home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hubungan Antara Stroke dan Demensia

Hubungan Antara Stroke dan Demensia

Stroke dan demensia alias pikun adalah dua kondisi umum yang mempengaruhi otak. Mereka sering terjadi bersamaan. Hal ini disebabkan karena keduanya memiliki kecenderungan berkembang pada usia lanjut. Namun, terkadang mereka terjadi bersamaan karena tipe stroke tertentu bisa menyebabkan gejala demensia.

Bagaimana stroke mempengaruhi daya ingat?

Stroke biasanya menyebabkan gejala signifikan seperti lemas, kehilangan penglihatan, atau kesulitan berbicara. Namun, terkadang penderita stroke ringan tidak mengalami ini.

Ketika stroke ringan terjadi pada lokasi berbeda dalam otak, seiring waktu hal ini menyebabkan perubahan ingatan atau perubahan sikap. Kondisi ini sering disebut demensia vaskular.

Apa itu demensia dan hubungannya dengan stroke?

Demensia atau pikun adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan kombinasi dari penurunan ingatan, kesulitan merawat diri sendiri, kewaspadaan diri dan sikap serta sulit dalam membuat keputusan. Penyebab demensia bervariasi dan mungkin termasuk penyakit Alzheimer atau gangguan otak langka yang disebut penyakit Pick dan demensia Lewy. Penyebab umum lain dari demensia disebut demensia vaskular, disebabkan oleh beberapa stroke dan mempengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab terhadap integrasi memori, tingkah laku, kewaspadaan dan perawatan diri.

Demensia vaskular biasanya muncul seiring waktu, tidak muncul secara tiba-tiba. Namun, mereka yang mengalami stroke ringan sering mengalami penurunan ringan pada memori atau berpikir. Kemampuan otak dalam menangani stroke ringan sering membuat pasien dan anggota keluarga tidak menyadari terjadinya stroke.

Pada akhirnya, anggota keluarga mungkin mengeluhkan gejala yang signifikan dari demensia setelah terjadi stroke ringan. Penumpukan kerusakan otak dari berbagai stroke ringan akhirnya bisa berdampak pada kondisi kritis di mana gejala demensia menjadi lebih buruk atau nyata. Efek aditif dari stroke pasif mungkin dapat mengatasi kemampuan otak dalam mengimbangi bagian kecil dari kerusakan otak. Terkadang, penyakit ringan atau infeksi ringan dapat benar-benar berdampak gejala demensia. Ketika ini terjadi, beberapa orang kondisinya membaik setelah sembuh dari penyakit, sementara beberapa mungkin terus menunjukkan tanda-tanda nyata dari demensia bahkan setelah sembuh. Jenis demensia yang disebabkan oleh stroke ringan, demensia vaskular, juga kadang-kadang disebut sebagai ‘penyakit pembuluh darah kecil’ atau demensia multi-infark karena disebabkan oleh stroke ringan (infark) yang disebabkan oleh penggumpalan darah di pembuluh darah kecil di otak. Biasanya terdapat ciri dari demensia vaskular atau penyakit pembuluh darah kecil yang dapat dideteksi dengan pencitraan CT otal atau MRI otak. Sering kali seorang ahli saraf yang terlatih dapat mendeteksi demensia vaskular melalui pemeriksaan riwayat kesehatan dan fisik.

Stroke yang berkontribusi terhadap demensia vaskular paling sering disebabkan oleh penyakit serebrovaskular, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi atau rokok.

Jenis demensia seperti penyakit Alzheimer dapat terjadi pada saat yang sama dengan demensia vaskular. Dalam situasi seperti itu, gejala demensia biasanya lebih signifikan daripada dengan jenis demensia lain.

Merawat pasien dengan demensia vaskular memerlukan dukungan tingkat tinggi dan perawatan serta manajemen medis untuk mencegah stroke lebih lanjut. Kemunduran dan penurunan ingatan dan pemahaman dapat terjadi bersamaan dengan demam, penyakit dan infeksi.

Gejala umum dari demensia vaskular termasuk lupa, linglung, bingung dan perubahan suasana hati. Nafsu makan bisa berubah, dan bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan. Beberapa orang cenderung tidur lebih sering. Beberapa orang kehilangan benda penting atau mungkin tersesat, bahkan di tempat yang mereka biasa kunjungi. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat tentang penyebab demensia karena pengobatan demensia vaskular berbeda dari demensia jenis lain. Pengobatan demensia vaskular difokuskan pada pencegahan stroke sementara pengobatan jenis lain dari demensia difokuskan pada obat-obat yang mencegah kerusakan sel-sel otak yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan penyebab serupa pada demensia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Martin Samuels and David Feske, Office Practice of Neurology,  2nd Edition, Churchill Livingston, 2003

Pinkston, J. B., Alekseeva, N., & González Toledo, E. (2009). Stroke and dementia. Neurological research31(8), 824-831.

Seshadri, S., & Wolf, P. A. (2007). Lifetime risk of stroke and dementia: current concepts, and estimates from the Framingham Study. The Lancet Neurology, 6(12), 1106-1114.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 01/01/1970
x