Minum Air Hujan Tidak Sejorok yang Kita Bayangkan, Ini Pertimbangannya.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah minum air hujan berbahaya bagi tubuh? Atau mungkin hingga saat ini Anda masih belum menemukan jawabannya? Peneliti dari Monash University di Melbourne, Australia melakukan penelitian terkait hal ini. Studi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran tentang kerusakan lingkungan akibat limbah air kemasan (galon atau botol), yang sering kali diangkut jarak jauh dan dikemas dalam plastik yang menyumbat tempat pembuangan sampah.

Peneliti memantau 300 rumah yang menggunakan air hujan sebagai sumber air minum utama yang dikumpulkan di tangki air. Para keluarga tersebut mencatat kondisi kesehatan mereka lebih dari setahun dan para periset menemukan bahwa tingkat gastroenteritis atau flu perut yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu yang dicatat oleh kelompok ini sangat mirip dengan masyarakat yang meminum air keran yang terawat. Hasil penelitian menegaskan bahwa mengonsumsi air hujan secara langsung terbilang aman dari risiko penyakit.

Karin Leder, kepala unit penyakit menular di departemen epidemiologi Monash University, menyatakan bahwa orang-orang yang minum air hujan secara langsung tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko penyakit jika dibandingkan dengan mereka yang meminum air hujan yang disaring.

Jadi, apakah air hujan aman dikonsumsi?

Air hujan secara alami bersifat asam dengan pH rata-rata sekitar 5,6. Untungnya, hal ini tidak berbahaya. Air minum itu sendiri bahkan jarang memiliki pH netral karena mengandung berbagai mineral terlarut. Maka sebagian besar air hujan aman untuk diminum.

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri, air hujan tidak sepenuhnya bersih. Terdapat bakteri dan mungkin debu serta zat lainnya. Sedangkan tingkat polusi, jamur, dan kontaminan lainnya biasanya rendah.

Bagaimana cara membuat air hujan agar lebih aman dikonsumsi?

Air hujan bisa dikumpulkan dengan cara ditampung secara langsung pada ember atau bak. Hal yang terpenting ialah pastikan bahwa wadah yang Anda gunakan bersih dari kotoran. Setelah Anda menampungnya, biarkan setidaknya selama satu jam agar partikel berat yang terdapat di dalamnya menempel di dasar ember. Cara ini juga akan menghambat pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme yang dikandungnya.

Sumber: https://www.greenandgrowing.org/rainwater-harvesting-systems/

Namun, ada dua langkah penting yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas air hujan, yakni dengan merebus dan menyaringnya.

Merebus air hujan yang telah ditampung sampai mendidih akan membunuh bakteri. Sehingga walaupun air hujan pada dasarnya aman dikonsumsi, tetapi merebusnya membuat Anda merasa jauh lebih tenang mengonsumsinya. Selain itu, cara yang kedua ialah menggunakan penyaring air di bak penampungan air hujan. Melalui alat penyaring inilah zat-zat kimia, debu, jamur, dan kontaminan lainnya bisa tersaring dengan baik.

Kapan air hujan tidak aman dikonsumsi?

  • Meminum air hujan yang jatuh di daerah pabrik atau kawasan industri. Anda sangat tidak disarankan untuk minum air hujan yang jatuh di daerah pabrik. Hal ini dikarenakan hujan dipengaruhi oleh pemindahan air di atmosfer bumi dan lautan. Ketika turun hujan, air yang ada di bumi termasuk air laut, limbah, air sungai, dan sebagainya akan mengalami penguapan akibat adanya bantuan dari panas akibat sinar matahari. Air tersebut kemudian menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Hal inilah yang akan membahayakan jika meminum air hujan yang turun di sekitar daerah industri dimana terdapat banyak pabrik. Karena udara disekitarnya biasanya telah terkontaminasi zat-zat radioaktif berbahaya.
  • Air sudah tergenang di sebuah tempat atau terdapat pada tanaman. Ini karena airnya sudah tercampur dengan kotoran yang ada di permukaan tanaman atau benda tersebut.
  • Jika air hujan ditampung dengan wadah penampungan yang kotor.

Jika di sekitar rumah Anda masih ada sumber air bersih lainnya, ada baiknya untuk tidak menggunakan air hujan sebagai sumber air utama Anda. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan risiko negatif yang mungkin ditimbulkan akibat meminum air hujan. Anda bisa menggunakannya untuk keperluan lain seperti menyiram tanaman atau mencuci kendaraan.

Terlebih jika Anda memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh, maka Anda perlu mengonsultasikan terlebih dahulu pada dokter dalam mengonsumsi air hujan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 18, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 15, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca