Gejala Anemia dari yang Paling Umum Hingga Spesifik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehingga menimbulkan berbagai gejala. Sel darah merah ini fungsinya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Apabila sel darah merah yang sehat di dalam tubuh jumlahnya tidak banyak, maka darah tidak akan membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, tubuh jadi lesu dan mudah lelah.

Anemia adalah kondisi yang punya banyak jenis. Selain itu, kondisi kekurangan darah ini juga bisa bersifat sementara atau jangka panjang. Gejala anemia juga bisa ringan dan parah. Untuk pembahasan lebih lengkapnya, berikut adalah ciri-ciri anemia yang umum sampai yang paling khas berdasarkan jenis atau penyebabnya.

Ciri-ciri anemia yang paling umum

gejala anemia

1. Kelelahan

Orang dengan kondisi kurang darah atau anemia, biasanya mengalami ciri-ciri kelelahan yang tidak biasa. Gejala ini merupakan yang paling umum dan pasti dialami oleh orang dengan anemia.

Kelelahan atau kecapekan terjadi karena tubuh Anda membutuhkan zat besi untuk membuat protein darah yang disebut hemoglobin. Hemoglobin merupakan bagian dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, otomatis oksigen yang diangkut ke jaringan dan otot pun lebih sedikit. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memindahkan oksigen yang mengalir dalam darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuat tubuh Anda rasanya jadi cepat lelah.

2. Pucat

Kulit yang pucat menjadi salah satu ciri-ciri atau gejala umum dari anemia. Darah mempunyai warna merah karena mengandung hemoglobin. Itu sebabnya, ketika jumlah hemoglobin dalam sel darah merah sedikit, kulit akhirnya berwarna pucat.

Biasanya, kulit yang pucat ini bisa terlihat di seluruh bagian tubuh atau pada area tertentu saja. Bagian kulit yang biasanya mudah pucat adalah di wajah, gusi, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, hingga kuku. Seseorang yang tubuhnya pucat biasanya sudah mengalami gejala anemia sedang hingga berat.

3. Pusing dan sakit kepala

Kepala yang terasa pusing hampir pasti dirasakan oleh orang yang memiliki yang mengalami kondisi kurang darah ini. Ciri-ciri anemia ini biasanya terjadi ketika kadar hemoglobin di dalam sel darah merah terlalu rendah. Akibatnya, tidak ada cukup oksigen yang sampai ke otak.

Kurangnya oksigen yang sampai ke otak akan membuat Anda merasakan pusing, terutama saat berdiri dari duduk atau berbaring. Selain itu, kekurangan oksigen di otak saat anemia juga membuat pembuluh darah di kepala bengkak dan menekan bagian lainnya sehingga menyebabkan gejala sakit kepala yang tak bisa dihindarkan.

4. Sesak napas

Sama seperti yang lainnya, kurangnya kadar hemoglobin di dalam darah berimbas pada kurangnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini membuat otot tak mendapat cukup oksigen untuk bisa melakukan aktivitas normal sehari-hari, seperti berjalan, naik turun tangga, hingga saat berolahraga ringan.

Ketika kadar oksigen tak mencukupi, laju pernapasan menjadi meningkat. Ini merupakan salah satu cara tubuh dalam mendapatkan oksigen secara cukup

Akibatnya, pada gejala anemia ini akan menyebabkan dada akan merasa sesak meski hanya melakukan aktivitas ringan.

5. Jantung berdebar cepat

Ketika Anda mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, biasanya jantung akan mengalami palpitasi atau berdetak cepat melebihi kondisi normal.

Gejala ini terjadi karena hemoglobin yang rendah membuat jantung bekerja ekstra keras untuk membawa oksigen. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda menderita anemia dalam waktu yang sudah cukup lama.

6. Kulit dan rambut kering

Ternyata, gejala anemia juga bisa Anda temukan dengan melihat kondisi kulit dan rambut. Kulit yang kering serta rambut rusak biasanya menjadi salah satu tanda bahwa seseorang kekurangan zat besi.

Mengapa demikian? Ini karena pasokan oksigen ke berbagai berbagai organ dan jaringan tubuh berkurang. Kekurangan oksigen membuat jaringan menjadi lebih lemah termasuk pada kulit dan rambut. Bahkan, ada juga orang anemia mengalami gejala rambut rontok yang lebih banyak pada gejala kekurangan darah yang dialami.

7. Pembengkakan dan nyeri di lidah serta mulut

Ciri-ciri lain yang menandakan bahwa Anda mengalami anemia adalah lidah yang bengkak, meradang, dan berwarna pucat. Kondisi ini lagi-lagi disebabkan rendahny kadar hemoglobin, sehingga membuat lidah tak lagi berwarna pink seperti seharusnya.

Sementara itu, rendahnya kadar mioglobin juga memunculkan rasa sakit dan menyebabkan bengkak. Mioglobin sendiri merupakan protein di dalam sel darah merah yang membantu mendukung kerja otot.

Tak hanya di lidah, gejala anemia juga menyebabkan masalah mulut lainnya, seperti mulut kering, retakan merah di sudut bibir, dan sariawan.

8. Tangan dan kaki dingin

Saat tubuh mengalami gejala kurang darah akibat kadar zat besi yang rendah, secara otomatis tangan dan kaki akan terasa dingin. Hal ini disebabkan karena minimnya suplai oksigen yang dialirkan ke kedua bagian tersebut.

Sebagian orang bahkan lebih mudah merasa dingin pada hari tertentu dibandingkan hari biasanya karena penyakit ini. Seberapa parah atau seringnya gejala muncul biasanya berkaitan dengan tingkat keparahan anemia yang Anda alami.

Orang yang mengalami ciri-ciri anemia ringan akibat kekurangan zat besi ringan, misalnya, mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Sementara, orang dengan anemia berat bisa saja memiliki gejala yang lebih sering muncul dan terus ada

Jenis anemia dan gejala khasnya

anemia pernisiosa

Anemia tidak hanya satu jenis. Umumnya jenis-jenis anemia akan dibagi berdasarkan kondisi tubuh yang menyebabkan seseorang kekurangan darah. Perlu diketahui, bahwa beda jenis anemia, berbeda pula-pula ciri-cirinya. Berikut adalah jenis anemi serta gejala khasnya masing-masing:

1. Anemia kekurangan zat besi

Jenis penyakit darah yang satu ini disebabkan kurangnya zat besi dalam pola makan Anda atau kehilangan darah kronis. Kekurangan darah terkait defisiensi zat besi dapat biasanya ditunjukkan dengan berbagai gejala seperti:

  • Gampang capek 
  • Kuku mudah patah atau rapuh
  • Lidah bengkak atau sakit,
  • Ada luka pada mulut Anda

2. Anemia defisiensi asam folat

Jika tubuh tidak memiliki cukup asam folat, Anda bisa mengalami anemia. Ini karena asam folat berperan penting dalam pembuatan sel darah merah yang sehat. Ciri-ciri utama anemia akibat kekurangan asam folat yaitu:

  • Gampang marah
  • Diare
  • Kulit wajah pucat
  • Permukaan lidah halus dan bintil-bintil lidah hilang

3. Anemia aplastik

Penyakit darah yang satu ini ditandai dengan rusaknya sel-sel induk di sumsum tulang. Akibatnya, tubuh tidak bisa membuat sel darah merah baru dalam jumlah yang mencukupi. Selain berbagai gejala umum yang telah disebutkan di atas tadi, anemia aplastik juga ditandai dengan:

  • Mual
  • Ruam pada kulit
  • Ada darah dalam urine
  • Perut dan kaki yang membengkak.

4. Anemia fanconi

Kondisi ini merupakan penyakit keturunan yang mencegah sumsum tulang menghasilkan ketiga jenis sel darah yang diperlukan. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan seseorang akan terhambat, baik dari kemampuan belajarnya maupun fisik. Gejala anemi fanconi dapat menyebababkan seseorang mengalami gejala yang tidak biasa. Misalnya sebagai berikut:

  • Punya bentuk atau ukuran jari-jari yang abnormal.
  • Mengalami masalah pada jantung, ginjal, dan tulang
  • Ukuran tubuh, kepala, dan mata yang lebih kecil dari normal.

5. Anemia hemolitik

Kondisi anemia ini terjadi ketika sumsum tulang tidak dapat membuat sel darah merah baru dalam jumlah yang cukup. Jumlah yang cukup ini diperlukan untuk menggantikan sel darah merah yang telah dihancurkan tubuh sebelum waktunya. Jika Anda mengakami ciri-ciri anemia hemolitik, kemungkinan And akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Mengalami penyakit kuning (jaundice)
  • Ada borok, biasanya di bagian kaki
  • Limpa bengkak
  • Bagian perut atas terasa sakit

6. Anemia pernisiosa

Ini adalah jenis anemia yang ini disebabkan oleh defisiensi vitamin B12. Tubuh orang anemia yang tidak mampu menyerap atay memiliki cukup vitamin B12, umumnya dapat memunculkan gejala seperti:

  • Adanya saraf dalam tubuh yang rusak
  • Merasa kebingungan
  • Demensia
  • Gampang lupa
  • Depresi
  • Mual atau kadang mulas
  • Berat badan menurun

7. Anemia sel sabit

Nyeri tiba-tiba seluruh tubuh adalah ciri khas dari jenis penyakit darah yang satu ini. Kondisi ini terjadi karena tubuh membuat sel darah merah berbentuk seperti sabit (atau bentuk “C”) bukan bentuk cakram sempurna. Kondisi ini juga akrab disebut sebagai anemia sickle cell.

Eritrosit yang berbentuk tidak normal dapat menggumpal dan kemudian menghalangi aliran darah di banyak organ. Kondisi isi menyebabkan nyeri krisis sel sabit.  Akibat, Anda akan mengalami pembengkakan pada tangan dan kaki dan kerusakan limpa juga gejala dari penyakit darah yang satu ini.

Meski cukup menimbulkan gejala yang beragam, kondisi kekurangan darah ini umumnya memiliki gejala umum yang serupa. Untuk mengetahuinya secara pasti, sebaiknya kosultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus ke dokter?

Kondisi anemia jika dibiarkan begitu saja bisa dapat menyebabkan komplikasi. Gejala anemia yang harus segera diperiksakan ke dokter adalah kondisi mudah lelah tanpa aktivitas berat. Setidaknya gejala ini sudah berlangsung cukup lama, kira-kira sekitar 2 sampai 3 minggu.

Ini bisa menjadi tanda bahwa sel darah merah dalam tubuh Anda dalam jumlah yang kurang. Ini juga bisa menjadikondisi kekurangan darah merah akibat defisiensi zat besi atau kekurangan vitamin B-12. Nantinya, dokter akan memeriksa kondisi Anda lewat pemeriksaan fisik dan tes darah lengkap.

Terkadang kondisi gejala lelah saja buka berarti bahwa Anda terkena anemia. Kemungkinan lelah yang Anda alami disebabkan karena kadar hemoglobin yang rendah. Ini baru merupakan awal gejala anemia yang bisa cepat diatasi dan dapat didiagnsosis saat Anda diperiksa sebelum donor darah. 

Untuk memastikan gejala anemia Anda positif atau tidak nya sembari menemukan apa penyebabnya, kemungkinan dokter akan melakukan beberapa tes di bawah ini:

  • Tes darah lengkap untuk menentukan jumlah, ukuran, volume, dan kadar hemoglobin di dalam sel darah merah.
  • Tes kadar zat besi dalam darah dan tingkat ferritin serum untuk melihat cadangan zat besi di tubuh.
  • Tes kadar vitamin B12 dan folat, keduanya merupakan vitamin yang diperlukan untuk produksi sel darah merah.
  • Tes darah khusus untuk mendeteksi penyebab anemia yang jarang terjadi.
  • Tes hitung retikulosit, bilirubin dan tes darah, serta tes urine lainnya untuk mengetahui kemungkinan anemia hemolitik.

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin perlu mengeluarkan sampel sumsum tulang Anda untuk menentukan penyebab dan jenis anemia yang Anda alami.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca