Helm yang Jarang Dicuci Bisa Sebabkan Penyakit! Ini Tips Membersihkannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Helm berperan penting untuk melindungi kepala dari cedera saat berkendara. Tapi, tahukah Anda? Helm yang jarang dicuci justru bisa menjadi sumber penyakit. Sayangnya, hal ini justru sering kali terlewatkan oleh para pengendara motor.

Helm yang jarang dicuci bisa jadi sumber penyakit

Setiap hari, kulit manusia mengalami kontak langsung dengan beragam jenis mikroba dari lingkungan sekitar. Kepala Anda pun tidak luput dari paparan mikroba berupa bakteri, jamur, bahkan virus.

Pada kondisi normal, kulit Anda dihuni oleh mikroba seperti S. diptheroides, S. aureus, Bacillus spp., Candida spp., streptococcus, dan Mycobacterium spp. Namun, semuanya trdapat dalam jumlah terbatas sehingga tidak sampai menimbulkan penyakit.

Penyakit baru akan timbul ketika bakteri dan jamur ini berkembang tanpa terkendali. Penyebabnya tak lain adalah kebersihan diri dan lingkungan yang tidak terjaga dengan baik.

Hal serupa juga berlaku jika helm yang Anda gunakan jarang dicuci. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa jumlah mikroba pada helm bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan mesin ATM atau toilet umum.

Helm juga menjadi tempat tinggal bagi beragam bakteri dan jamur. Di antaranya Salmonella, Klebsiella, E.coli, Enterobacter, Pseudomonas, dan beberapa spesies jamur Aspergillus.

Apa dampaknya jika Anda jarang mencuci helm?

mengobati dermatitis seboroik pada orang dewasa

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat timbul jika Anda jarang mencuci helm:

1. Kurap

Kurap disebabkan oleh pertumbuhan jamur pada kulit badan, tangan, bahkan kepala. Pertumbuhan jamur juga dapat menyebar dari sisir, seprai, atau helm yang digunakan bersama dan jarang dibersihkan.

Gejala utamanya adalah rasa gatal, munculnya bercak-bercak, serta rasa nyeri pada kulit kepala.

Pada kasus yang parah, kulit kepala dapat mengalami bengkak hingga mengeluarkan nanah. Dampak jangka panjangnya adalah kebotakan permanen.

2. Infeksi kulit kepala

Bakteri Staphylococcus adalah salah satu jenis mikroba yang sering menimbulkan penyakit. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan bisul, infeksi pada folikel rambut (folikulitis), serta impetigo.

Menggunakan helm yang jarang dicuci dapat memicu rasa gatal di kepala. Kulit kepala yang terus digaruk kemudian akan mengalami luka.

Luka tersebut bahkan dapat bertambah parah akibat infeksi dan bisa menyebabkan abses atau penumpukan nanah.

3. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan iritasi pada kulit kepala yang diperparah oleh infeksi jamur Malassezia.

Pemicu utamanya sebenarnya berasal dari produksi minyak berlebih, tapi kebersihan kulit kepala yang tidak terjaga juga dapat meningkatkan risikonya.

Penyakit ini ditandai dengan adanya ketombe berwarna kekuningan. Walaupun tidak berbahaya, rasa gatal yang timbul akibat ketombe bisa sangat mengganggu kegiatan Anda sehari-hari.

Cara membersihkan helm yang tepat

Sumber: Cara Bersih

Helm yang jarang dicuci dapat menimbulkan bau dan memicu rasa gatal pada kulit kepala.

Anda bisa mencegahnya dengan rutin mencuci helm setiap dua minggu sekali atau setelah menggunakannya untuk perjalanan panjang.

Berikut adalah langkah yang perlu Anda lakukan untuk membersihkan helm:

  • Jika terdapat kotoran pada helm, bersihkan terlebih dulu dengan air.
  • Isilah ember besar dengan air hangat dan sampo lembut atau pembersih khusus helm. Kemudian, rendam helm selama beberapa menit.
  • Gosok permukaan dalam helm dengan jari Anda. Setelah itu, bilas helm di bawah kucuran air atau dengan merendamnya dalam ember berisi air bersih.
  • Gunakan lap bersih untuk mengeringkan bagian luar helm, lalu jemur helm hingga kering.

Membiarkan helm Anda tergeletak dan jarang dicuci, artinya Anda juga membiarkan mikroba penyebab penyakit tumbuh subur di dalam helm.

Padahal, mikroba ini dapat memicu rasa gatal pada kulit selama mengenakan helm.

Jadi, mulailah membersihkan helm Anda secara rutin untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan. Dengan begitu, tak hanya melindungi kepala, helm Anda juga akan terasa nyaman ketika dipakai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Shower Cap?

Seperti perlengkapan mandi lainnya, Anda perlu mengganti shower cap secara rutin untuk menghindari bakteri yang menumpuk setelah penggunaan berulang kali.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 14/10/2019 . 4 menit baca

4 Risiko Kesehatan Akibat Sering Pinjam Meminjam Helm

Meski melindungi Anda dari cedera, meminjam helm yang sebelumnya dipakai orang lain bisa menularkan berbagai penyakit. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/09/2019 . 4 menit baca

6 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kepala Terbakar Matahari

Kulit kepala orang yang berambut tipis dan sering berkegiatan saat panas terik berisiko terbakar matahari. Intip cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2019 . 3 menit baca

4 Tips Memilih Sunscreen untuk Kulit Kepala Agar Tak Terbakar Matahari

Bukan cuma kulit tubuh dan wajah saja yang perlu dilindungi sunscreen, kulit kepala juga. Ini poin pentingnya sebelum memilih sunscreen untuk kulit kepala.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/06/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 5 menit baca
merawat rambut bagi wanita berhijab

9 Trik Mudah Merawat Rambut Bagi Wanita Berhijab

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 6 menit baca
Obat tradisional dermatitis seboroik

6 Rekomendasi Obat Tradisional untuk Atasi Dermatitis Seboroik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 6 menit baca
kulit kepala gatal

Tips Menghilangkan Rasa Gatal Pada Kulit Kepala Sesuai Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . 4 menit baca