Kenali Penyebab dan Gejala Gastritis Akut, Plus Cara Pengobatannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Perut yang kembung dan terasa sakit bagai ditusuk serta mual tiba-tiba bisa menjadi gejala gastritis akut. Apa saja yang harus diketahui tentang masalah pencernaan ini? Simak ulasan lengkapnya.

Apa itu gastritis akut?

Gastritis adalah peradangan pada lapisan dinding dalam lambung. Gejala gastritis dapat muncul tiba-tiba dan sembuh dalam hitungan jam.

Gastritis yang terjadi mendadak dan berlangsung cepat ini disebut sebagai gastritis akut. Sementara jika terjadinya bertahap atau berulang selama lebih dari sebulan atau tahunan disebut gastritis kronis

Peradangan lambung umumnya tidak berbahaya. Namun, serangan gastritis akut berulang bisa berubah menjadi kronis jika tidak segera ditangani. Gastritis yang tidak kunjung diobati dapat berakhir menjadi penyakit GERD (refluks asam lambung).

Penyebab gastritis akut

Gastritis akut terjadi ketika lapisan lambung Anda rusak atau lemah akibat peradangan yang muncul tiba-tiba.

Berbagai hal yang dapat menjadi penyebab gastritis akut adalah sebagai berikut:

  • Mengonsumsi obat-obatan seperti obat antiradang nonsteroid (NSAID) dan obat kortikosteroid
  • Mengalami infeksi H. pylori
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Masalah sistem kekebalan tubuh atau memiliki penyakit autoimun
  • Refluks empedu, kondisi cairan empedu yang bocor dari hati dan masuk ke dalam lambung.

Dari sekian banyak penyebab, infeksi H. pylori termasuk yang paling umum di negara-negara berkembang. Banyak orang yang terinfeksi H. pylori sejak usia dini, namun tidak pernah merasakan gejala gastritis akut apa pun. Umumnya gejala baru akan muncul ketika tersebut sudah berusia dewasa. 

Para dokter dan ahli belum mengetahui bagaimana infeksi bakteri H. pylori dapat menyebar. Akan tetapi, dokter menduga bahwa mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak steril atau menggunakan peralatan makanan yang kotor dapat menjadi penyebabnya.

Beberapa orang yang terinfeksi ditemukan memiliki bakteri H. pylori dalam air liurnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kontak langsung dengan air liur atau cairan tubuh lainnya bisa membuka peluang penularan infeksi H. pylori dan menyebabkan gastritis akut.

Gejala gastritis akut

Gastritis akut kadang muncul ringan, kadang juga menyebabkan rasa sakit perut yang parah dan mengganggu. 

Berikut adalah gejala gastritis yang umum terjadi:

  • Hilang nafsu makan
  • Sakit ulu hati
  • Feses berwarna hitam
  • Mual 
  • Muntah 
  • Kembung sehabis makan
  • Sakit perut, terasa perih atau panas

Ada juga orang yang tidak merasakan gejala apa pun. 

Kadang, beberapa gejala yang berhubungan dengan gastritis akut juga terlihat pada masalah kesehatan lainnya. Maka akan cukup sulit untuk memastikan apakah yang Anda alami gastritis akut atau bukan tanpa diagnosis resmi dari dokter.

Cara dokter mendiagnosis gastritis akut

Sebelum mendiagnosis gastritis akut, biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara rinci. Dokter juga akan menanyakan gejala gangguan pencernaan apa saja yang Anda alami dan mengacu pada gastritis.

Kemudian dokter dapat meminta Anda melakukan tes berikut:

  • Tes darah lengkap (Complete Blood Count) untuk memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan
  • Tes napas atau air liur untuk memeriksa adanya bakteri H. pylori
  • Tes feses untuk memeriksa darah di feses Anda
  • Pemeriksaan endoskopi untuk melihat lapisan perut Anda dengan kamera kecil
  • Biopsi lambung untuk menganalisis sampel jaringan lambung.

Bagaimana cara mengatasi gastritis akut?

Nyeri radang lambung akut umumnya akan hilang sendiri tanpa diobati. Namun, Anda bisa meredakan gejalanya dengan melakukan perawatan di rumah seperti:

  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Menghindari makanan pedas, yang digoreng, berlemak, dan asam atau bercuka.
  • Makan dalam porsi kecil tapi sering, tidak disarankan langsung makan besar 3 kali sehari. 
  • Lakukan hal-hal yang menenangkan untuk mengurangi stres, seperti yoga atau meditasi.
  • Menghindari obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung, seperti NSAID, aspirin, atau kortikosteroid.
  • Makan yang rendah serat untuk sementara waktu agar lambung tidak bekerja terlalu keras.
  • Boleh juga makan daging tanpa lemak seperti dada ayam atau kalkun sebagai lauk makan nasi.

Namun jika perawatan rumahan saja tidak cukup untuk mengobati gastritis akut, umumnya dokter akan merekomendasikan beberapa obat ini:

1. Obat antasida

Antasida berfungsi menetralkan asam lambung. Obat ini dapat digunakan selama Anda mengalami gastritis, dengan dosis yang dianjurkan dokter atau mengikuti petunjuk dalam kemasan obat.

2. Obat penurun asam lambung

Obat penurun asam lambung (anthistamin H2) seperti famotidine dan cimetidine dapat dikonsumsi antara 10-60 menit sebelum makan.

3. Obat penghambat pompa proton (PPI)

Obat PPI seperti omeprazole dan esomeprazole dapat menghambat produksi asam lambung. Obat ini hanya boleh diminum setiap 24 jam sekali dan tidak lebih dari 14 hari.

4. Obat antibiotik

Antibiotik mungkin diperlukan jika gastritis akut Anda disebabkan oleh bakteri H. pylori. Antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi H. pylori termasuk amoxicillin, tetrasiklin (tidak boleh untuk anak di bawah 12 tahun), dan clarithromycin.

Obat antibiotik dapat digunakan bersamaan dengan obat jenis penghambat pompa proton, antasida, atau antihistamin H2.

Pengobatan gastritis akut dengan antibiotik biasanya berlangsung antara 10 hari sampai empat minggu. Jangan berhenti minum obat ini tanpa konsultasi dengan dokter Anda.

Bagaimana cara mencegah gastritis akut?

Anda dapat terhindar dari radang lambung akut dengan mencegah infeksi H. pylori terlebih dahulu. Berhubung belum diketahui pola dan cara penyebaran infeksi H. pylori, dokter umumnya menyarankan hal berikut ini:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.
  • Makan makanan higienis yang dimasak dengan benar. Apabila makan sayur atau buah mentah pastikan sudah dicuci bersih.
  • Minum air dari sumber yang bersih dan aman, bila bepergian disarankan minum air kemasan.

Gastritis akut juga dapat dicegah dengan penyesuaian pola hidup yang lebih sehat. Di antaranya menghindari penggunaan obat antinyeri secara berlebihan, menghindari minum alkohol dan rokok, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, dan mengurangi asupan lemak serta minyak dari makanan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca