Selain Hilangkan Keriput, Suntik Botox Juga Bisa Mengatasi Migrain Kronis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Suntik botox ternyata tak hanya dikenal untuk mempercantik diri dan membuat tampilan wajah yang lebih muda. Ternyata, perawatan yang satu ini juga disebut-sebut dapat mengatasi migrain. Lantas, apakah botox benar-benar efektif untuk membantu mengatasi migrain?

Apa itu botox?

mitos suntik botox

Botox adalah neurotoxin atau racun yang dibuat oleh bakteri Clostridium botulinum. Ketika racun tak sengaja dimakan, maka Anda akan mengalami keracunan makanan yang mengancam jiwa atau dikenal dengan nama botulisme.

Namun, ketika disuntikkan ke tubuh, racun dapat memblokir sinyal kimia tertentu dari saraf hingga akhirnya menyebabkan kelumpuhan otot sementara.

Meski begitu, suntik botox aman untuk tubuh karena racunnya tidak tercerna di perut dan dosis yang digunakan jauh lebih kecil dibandingkan dengan jika Anda memakannya. Suntik botox biasanya digunakan untuk membantu menyamarkan keriput karena membantu merilekskan otot-otot wajah.

Setelah itu, para peneliti menemukan manfaat lain botox untuk kesehatan seperti mengatasi kejang leher berulang, mata berkedut, dan kandung kemih yang terlalu aktif.

Benarkah botox dapat mengatasi migrain?

obat migrain alami

Migrain adalah serangan sakit kepala berulang yang diikuti rasa nyeri yang cukup parah dan membuat pengidapnya menjadi tidak berdaya.

Anda akan merasakan kepala yang berdenyut cukup intens atau rasa sakit yang cukup ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Meskipun migrain sering kali menyerang salah satu sisi kepala tetapi bukan tidak mungkin juga dapat menyerang seluruh bagian kepala.

Pada tahun 2010, Food and Drugs Administration, Amerika atau setara BPOM di Indonesia menyetujui penggunaan onabotulinumtoxinA atau botox A sebagai pengobatan untuk mengatasi migrain kronis. Migrain kronis adalah rasa sakit kepala yang muncul secara berulang selama 15 hari atau lebih dalam satu bulan.

Lantas, bagaimana botox bekerja untuk mengatasi migrain? Dikutip dari WebMD, pada ahli meyakini bahwa botox bekerja dengan memblokir jalur pengiriman sinyal rasa sakit ke otak.

Nah, botox berperan sebagai penghalang dengan menghentikan sinyal supaya tidak diterima di otak dan akhirnya Anda tidak merasa sakit. Perawatan migrain dengan suntik botox membantu mengurangi gejala migrain seperti mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya, suara, dan juga bau.

Bagaimana perawatan botox untuk mengatasi migrain?

Perlu diingat, cara ini hanya dianjurkan untuk orang yang mengalami migrain kronis. Biasanya, dokter akan meminta Anda untuk melakukan suntik setiap tiga bulan sekali di awal pertemuan. Kemudian, dokter akan melihat respon tubuh terhadap perawatan yang diberikan. Setelah itu, barulah dokter akan memberikan rencana perawatan sesuai kondisi.

Setiap sesi suntik botox biasanya berlangsung selama 10 hingga 15 menit dengan 30 sampai 40 suntikan setiap sesinya. Dokter akan menyuntikkan beberapa dosis obat ke titik-titik tertentu di sepanjang jembatan hidung, pelipis, dahi, bagian belakang kepala, leher, dan punggung bagian atas.

Setelah Anda menerima suntikan botox, diperlukan waktu 10 hingga 14 hari untuk dapat merasakan efeknya. Namun dalam beberapa kasus, suntikan pertama masih belum memberikan efek yang bisa Anda rasakan untuk membantu mengurangi rasa sakit akibat migrain.

Pastikan untuk membicarakannya ke dokter pada kunjungan berikutnya.

Efek samping botox untuk mengatasi migrain

mengatasi whiplash nyeri leher

Efek samping yang paling umum dari suntik botox adalah rasa nyeri dan kaku pada leher di tempat bekas suntikan. Selain itu, lemah otot di sekitar leher dan bahu atas juga bisa terjadi hingga membuat Anda sulit untuk menegakkan kepala. Namun, jangan khawatir, karena efek samping ini akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari setelah perawatan.

Dalam kasus yang cukup jarang terjadi, botox bisa menyebar ke area di luar tempat suntikan. Jika hal ini terjadi, otot akan melemah, muncul masalah penglihatan,  kesulitan menelan, dan kelopak mata yang terkulai.

Selain itu, suntik botox juga bisa menimbulkan reaksi alergi yang ditandai dengan rasa gatal di sekujur tubuh, sesak napas, dan pembengkakan di kaki bagian bawah. Untuk itu, pastikan perawatan yang satu ini dilakukan oleh ahlinya.

Ingat, suntik botox untuk kecantikan dan mengatasi migrain adalah dua hal yang berbeda sehingga dokternya pun berbeda. Pastikan bahwa Anda memilih dokter yang ahli dan berpengalaman dalam suntik botox yang khusus untuk mengatasi migrain.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 1, 2018 | Terakhir Diedit: September 26, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca