Perut Buncit Bisa Menimbulkan Penyakit Pikun, Kata Penelitian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tak cuma bikin penampilan kurang menarik, nyatanya ada banyak bahaya perut buncit bagi kesehatan. Ya, jika Anda punya perut besar dan buncit, Anda mungkin berisiko mengalami demensia, yaitu gangguan kemampuan berpikir. Bagaimana bisa perut buncit membuat seseorang menjadi demensia? Ini kata para ahli.

Bahaya perut buncit, bisa menimbulkan demensia

Demensia adalah sekumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Orang dengan kondisi ini biasanya pikun, sulit konsentrasi dan memahami sesuatu.

Bahkan, jika sudah parah orang dengan demensia akan sering melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada (halusinasi). Itulah sebabnya pasien demensia jadi apatis, tidak dapat mengendalikan emosi dengan baik, dan kehilangan minat untuk bersosialisasi.

Nah, sebuah studi yang oleh Boston University School of Medicine dan diterbitkan secara online pada Annals Neurology menemukan bahaya perut buncit dapat menyebabkan penyakit demensia.

Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa para peserta yang memiliki perut buncit, lingkar pinggang besar, hingga kadar lemak tubuh tinggi, mengalami penyusutan ukuran otak yang lebih besar ketimbang yang memiliki bentuk tubuh ideal.

Kenapa bisa perut buncit menyebabkan demensia?

Bahaya perut buncit yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya, diyakini disebabkan oleh penumpukan lemak tubuh. Sebenarnya, lemak dapat menumpuk di bawah kulit (lemak subkutan) dan di antara organ-organ (lemak viseral).

Nah, ketika Anda memiliki perut buncit, bisa saja akibat tumpukan lemak di bawah kulit ataupun organ-organ area perut. Namun, para ahli meyakini bahwa orang dengan perut buncit kemungkinan besar memiliki lemak viseral yang tinggi.

Ternyata, lemak visceral atau ekstra lemak yang berada di bagian perut yang menyebabkan penyusutan ukuran otak. Jadi, jika jumlah lemak viseral terlalu banyak, akan merangsang peradangan pada tubuh, hingga akhirnya berimbas pada otak. Selain itu, lemak viseral juga bisa menimbulkan produksi hormon tidak stabil dan membuat kemampuan otak pun menurun.

“Semakin besar jumlah lemak visceral, semakin kecil ukuran otak. Volume otak yang lebih kecil ini mengakibatkan fungsi kognitif memburuk dan tentunya meningkatkan risiko demensia,” jelas Sudha Seshadri, MD, seorang profesor neurologi yang ikut serta dalam penelitian tersebut, seperti dikutip dari WebMD.

Tips jitu mengatasi perut buncit

Tips Mudah Mengecilkan Perut Buncit

Akibat perut buncit bukan hanya meningkatkan risiko demensia, tapi juga penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Oleh karena itu, menghilangkan perut buncit harus jadi target Anda untuk mendukung hidup sehat. Anda dapat mengecek kelebihan lemak perut dengan mengukur lingkar pinggar dengan pita pengukur sederhana.

Patokan ukuran lingkar pinggang yang sehat pada wanita, yaitu lebih kecil dari 88 cm sedangkan pria lebih kecil dari 102 cm. Jika ukuran lingkar pinggang Anda lebih dari angka tersebut, Anda berarti memiliki perut buncit atau obesitas sentral.

Jangan khawatir, untuk mengecilkan perut buncit, ada dua kunci penting yang harus Anda jalankan, yaitu:

1. Atur kembali pilihan makanan dan porsinya

Protein adalah jenis nutrisi penting untuk mengurangi lemak perut. Selain itu, protein dan serat juga membuat perut kenyang lebih lama sehingga Anda akan menghindari ngemil. Anda bisa menikmati sayur, buah, telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.

Banyak makanan atau minuman yan menggunakan tambahan pemanis. Kelebihan gula bisa menambah asupan kalori dan meningkatkan penumpukan lemak di hati dan juga perut. Jadi, batasi makanan yang mengandung kalori untuk mengurangi kelebihan lemak.

2. Rutin olahraga

Mengatur pola makan dan olahraga merupakan satu paket harus Anda jalani jika ingin mengecilkan perut buncit secara maksimal. Studi menunjukkan bahwa latihan aerobik, seperti jalan santai, jalan cepat, berlari, berenang, dan sejenisnya terbukti menurunkan kelebihan lemak pada perut.  Selain itu, olahraga juga membantu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki metabolisme dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Tummy tuck adalah bedah kosmetik untuk memperbaiki bentuk dan tampilan perut. Seperti apa prosedurnya dan siapa saja yang boleh melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Kecantikan 27 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Mengetahui perbedaan demensia dengan delirium dan depresi sejak dini, akan membantu proses penanganan yang tepat. Berikut penjelasannya.

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Kesehatan A-Z, Perawatan Lansia 9 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Kesehatan tubuh bisa dideteksi lewat seberapa lebar lingkar perut Anda, lho! Yuk, cari tahu cara mengukur lingkar perut yang benar di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Diabetes melitus tipe 2

Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
lemak paha

Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit