home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Jenis Vape (Rokok Elektrik) Paling Populer, Adakah yang Aman Buat Kesehatan?

Berbagai Jenis Vape (Rokok Elektrik) Paling Populer, Adakah yang Aman Buat Kesehatan?

Vape atau rokok elektrik ternyata terdiri dari berbagai jenis. Ya, selain rasa vape yang bisa dipilih, Anda juga bisa memilih berbagai jenis alat pemanas untuk memanaskan cairan vape atau biasa dikenal dengan vaporizer. Simak penjelasannya berikut ini.

Apa saja jenis vape yang tersedia?

Banyak jenis vape yang diperjual-belikan untuk penikmat rokok elektrik, dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Tadinya, rokok elektrik bertujuan untuk membantu seseorang meninggalkan kebiasaan merokoknya.

Namun, National Institute on Drug Abuse menyebutkan bahwa ternyata rokok elektrik juga dapat membahayakan kesehatan Anda, sama seperti rokok konvensional.

Berikut ini merupakan jenis-jenis vaporizer dan penjelasannya.

1. Jenis disposable

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, menyebutkan bahwa vape disposable merupakan jenis rokok elektronik generasi pertama.

Anda hanya dapat menggunakan vape jenis ini hanya satu kali dalam satu waktu. Artinya, vape jenis disposable tidak dapat diisi ulang.

Vape jenis disposable tidak lagi berguna jika liquidnya sudah habis. Bentuknya pun sengaja dibuat mirip dengan rokok konvensional.

2. Jenis pen

Vaporizer jenis pen ini bentuknya seperti pulpen, sesuai dengan namanya. Rokok elektronik pen merupakan vaporizer dengan bentuk terkecil yang bisa dibawa ke mana-mana.

Vape pen dapat menghasilkan uap dengan cara memanaskan cairan vape. Terdapat dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vape, yaitu:

dampak vape bagi performa seks

Atomizer

Ini adalah elemen pemanas untuk memanaskan cairan vape yang mengandung nikotin.

Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya, membuat rasa vape menjadi tidak enak lagi.

Dekat dengan atomizer, terdapat tank sebagai tempat bahan yang akan dipanaskan.

Cartomizer

Ini adalah kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturan ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas.

Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi.

Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 V, tapi ada juga baterai yang bisa diatur tegangannya. Baterai ini bisa mempunyai kekuatan sampai 1300 mAh.

Hati-hati dengan baterai vape karena bisa meledak dan membahayakan Anda. Hindari alat ini dari jangkauan anak-anak.

3. Jenis portable

Jenis vape portable atau juga dikenal dengan handheld vaporizer bentuknya lebih besar dibandingkan dengan vaporizer pen.

Namun, vaporizer ini juga bisa dibawa ke manapun, sama seperti vaporizer pen. Walaupun lebih besar dari vaporizer pen, vaporizer portable masih bisa dimasukkan ke kantung Anda.

Tidak jauh berbeda dengan vaporizer pen, vaporizer portable juga mempunyai komponen elemen pemanas dan baterai.

Namun, pada vaporizer portable, cairan vape tidak kontak langsung dengan elemen pemanas, sehingga menghasilkan rasa yang lebih baik dan asap yang lebih sedikit.

vape bisa meledak

Baterai pada vaporizer portable biasanya dapat bertahan 2-3 jam atau bahkan lebih.

Seberapa banyak uap yang bisa dihasilkan dari alat vape tergantung dari:

  • daya baterai,
  • seberapa banyak elemen pemanas atau kawat yang ada di atomizer (biasanya 0,5 Ohm sudah cukup optimal untuk menghasilkan panas),
  • dan komposisi dalam cairan vape (semakin tinggi kadar vegetable glycerin, semakin banyak uap yang bisa dihasilkan).

Meskipun begitu, panas tinggi yang bisa dihasilkan dari alat vape bisa meningkatkan risiko vape untuk meledak.

Ingat, cairan vape pastinya mengandung nikotin. Selain itu, vape juga mengandung bahan dasar dan perasa. Bahan dasar ini terdiri dari propylene glycol dan vegetable glycerin yang kadarnya bervariasi.

Propylene glycol lebih cair dan berair, sedangkan vegetable glycerin lebih kental dan mempunyai rasa lebih manis. Namun, kedua bahan dasar tersebut dapat menyebabkan Anda mengalami reaksi alergi.

4. Jenis desktop

Berbeda dengan vape pen dan portable, vape jenis desktop ini bentuknya lebih besar dan tidak dapat dibawa ke mana-mana.

Vaporizer desktop ini hanya bisa digunakan di rumah atau di satu tempat.

Vaporizer desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk menempatkannya, serta memerlukan pasokan energi yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik.

shisha atau rokok elektrik vape

Tentunya vaporizer desktop bisa menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada vaporizer lainnya.

Ini karena vaporizer desktop bergantung pada pasokan energi yang stabil.

Semakin tajam rasa vape dan semakin banyak uap yang dihasilkan mungkin membuat pengguna vape merasa puas.

Namun, hati-hati semakin banyak uap yang dihasilkan, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami.

Kandungan dalam uap vape dan bahayanya

Berbagai jenis vape atau rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok biasa. Namun, ternyata risiko menghirup rokok elektrik tidak jauh berbeda dengan rokok biasa.

Uap rokok elektronik mengandung nanopartikel dalam jumlah tinggi. Nanopartikel ini beracun, dapat menumpuk dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan.

Menghirup uap vape telah dikaitkan dengan penyakit asma, stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

Penelitian lain juga menemukan bahwa uap yang dihasilkan rokok elektrik mengandung pelarut, di mana terkandung nikotin dan perasa. Pelarut ini dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru.

Semakin tinggi panas dan semakin banyak uap yang dihasilkan, pengguna vape semakin menikmatinya.

Namun, semakin banyak uap yang dihasilkan, maka semakin banyak nikotin yang terkandung dalam setiap tiupan.

Selain itu, semakin tinggi panas yang dihasilkan juga dapat memicu kerusakan pelarut, sehingga pelarut dapat berubah menjadi senyawa yang lebih berbahaya, yaitu karbonil.

Senyawa karbonil ini, contohnya adalah formaldehida dan asetaldehida yang dapat menyebabkan kanker.

Semakin tinggi daya vaporizer bahkan bisa menghasilkan formaldehida yang sama seperti yang ditemukan dalam asap tembakau.

Selain nikotin dan pelarut, uap vape juga mengandung perasa dan pengawet.

Walaupun keduanya mungkin aman, uap vape ini bisa juga membahayakan kesehatan ketika dihirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vaping Devices (Electronic Cigarettes) DrugFacts | National Institute on Drug Abuse. (2020). Retrieved 16 March 2021, from https://www.drugabuse.gov/publications/drugfacts/vaping-devices-electronic-cigarettes

About Electronic Cigarettes (E-cigarettes). (2020). Retrieved 16 March 2021, from https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/about-e-cigarettes.html

What Do We Know About E-cigarettes?. (2021). Retrieved 16 March 2021, from https://www.cancer.org/healthy/stay-away-from-tobacco/e-cigarettes-vaping/what-do-we-know-about-e-cigarettes.html

Vaporizers, E-Cigarettes, and other ENDS. (2020). Retrieved 16 March 2021, from https://www.fda.gov/tobacco-products/products-ingredients-components/vaporizers-e-cigarettes-and-other-electronic-nicotine-delivery-systems-ends

E-cigarette, or Vaping, Products Visual Dictionary. (2021). Retrieved 16 March 2021, from https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/e-cigarettes/pdfs/ecigarette-or-vaping-products-visual-dictionary-508.pdf

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 26/12/2016
x