Ternyata, Bakteri Usus Jadi Salah Satu Penyebab Penyakit Multiple Sclerosis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/06/2019
Bagikan sekarang

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang menyerang otak dan saraf tulang belakang. Penyebab pasti penyakit multiple sclerosis belum diketahui secara pasti, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri usus memiliki peran dalam timbulnya penyakit ini.

Penyakit multiple sclerosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang selubung pelindung sel saraf yang disebut myelin. Akibatnya, komunikasi antar-sel saraf terhambat dan berimbas pada fungsi gerakan, keseimbangan, hingga penglihatan si penderita.

Hubungan bakteri usus dan penyakit multiple sclerosis

pola diet berdasarkan bakteri di usus

Usus adalah habitat bagi banyak bakteri, mulai dari bakteri baik yang membantu pencernaan hingga bakteri jahat penyebab penyakit.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa bakteri tertentu pada usus dapat memicu gangguan kesehatan, seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan kaitan antara bakteri usus dengan MS.

Para peneliti menemukan bahwa sel-T, yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh, bereaksi terhadap sejenis enzim yang disebut GDP-L-fucose synthase. Tidak semua orang memiliki enzim ini dalam pencernaannya.

Enzim GDP-L-fucose synthase ditemukan pada sel tubuh serta bakteri yang tinggal di usus penderita penyakit multiple sclerosis.

Bakteri itulah yang kemudian diduga dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Reaksi tersebut berlanjut ke otak dan menyerang sel-sel otak.

Hasil studi terbaru pada hewan turut mendukung hal ini. Bakteri yang dipindahkan dari tubuh pasien penyakit MS ke tikus ternyata memperparah peradangan pada sel-sel otak yang disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh.

Proses terjadinya multiple sclerosis akibat bakteri usus

Sumber: Tebu Bio

Bakteri usus berinteraksi secara tidak langsung dengan dua jenis sel otak, yakni mikroglia dan astrosit. Mikroglia adalah sel otak yang berperan seperti sistem kekebalan tubuh. Sel ini bekerja dengan membuang sel yang telah rusak atau mati.

Sementara itu, astrosit merupakan sel yang menyokong sel-sel saraf lainnya di dalam otak. Sel berbentuk bintang ini juga berperan dalam pengantaran sinyal menuju otak dan mengontrol masuk-keluarnya senyawa antara darah dengan sel otak.

Mikroglia melepaskan sejenis neurotoksin (racun saraf) untuk menyingkirkan sel otak yang tidak lagi digunakan. Namun, racun ini juga dapat menyebabkan peradangan pada astrosit sehingga menyebabkan kerusakan.

Bakteri pada usus disinyalir memicu penyakit multiple sclerosis melalui reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap kedua sel ini. Reaksi tersebut meningkatkan aktivitas mikroglia dan memperparah kerusakan pada astrosit.

Mencegah multiple sclerosis akibat bakteri usus

Kabar baiknya, penelitian yang sama turut menemukan bahwa hasil metabolisme bakteri terhadap senyawa tertentu dapat mengurangi peradangan pada sel.

Senyawa yang dimaksud adalah triptofan. Triptofan merupakan sejenis asam amino esensial yang dapat mengaktifkan fungsi antiperadangan pada sel saraf di otak dan melindunginya dari kerusakan.

Tubuh Anda tidak bisa memproduksi triptofan. Itu sebabnya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino ini. Triptofan banyak terdapat dalam makanan sumber protein seperti daging, susu dan produknya, serta kacang-kacangan.

Pembahasan mengenai penyebab serta pencegahan Multiple Sclerosis masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian terhadap bakteri baik pada usus yang membantu mengurangi kerusakan saraf akibat Multiple Sclerosis diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pencegahan pada penelitian di masa depan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Sepelekan Tangan yang Mati Rasa, 7 Kondisi Kesehatan Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Jangan sepelekan jika tangan dan jari Anda mengalami kesemutan hingga mati rasa.Pasalnya,berbagai masalah kesehatan serius ditandai dengan tangan mati rasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Penelitian Ungkap Virus Epstein-Barr Bisa Sebabkan 7 Penyakit Serius Ini

Virus Epstein Barr yang dikenal sebagai penyebab mononukleosis ternyata juga bisa sebabkan penyakit lainnya. Apa saja dan bagaimana menanggulanginya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

3 Tips Penting Agar Pasien Multiple Sclerosis Bisa Mudik Dengan Nyaman

Memiliki penyakit multiple sclerosis (MS) bukanlah halangan untuk tidak ikut mudik Lebaran. Berikut tips mudik aman dan sehat untuk pasien MS.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 04/06/2018

Siapa Sangka, Anjing Si Sahabat Paling Setia Ini Punya Isi Usus yang Mirip Dengan Manusia!

Sebuah penelitian menyatakan, bahwa anjing dan manusia punya bakteri usus yang sama. Lho, kok bisa? Lantas, apa arti penelitian tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

makan makanan asin

Studi: Kebanyakan Makanan Asin Bikin Gejala Multiple Sclerosis Tambah Parah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19/12/2018
donor darah penyakit multiple sclerosis

Bolehkah Orang yang Punya Multiple Sclerosis (MS) Ikut Donor Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 16/12/2018
dampak diet rendah karbohidrat

Awas, Diet Ekstrem Tidak Makan Karbohidrat Bisa Merusak Usus!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 03/11/2018
gatal di pinggul

Kupas Tuntas Penyebab Gatal-Gatal di Pinggul, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24/09/2018