Kita cenderung khawatir tentang kuman yang menempel di dudukan toilet, tapi sebenarnya banyak perkakas rumah tangga lain yang sering terlupakan ternyata justru menyimpan risiko berkali-kali lipat menjadi sarang bakteri.

Ada satu kegiatan sederhana yang bisa Anda lakukan untuk bisa tetap bersih dan seaman mungkin dari gangguan infeksi bakteri, walaupun dikelilingi oleh benda-benda berkuman: cuci tangan.

Dr. Aaron Glatt, presiden dan CEO dari New island Hospital Bethpage, New York, sekaligus juru bicara Infectious Disease Society of America, mengatakan bahwa mencuci tangan adalah aspek yang paling mendasar dan penting dari kebersihan pribadi.

Ini dia daftar 8 barang-barang rumah tangga yang kesannya bersih padahal merupakan tempat favorit kuman, beserta tips perawatannya agar selalu bebas kuman.

1. Handphone

Handphone adalah ekstensi tangan Anda. Seberapa sering Anda berurusan di kamar mandi sambil sibuk main handphone? Walaupun Anda sudah cuci tangan, apakah pernah terbersit dalam benak Anda untuk sesekali membersihkan handphone Anda?

Mungkin Anda tidak akan langsung makan usai dari kamar mandi, namun bakteri yang menempel di permukaan handphone akan dengan mudah berpindah tangan ke benda-benda lainnya yang Anda pegang, dan ujung-ujungnya ke makanan Anda. Pada akhirnya, bakteri akan berakumulasi dan masuk ke dalam tubuh Anda atau bahkan menempel di wajah Anda saat menerima panggilan.

Lakukan ini: Selalu siap sedia tisu basah anti-bakteri untuk sesekali bersihkan handphone Anda. Juga, jangan bawa handphone ke kamar mandi!

2. Keran air

Filter besi yang berada di ujung dalam keran adalah sarang empuk bagi bakteri. Air mengalir akan menjaga filter tersebut jadi tetap lembap, kondisi ideal untuk kuman dan bakteri berkembang biak. Air keran tidak steril, jadi jika Anda menyentuh ujung keran dengan tangan kotor atau makanan, kuman akan dengan mudah menempel dan tumbuh di sekitar keran.

Begitu pula dengan kepala shower. Sebuah studi oleh University of Colorado-Boulder menemukan bahwa kepala shower mengandung tingkat Mycobacterium avium yang tinggi, sebuah patogen yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh dan dikaitkan dengan penyakit paru.

Lakukan ini: Seminggu sekali, bongkar keran air Anda dan rendam filter keran Anda dalam larutan pemutih. Untuk kepala shower, bongkar dan rendam setiap bagiannya di dalam larutan cuka mendidih. Perubahan warna, seperti karat, akan timbul akibat reaksi cuka sehingga lebih mudah untuk dideteksi. Jangan lupa untuk rutin mengganti filter tersebut secara berkala (biarkan air mengalir deras selama beberapa saat sebelum mulai menggunakannya).

3. Gagang pintu atau laci

Buka tutup pintu, mengambil makanan dari kulkas, menyusun baju bersih di lemari pakaian. Banyak hal yang kita lakukan sehari-hari melibatkan pegangan pintu. Kuman dan bakteri dari tangan Anda akan berpindah ke pegangan pintu, begitu pula sebaliknya. Belum lagi, ada banyak orang yang juga ikutan memegang pegangan pintu tersebut.

Lakukan ini: Saat membersihkan kamar, jangan lupa untuk mengelap pegangan pintu dan daerah sekitarnya. Selain itu, selalu sediakan tisu basah anti-bakteri di tempat-tempat yang mudah dijangkau.

4. Tempat cuci piring

Analisis NSF International Household Germ Study 2011 menemukan bahwa tempat piring kotor menjadi sarang bagi bakteri Coliforn, termasuk Salmonella dan E. Coli. Jenis bakteri yang sama juga umum ditemukan di talenan dan meja dapur.

Lakukan ini: Setiap kali selesai cuci piring, bilas bersih tempat cuci piring Anda dan daerah sekitarnya.

5. Remote TV

Seberapa sering Anda memilih untuk tinggal di kamar dan tenggelam dalam marathon serial TV favorit Anda saat musim flu melanda?

Kombinasikan batuk-pilek-bersin dan kebiasaan Anda jarang cuci tangan, hasilnya sarang dari berjuta-juta kuman dan bakteri yang bisa berpindah dari Anda ke orang lain, atau sebaliknya.

Lakukan ini: Rutin lap remote TV Anda dengan tisu basah anti-bakteri dan siapkan persediaan tisu basah anti-bakteri di tempat-tempat yang mudah dijangkau.

6. Dompet

Dompet adalah salah satu benda yang sering disimpan di sembarang tempat: di meja, terjatuh di lantai, di dalam tas, di kantong celana.

Uang kertas adalah medium yang pas bagi kuman dan bakteri untuk berpindah tangan. Tidak hanya itu, uang kertas juga sering meninggalkan jejak-jejak sisa virus, bahkan obat-obatan terlarang. Tentu saja, semua ini akan berakhir di dalam dompet Anda.

Bagi Anda yang hobi menyimpan dompet berada dekat jangkauan, ingat ini sebelum lain kali menjejalkan kembali dompet Anda ke dalam kantong celana: kantong celana dekat dengan kulit Anda, suhu tubuh bisa berpindah dan menghangatkan dompet Anda – temperatur ideal bagi kuman dan bakteri untuk berkembang biak.

Lakukan ini: Setiap kali selesai bertransaksi, cuci tangan Anda atau lap dengan tisu basah anti-bakteri. Lap juga dompet Anda, atau ganti dompet Anda jika penampilannya sudah tidak seindah dulu.

7. Sabun

Bukan lagi rahasia umum jika lantai kamar mandi dan dudukan toilet berlumurkan zat sisa penguapan urin dan feses. Dan kebanyakan dari kita cenderung untuk tidak menghiraukan hal tersebut, karena Anda pasti akan cuci tangan setelah selesai segala urusan di kamar mandi. Tapi, tahukah Anda? Sabun, baik batangan maupun sabun cair. Juga tergolong sebagai sarang kuman. Termasuk tempat sabun.

Tempat sabun sangat jarang dibersihkan dan disentuh oleh banyak orang selain diri Anda, membuat bakteri dan kuman semakin giat berkembang biak di sela-sela tempat sabun dan di “remahan” sisa sabun hingga berpindah ke sabun Anda.

Lakukan ini: Saat waktunya membersihkan kamar mandi, jangan lupa untuk menggosok tempat sabun (dan botol sabun, jika Anda menggunakan sabun cair) dengan sabun disinfektan. Selain itu, cuci tangan sampai bersih dengan air hangat selama 10-20 detik

8. Bantal dan seprai

Jarang ganti sarung bantal, atau bahkan jarang menjemur bantal, berpotensi menjadikannya sebagai sarang jamur pemicu alergi nomor satu di kamar tidur Anda. Bantal Anda menampung gunungan keringat, kulit mati, air liur, dan partikel asing lainnya selama Anda tidur setiap hari. Kondisi yang ideal bagi kutu kasur untuk berkembang biak.

Lakukan ini: Rutin ganti semua sarung bantal, guling, selimut, seprai Anda setiap seminggu sekali. Selain itu, hal yang paling utama adalah cuci bersih dan keringkan semua peralatan tidur Anda tersebut. Bleaching juga bisa jadi metode yang baik. Satu studi menunjukkan bahwa mencuci dengan air panas dan larutan pembersih tidak hanya bisa membunuh bakteri yang menempel di kain, juga mensterilkan bagian dalam mesin cuci agar kuman tidak terus menyebar dari satu cucian ke cucian lainnya.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca