home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mana yang Lebih Sehat: Minum Air Galon atau Air Rebusan dari Keran?

Mana yang Lebih Sehat: Minum Air Galon atau Air Rebusan dari Keran?

Dari mana sumber air minum di rumah Anda? Air dalam kemasan atau air keran yang direbus? Kebanyakan orang menyediakan air galon khusus untuk minum dan masak. Sementara itu, sebagian rumah tangga memilih untuk merebus dari air keran. Namun, sebenarnya mana yang lebih sehat dan bersih untuk diminum? Pelajari perbandingan air galon dan air keran berikut ini, yuk.

Apakah air galon pasti aman?

Air minum dalam kemasan yang dijual dalam bentuk galon memang kesannya lebih aman. Pasalnya, dilihat dari iklannya air galon tampak diproses secara higienis. Akan tetapi, sebelum memercayakan pilihan pada air galon, sebaiknya perhatikan apakah merek air galon tersebut sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Air minum yang belum mendapat izin dari BPOM dan SNI berisiko mengandung berbagai jenis bakteri patogen penyebab penyakit.

Bila merek sudah terstandardisasi, cari tahu tanggal kadaluwarsanya. Jangan mengonsumsi air minum yang sudah lewat dari masa berlaku yang dicantumkan. Air memang tidak bisa kadaluwarsa, tetapi air yang dikemas dalam galon berbahan dasar plastik berisiko terkontaminasi bakteri dan zat kimia beracun kalau sudah terlalu lama. Ini karena selama galon disimpan di gudang atau toko, panasnya udara atau paparan sinar matahari bisa membuat bahan kimia plastik ikut luruh ke dalam air. Bakteri jahat juga akan berkembang biak dengan ganas.

Bagaimana dengan air keran? Apakah juga aman?

Air keran di setiap rumah berasal dari sumber yang berbeda-beda. Ada yang dari sumur (air tanah) dan ada yang dari sungai atau danau (air PAM). Air dari pusat instalasi PAM pada dasarnya sudah diproses sedemikian rupa sehingga aman untuk diminum tanpa harus dimasak dulu.

Akan tetapi, kualitas air tersebut kemungkinan besar menurun setelah dialirkan menuju rumah-rumah penduduk. Hal ini mungkin disebabkan oleh pemasangan pipa yang tidak sesuai standar mutu PAM atau berbagai masalah teknis lainnya. Akibatnya, bakteri tumbuh di pipa dan air pun belum tentu aman diminum tanpa dimasak.

Sedangkan air tanah dari sumur atau galian di rumah Anda belum terjamin mutunya. Anda masih harus membawa sampel air tersebut ke laboratorium untuk diuji kualitas dan kebersihannya. Setelah dinyatakan bersih dan aman, barulah Anda bisa mengonsumsinya.

Jika air tanah di rumah Anda belum diuji, jangan dipakai untuk minum dan masak. Apalagi kalau ada tanda-tanda kontaminasi seperti air keruh, berwarna kekuningan, atau mengeluarkan bau yang asing.

Apakah merebus air keran bisa efektif membunuh bakteri?

Beberapa jenis racun dan bakteri bisa mati jika air direbus sampai mendidih. Akan tetapi, ingatlah bahwa ada juga jenis bakteri yang tetap bertahan hidup meskipun sudah direbus sampai mendidih. Artinya, merebus air tidak seratus persen menjamin air Anda aman diminum.

Bakteri tertentu seperti Clostridium botulinum masih bisa hidup di atas suhu 100 derajat Celsius. Bakteri yang hidup di tanah, sungai, dan danau ini bisa menyebabkan penyakit botulisme pada manusia yang terinfeksi.

Tips memilih antara air galon dan air keran

Pada akhirnya memang ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih antara air galon dan air keran. Bila Anda ingin pakai air galon, Anda hanya boleh membeli air dari merek yang telah terdaftar BPOM dan SNI. Pastikan juga galon belum kedaluwarsa dan dijauhkan dari paparan sinar matahari.

Sementara kalau Anda ingin pakai air keran, uji dulu kualitas air dengan membawa ke laboratorium dinas kesehatan setempat. Kalau sudah dinyatakan bebas bakteri, virus, atau racun, rebus air hingga titik didih, yaitu seratus derajat Celsius. Biarkan air mendidih selama paling tidak sepuluh menit sebelum mematikan api kompor.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bottled Water vs. Tap Water: Rethink What You Drink. http://www.rd.com/health/diet-weight-loss/rethink-what-you-drink/ Diakses pada 29 Maret 2017.

Why Tap Water Is Better Than Bottled Water. http://news.nationalgeographic.com/news/2010/03/100310/why-tap-water-is-better/ Diakses pada 29 Maret 2017.

Study: Bottled Water No Safer Than Tap Water. http://abcnews.go.com/Business/study-bottled-water-safer-tap-water/story?id=87558 Diakses pada 29 Maret 2017.

YLKI: Parameter Uji Kualitas Air Minum Jakarta Memenuhi Baku Mutu. http://www.brpamdki.org/brpam-activity/detail/104/ Diakses pada 29 Maret 2017.

http://www.webmd.com/women/home-health-and-safety-9/safe-drinking-water

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 05/04/2017
x