, meski perdarahan lebih sering dikaitkan dengan orang-orang yang trombositnya amat rendah (trombositopenia), ternyata pengidap trombositosis juga bisa terkena masalah perdarahan yang tidak wajar.

Gangguan perdarahan ditandai dengan gejala-gejala seperti:

  • Mudah mengalami lebam atau memar (hematoma)
  • Perdarahan pada gusi
  • Buang air kecil atau besar disertai dengan darah
  • Mimisan

Dari gejala, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium yang dilakukan, trombositosis perlu diwaspadai jika:

  • Peningkatan trombosit yang terus-menerus (di atas 450.000/mcL)
  • Pada biopsi sumsum tulang ditemukan peningkatan jumlah megakariosit (hiperplasia)
  • Pembesaran limpa (splenomegali) ringan
  • Terdapat komplikasi trombosis, perdarahan, atau keduanya

Apabila ditemukan gejala stroke ringan seperti rasa baal atau kelumpuhan setengah badan; gejala serangan jantung seperti nyeri dada di kiri yang menjalar ke lengan, bahu, rahang, disertai sesak dan keringat; atau gejala perdarahan dan pembekuan darah yang tidak normal, segera periksa ke dokter.

Apa penyebab trombosit tinggi (trombositosis)?

tanda mimisan parah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab trombositosis dapat dibagi menjadi 2, yaitu trombositemia esensial dan trombositosis sekunder.

Penyebab trombositemia esensial atau primer

Pada kondisi ini, kadar trombosit melonjak tinggi akibat adanya kelainan pada sel induk di sumsum tulang, tempat trombosit diproduksi. Akan tetapi, penyebab pasti dari trombositemia esensial tidak diketahui.

Namun, berdasarkan informasi dari Leukemia and Lymphoma Society, sekitar setengah pasien trombositemia esensial memiliki gen yang bermutasi di dalam tubuhnya, yaitu gen JAK2 (Janus kinase 2). Para ahli masih berupaya mencari tahu apa hubungan dari mutasi gen JAK2 dengan produksi trombosit di dalam tubuh.

Oleh karena mutasi gen, trombositemia esensial diduga terjadi karena adanya faktor keturunan. Dengan kata lain, gen yang bermutasi tersebut bisa saja diwariskan dari orangtua penderita.

Penyebab trombositosis sekunder

Kondisi ini terjadi ketika ada gangguan kesehatan atau penyakit lain yang menjadi faktor pemicu trombosit tinggi. Sekitar 35% pasien trombositosis biasanya memiliki penyakit kanker paru, sistem pencernaan, payudara, rahim, dan limfoma. Kadar trombosit tinggi memang terkadang diketahui sebagai gejala awal kanker. Namun, bukan berarti Anda pasti akan kena kanker jika punya trombosit yang tinggi.

Selain kanker, beberapa penyakit dan masalah lain yang menjadi penyebab trombosit tinggi, antara lain:

  • Peradangan jaringan, seperti pada penyakit kolagen vascular dan inflammatory bowel disease 
  • Penyakit akibat infeksi dan peradangan, seperti tuberkulosis (TBC)
  • Gangguan mieloproliferatif (gangguan pada sumsum tulang) seperti pada polisitemia vera
  • Gangguan mielodisplastik
  • Hipersplenisme, biasanya terjadi setelah prosedur pengangkatan limpa
  • Anemia hemolitik
  • Anemia defisiensi zat besi
  • Operasi
  • Respons tubuh setelah pengobatan kekurangan vitamin B12 atau setelah penyalahgunaan alkohol
  • Pemulihan setelah tubuh kehilangan terlalu banyak darah

Pada trombositemia esensial, kinerja trombosit juga cenderung tidak normal. Akibatnya, gumpalan darah lebih mudah terbentuk atau Anda bisa mengalami perdarahan yang tidak wajar.

Sementara itu, trombosit pada orang dengan trombositosis sekunder masih dapat bekerja dengan baik, terlepas dari kelebihan jumlahnya. Itu sebabnya, orang dengan kelebihan trombosit sekunder memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami gejala serius.

Apa komplikasi yang mungkin muncul jika trombosit terlalu tinggi?

Kadar trombosit yang terlalu tinggi rentan membuat Anda mengalami penggumpalan darah. Itu sebabnya, kondisi ini harus segera ditangani.

Trombositosis yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat memicu terjadinya komplikasi kesehatan, seperti:

  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Komplikasi kehamilan, seperti keguguran, janin tumbuh tidak normal, kelahiran prematur, serta pemisahan plasenta dari dinding rahim.

Apakah trombositosis bisa diobati?

obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

Saat ini belum ada pengobatan khusus untuk trombositosis. Akan tetapi, beberapa penanganan yang mungkin diberikan berdasarkan sejumlah studi adalah:

  • Pada kasus yang tidak memiliki faktor risiko terhadap jantung dan pembuluh darah, maka hanya dilakukan pemeriksaan dan pengendalian lanjut.
  • Bila terdapat penyakit von Willerbrand, maka perdarahan dapat dicegah dengan pemberian asam e-aminocaproic.
  • Plateletpheresis atau tromboferesis (proses untuk mengeluarkan platelet).
  • Untuk pencegahan stroke ringan dapat diberikan obat-obatan golongan hidroksiurea dan aspirin. Namun, pemberian aspirin harus mempertimbangkan mengenai risiko perdarahan, terutama perdarahan saluran pencernaan

Gaya hidup sehat juga dapat membantu mengatasi komplikasi dari trombositosis sekunder dan trombositemia esensial. Dengan melakukan gaya hidup sehat, maka faktor risiko penggumpalan darah seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi akan berkurang. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalani pola makan seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, mempertahankan berat badan ideal, dan berhenti merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit