Semua obat-obatan, termasuk vaksin, dapat menimbulkan efek samping. Reaksi setiap orang setelah diberikan vaksin HPV (human papillomavirus) serupa dengan vaksin lainnya. Efek samping vaksin HPV yang paling umum adalah nyeri, kemerahan dan/ atau bengkak di tempat suntikan. 

Namun, ini hanya bersifat sementara dan ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh merespon terhadap vaksin. Apa saja efek samping ini? Mari kita selengkapnya di bawah ini.

Efek samping vaksin HPV

Efek samping yang sangat umum

Lebih dari satu dari sepuluh perempuan yang mendapatkan vaksin HPV mengalami masalah di tempat suntikan seperti:

Efek samping yang sangat umum

Lebih dari satu per seratus perempuan yang mendapatkan vaksin HPV mengalami:

  • Demam
  • Mual (tidak enak badan)
  • Nyeri di lengan, jari tangan, kaki, dan jari kaki

Efek samping yang jarang terjadi

Sekitar satu per sepuluh ribu perempuan yang mendapatkan vaksin HPV mengalami ruam merah yang gatal (urtikaria atau biduran).

Efek samping yang sangat langka

Kurang dari satu dari sepuluh ribu perempuan yang mendapatkan vaksin HPV mengalami masalah dan kesulitan bernapas (bronkospasme).

Efek samping vaksin HPV yang risiko terjadinya belum begitu pasti

Kalau efek samping lainnya telah diketahui risiko terjadinya (yaitu sering, jarang, atau langka), ada beberapa efek samping vaksin HPV yang risiko terjadinya belum diketahui secara pasti. Hal ini karena informasi diterima dari orang yang melaporkan efek sampingnya sendiri, bukan dengan dikontrol atau uji klinis. Efek samping ini adalah:

  • Masalah darah, yang menyebabkan memar tanpa sebab atau perdarahan
  • Panas dingin
  • Pingsan (hilang kesadaran)
  • Pusing
  • Perasaan tidak enak badan.
  • Sindrom Guillain Barré
  • Nyeri sendi
  • Limfadenopati
  • Nyeri otot atau lemas
  • Kejang
  • Kelelahan atau lemas
  • Muntah

Jika Anda merasa tidak sehat atau memiliki kekhawatiran tentang efek samping di atas setelah menerima vaksin HPV, cari bantuan medis. Jika Anda merasa sangat sakit, segera kunjungi layanan kesehatan darurat.

Reaksi alergi

Dalam kasus yang jarang terjadi, Anda mungkin mengalami reaksi alergi serius setelah mendapatkan vaksin, yang juga dikenal sebagai syok anafilaktik. Tanda-tanda syok anafilaktik termasuk:

  • Kesulitan bernapas 
  • Mata, bibir, alat kelamin, tangan, kaki dan daerah lainnya membengkak (angioedema)
  • Gatal
  • Mulut terasa seperti besi
  • Mata sakit, merah, dan gatal
  • Perubahan denyut jantung
  • Hilang kesadaran

Sekali lagi, reaksi parah seperti ini sangat langka. Perbandingannya yaitu satu per satu juta orang. Jika Anda memiliki reaksi alergi yang parah, segera hubungi dokter.

Hubungan antara kelelahan kronis dan vaksin HPV

Ada laporan di media yang menyatakan bahwa beberapa perempuan mengalami sindrom kelelahan kronis setelah vaksinasi HPV. Penyebab sindrom kelelahan kronis (atau dikenal sebagai myalgic encephalomyelitis atau ME) tidak diketahui, namun itu terjadi secara alami pada remaja, dan lebih banyak terjadi pada anak perempuan dibandingkan pada anak laki-laki.

WHO Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) secara teratur meninjau bukti yang muncul pada keamanan vaksinasi HPV, dan mengeluarkan pernyataan di bulan Maret 2014 bahwa tidak ada hubungan nyata antara vaksin HPV dan penyakit autoimun.

Di samping itu, risiko penularan HPV dan perkembangan kanker serviks masih jauh lebih besar dari risiko efek samping vaksin HPV. Jadi, tidak perlu khawatir kalau Anda mau suntik vaksin HPV.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca