backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

10

Tanya Dokter
Simpan

Pilihan Obat dan Perawatan untuk Mengatasi Sakit Ulu Hati

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 26/06/2023

Pilihan Obat dan Perawatan untuk Mengatasi Sakit Ulu Hati

Nyeri ulu hati yang diikuti sensasi terbakar di sepanjang tenggorokan merupakan gejala umum penyakit GERD. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat dan berbagai cara alami lainnya. Simak pilihan obat dan perawatan untuk mengatasi rasa sakit pada ulu hati. 

Pilihan obat sakit ulu hati

Salah satu penyebab munculnya rasa panas pada ulu hati yaitu ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat memicu rasa terbakar pada bagian atas perut, atau ulu hati. 

Meski gejala dari penyakit asam lambung ini cukup mengganggu, Anda bisa mengatasi nyeri pada ulu hati dengan beberapa obat.

Berikut ini sejumlah obat untuk mengatasi rasa sakit pada ulu hati. 

1. Antasida

Salah satu jenis obat yang dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit pada ulu hati yaitu antasida. Penggunaan antasida bertujuan untuk menurunkan asam lambung.

Umumnya, obat pereda nyeri ulu hati ini mengandung kalsium karbonat, natrium bikarbonat, atau alumunium hidroksida.

Semua senyawa tersebut berfungsi menetralkan asam di perut dan biasanya dapat meredakan rasa mulas dengan cepat. 

Walaupun termasuk obat yang dijual bebas, salah menggunakan antasida justru dapat memperparah gejala yang dialami, seperti: 

  • susah menelan, 
  • sakit maag
  • batu empedu, 
  • masalah pankreas, hingga 
  • kanker perut. 

Itu sebabnya Anda perlu mengikuti petunjuk aturan pakai yang tertera pada label. 

2. Proton pump inhibitor (PPI)

irbesartan, obat irbesartan

Proton pump inhibitor merupakan golongan obat yang sering diresepkan dokter untuk mengurangi rasa sakit pada ulu hati akibat sakit maag atau GERD.

PPI bekerja dengan menghambat tempat produksi asam pada sel parietal lambung. 

Ada jutaan sel parietal yang terus bereproduksi, sehingga PPI tentu tidak akan menghentikan produksi asam lambung secara total. Itu sebabnya, obat untuk mengatasi panas pada ulu hati ini terbilang aman.

Sejauh ini sudah banyak jenis proton pump inhibitor yang tersedia dengan sedikit perbandingan antara satu sama lainnya.

Beberapa PPI yang mungkin sering diresepkan oleh dokter untuk mengobati sakit ulu hati antara lain: 

  • omeprazole
  • lansoprazole, 
  • esomeprazole, 
  • rabeprazole, dan
  • dexlansoprazole. 

Walaupun terbilang lebih efektif dibandingkan obat lainnya, PPI dapat memicu sejumlah efek samping yang tidak boleh diabaikan.

Maka itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum menggunakan obat ini. 

3. H2 blockers

Sebelum PPI dan antasida hadir sebagai obat pereda nyeri di ulu hati, H2 blockers merupakan obat pertama untuk mengatasi maag dan GERD.

Walaupun terbilang kurang efektif dibandingkan dua obat lainnya, obat dengan resep dokter ini lebih murah dan aman untuk mengatasi rasa mulas. 

Selain itu, H2 blockers juga tersedia dalam dosis rendah dan bisa ditebus tanpa resep untuk mengurangi rasa sakit pada ulu hati yang ringan. 

Obat ini bekerja dengan melawan histamin sebagai reseptor H2 pada sel parietal lambung.

Dengan begitu, produksi asam klorida pun bisa dikurangi. Obat ini juga membantu melawan efek korosif dari asam yang dapat menyebabkan mulas. 

Obat H2 blockers untuk meredakan panas pada ulu hati tersedia dalam berbagai jenis, meliputi: 

Cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat

Selain obat-obatan, ternyata ada cara lain yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi nyeri ulu hati guna memaksimalkan manfaat dari obat.

Selain itu, penggunaan obat, seperti antasida, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko efek samping. 

Berikut ini sejumlah cara mengobati nyeri ulu hati yang bisa dilakukan tanpa obat-obatan. 

1. Melonggarkan pakaian yang menekan perut

Salah satu cara mengatasi sakit ulu hati tanpa obat adalah melonggarkan pakaian yang menekan perut.

Metode sederhana ini biasanya membantu meringankan rasa nyeri akibat memakai pakaian yang ketat

Bila memungkinkan, segera ganti dengan pakaian yang lebih longgar agar ulu hati tidak tertekan dan menimbulkan rasa nyeri. 

2. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

tidur

Dilansir dari Harvard Health, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi ternyata bisa membantu mengobati rasa sakit pada ulu hati.

Idealnya, kepala Anda harus 15 – 20 cm lebih tinggi dari kaki. Anda bisa memanfaatkan bantal tambahan agar lebih tinggi.

Hal ini juga bertujuan untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidur miring ke sisi kiri, terutama ketika mengalami masalah GERD.

Posisi tidur yang miring ke kiring membuat persimpangan yang membatasi lambung dan kerongkongan tetap berada di atas cairan asam lambung.

3. Kunyah permen karet

Tahukah Anda bahwa mengunyah permen karet bisa menjadi alternatif mengatasi sakit ulu hati tanpa bantuan obat? 

Faktanya, ketika Anda mengunyah permen karet, mulut akan merangsang produksi air liur yang bersifat basa.

Alhasil, hal ini dapat membantu mengurangi refluks ketika menelan. 

Bahkan, cara ini membantu mendorong isi perut kembali ke lambung. Metode ini tidak berbahaya selama Anda menghindari mengunyah permen karet dengan pemanis buatan dalam jumlah besar.

4. Manfaatkan soda kue (baking soda)

Baking soda untuk asam lambung

Sifat basa dari baking soda ternyata bisa menjadi cara alami mengobati sakit pada ulu hati karena dapat menetralkan asam lambung.

Baking soda memang termasuk aman untuk digunakan sesekali.

Perlu diingat bahwa bila digunakan secara berlebihan, soda kue dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular dan menghambat penyerapan obat-obatan tertentu.

Selalu gunakan soda kue sesekali atau secukupnya demi meringankan rasa panas pada ulu hati. 

Pada dasarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan guna mendukung manfaat dari obat untuk meredakan sakit ulu hati, seperti memperhatikan cara menjaga kesehatan lambung.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 26/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan