Ternyata, Bakteri Usus Jadi Salah Satu Penyebab Penyakit Multiple Sclerosis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun yang menyerang otak dan saraf tulang belakang. Penyebab pasti penyakit multiple sclerosis belum diketahui secara pasti, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri usus memiliki peran dalam timbulnya penyakit ini.

Penyakit multiple sclerosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang selubung pelindung sel saraf yang disebut myelin. Akibatnya, komunikasi antar-sel saraf terhambat dan berimbas pada fungsi gerakan, keseimbangan, hingga penglihatan si penderita.

Hubungan bakteri usus dan penyakit multiple sclerosis

pola diet berdasarkan bakteri di usus

Usus adalah habitat bagi banyak bakteri, mulai dari bakteri baik yang membantu pencernaan hingga bakteri jahat penyebab penyakit.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa bakteri tertentu pada usus dapat memicu gangguan kesehatan, seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan kaitan antara bakteri usus dengan MS.

Para peneliti menemukan bahwa sel-T, yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh, bereaksi terhadap sejenis enzim yang disebut GDP-L-fucose synthase. Tidak semua orang memiliki enzim ini dalam pencernaannya.

Enzim GDP-L-fucose synthase ditemukan pada sel tubuh serta bakteri yang tinggal di usus penderita penyakit multiple sclerosis.

Bakteri itulah yang kemudian diduga dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Reaksi tersebut berlanjut ke otak dan menyerang sel-sel otak.

Hasil studi terbaru pada hewan turut mendukung hal ini. Bakteri yang dipindahkan dari tubuh pasien penyakit MS ke tikus ternyata memperparah peradangan pada sel-sel otak yang disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh.

Proses terjadinya multiple sclerosis akibat bakteri usus

Sumber: Tebu Bio

Bakteri usus berinteraksi secara tidak langsung dengan dua jenis sel otak, yakni mikroglia dan astrosit. Mikroglia adalah sel otak yang berperan seperti sistem kekebalan tubuh. Sel ini bekerja dengan membuang sel yang telah rusak atau mati.

Sementara itu, astrosit merupakan sel yang menyokong sel-sel saraf lainnya di dalam otak. Sel berbentuk bintang ini juga berperan dalam pengantaran sinyal menuju otak dan mengontrol masuk-keluarnya senyawa antara darah dengan sel otak.

Mikroglia melepaskan sejenis neurotoksin (racun saraf) untuk menyingkirkan sel otak yang tidak lagi digunakan. Namun, racun ini juga dapat menyebabkan peradangan pada astrosit sehingga menyebabkan kerusakan.

Bakteri pada usus disinyalir memicu penyakit multiple sclerosis melalui reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap kedua sel ini. Reaksi tersebut meningkatkan aktivitas mikroglia dan memperparah kerusakan pada astrosit.

Mencegah multiple sclerosis akibat bakteri usus

Kabar baiknya, penelitian yang sama turut menemukan bahwa hasil metabolisme bakteri terhadap senyawa tertentu dapat mengurangi peradangan pada sel.

Senyawa yang dimaksud adalah triptofan. Triptofan merupakan sejenis asam amino esensial yang dapat mengaktifkan fungsi antiperadangan pada sel saraf di otak dan melindunginya dari kerusakan.

Tubuh Anda tidak bisa memproduksi triptofan. Itu sebabnya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino ini. Triptofan banyak terdapat dalam makanan sumber protein seperti daging, susu dan produknya, serta kacang-kacangan.

Pembahasan mengenai penyebab serta pencegahan Multiple Sclerosis masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian terhadap bakteri baik pada usus yang membantu mengurangi kerusakan saraf akibat Multiple Sclerosis diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pencegahan pada penelitian di masa depan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca