Shisha, Alternatif Lain dari Rokok yang Tak Kalah Berbahaya untuk Tubuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/12/2019
Bagikan sekarang

Shisha kerap dijadikan alternatif rokok yang dianggap lebih aman. Shisha juga memiliki varian rasa yang cukup beragam untuk dinikmati sehingga dianggap lebih ringan. Namun, anggapan shisha lebih aman keliru karena “rokok berperisa” ini punya bahaya yang setara dengan rokok tembakau. Tahukah Anda mengisap shisha selama 45 hingga 60 menit sama dengan menghabiskan satu bungkus rokok? 

Apa itu shisha?

Shisha atau hookah adalah istilah dari Mesir untuk menyebut pipa air dengan tabung panjang yang terhubung ke sebuah wadah. Pipa ini digunakan untuk mengisap campuran tembakau rasa buah yang dibakar di atas wadah dengan menggunakan arang khusus.

Hasil pemanasan ini kemudian mendorong asap ke dalam wadah air yang nantinya akan menguap. Uap inilah yang nantinya akan dihirup melalui selang untuk dinikmati.

Hookah pertama kali ditemukan ratusan tahun yang lalu di Timur Tengah. Namun saat ini, popularitasnya juga sudah mendunia dari mulai Asia, Amerika hingga Eropa.

Kandungan shisha

Shisha atau hookah mengandung tiga bahan utama, yaitu:

  • Tembakau yang dimaniskan dengan gula buah atau gula molase yang salah satunya mengandung nikotin
  • Perasa seperti apel, mangga, kelapa, mint, stroberi, atau kola
  • Kayu, batu bara atau arang untuk memanaskan tembakau dan menciptakan asap

Kandungan gula buah atau gula molase ini membuat asapnya lebih aromatik dibandingkan dengan asap rokok. Oleh karena itu, banyak orang menganggap bahwa asap shisha jauh lebih aman karena baunya tak semenyengat rokok. Padahal, asap hookah mengandung berbagai senyawa beracun seperti:

  • Karbon monoksida
  • Tar
  • Logam berat

Berbagai senyawa ini tak ada yang membawa manfaat untuk tubuh. Sebaliknya, senyawa ini justru bisa memicu masalah kesehatan terutama jika diisap terus menerus.

Apakah shisha menyebabkan kecanduan seperti rokok?

Hookah mengandung tembakau, yaitu bahan yang juga terdapat di dalam rokok. Tembakau mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti nikotin, tar, dan logam berat termasuk timah dan arsenik.

Nikotin merupakan bahan kimia yang menyebabkan kecanduan saat Anda menghisap atau mengonsumsi tembakau. Menurut National Institutes of Health, nikotin sama adiktifnya seperti heroin dan kokain.

Nikotin bisa mencapai otak dalam 8 detik setelah terhirup. Saat hookah diisap, darah membawa nikotin ke kelenjar adrenalin dan memicu produksi hormon adrenalin.

Hal ini membuat detak jantung dan tekanan darah meningkat sementara nafsu makan justru berkurang. Selain itu, nikotin juga membuat Anda menjadi lebih terjaga. Inilah mengapa nikotin kerap menjadi pelarian saat seseorang merasa ngantuk atau stres.

Seiring berjalannya waktu, nikotin bisa membuat otak mengalami kebingungan. Hal ini membuat Anda merasa ada yang kurang dan cemas jika tidak mengonsumsinya.

Akibatnya, Anda akan mencari-cari produk nikotin untuk menghilangkan sensasi ini. Oleh karena itulah baik rokok maupun hookah keduanya bisa membuat seseorang mengalami kecanduan.

Bahaya shisha yang merusak kesehatan

Sumber: Egyptian Street

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika (CDC) menyatakan bahwa tembakau untuk merokok maupun shisha berisiko serius bagi kesehatan. Studi menunjukkan bahwa paparan asap shisha sama beracunnya dengan asap rokok.

Dalam satu jam, shisha biasanya diisap hingga 200 kali, sementara rokok rata-rata hanya sekitar 20 isapan. Selain itu, jumlah asap yang dihirup selama mengisap shisha sekitar 90.000 ml sementara saat merokok hanya 500 sampai 600 ml.

Hal ini membuat racun shisha banyak diserap ke dalam tubuh dan memicu timbulnya berbagai efek samping untuk kesehatan. Berikut beberapa bahaya atau efek samping shisha:

1. Meningkatkan risiko kanker

Shisha punya efek samping yang tak main-main yaitu bisa meningkatkan risiko kanker. Sebuah penelitian dalam International Archives Of Medicine menyatakan bahwa asap tembakau dalam shisha mengandung 4.800 bahan kimia berbeda dan 69 di antaranya menyebabkan kanker.

Tak hanya itu, mengisap shisha ternyata bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa jenis kanker. Dibandingkan dengan yang bukan perokok, kadar antioksidan dan vitamin C di dalam tubuh mereka ternyata lebih rendah. Padahal, keduanya menjadi nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mencegah kanker.

Arang yang digunakan untuk memanaskan tembakau pada shisha bahaya untuk tubuh. Ini karena arang shisha memproduksi karbon monoksida, logam, dan bahan kimia lain yang menyebabkan kanker.

Tak hanya kanker paru, tembakau dan asap shisha juga mengandung racun yang menjadi penyebab kanker kandung kemih dan mulut.

Selain itu, beberapa penelitian lain juga menyebutkan bahwa shisha bisa menyebabkan kanker tenggorokan, pankreas, kandung kemih, dan prostat.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Asap shisha mengandung bahan kimia berbahaya seperti pada rokok. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Dalam penelitian ini, didapat bukti bahwa urine orang yang mengisap shisha dan perokok punya beberapa bahan kimia yang sama.

Karbon monoksida menjadi salah satu senyawa yang ditemukan di dalamnya. Pada shisha, karbon monoksida ini berasal dari batu bara atau arang yang digunakan sebagai bahan bakar yang punya bahaya tak terelakkan.

Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam JRSM Open, menemukan bukti bahwa para pengisap shisha punya kadar karbon monoksida tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan perokok dalam tubuhnya.

Karbon monoksida adalah zat yang bisa mengurangi penyerapan oksigen oleh tubuh. Ini karena karbon monoksida bisa mengikat sel darah merah hingga 230 kali lebih kuat dari oksigen.

Oleh karenanya, menghirup terlalu banyak karbon monoksida bisa menurunkan kadar oksigen yang seharusnya diserap tubuh. Ketika oksigen yang diserap terlalu rendah, berbagai organ penting termasuk jantung akan melemah dan terganggu kerjanya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa tekanan darah seseorang setelah mengisap shisha meningkat cukup tajam. Tekanan darah rata-rata naik dari 129/81 mmHg menjadi 144/90 mmHg.

Apabila kebiasaan ini diteruskan, Anda bisa mengalami tekanan darah tinggi kronis sehingga risiko penyakit jantung dan stroke meningkat.

3. Memicu masalah pada paru dan pernapasan

Para peneliti di New York membandingkan kesehatan pernapasan pada perokok shisha dengan mereka yang bukan perokok. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa orang-orang yang merokok shisha kerap mengalami masalah pada paru-parunya.

Batuk, dahak, tanda peradangan, dan penumpukan cairan di paru-paru menjadi masalah yang banyak menyerang para perokok shisha.

Dengan kata lain, shisha memicu masalah pada paru dan sistem pernapasan. Pasalnya sama seperti rokok, shisha juga mengeluarkan asap yang bahaya disertai dengan partikel abu halus di dalamnya.

4. Masalah pada janin

Bila asap shisha dihirup ibu hamil, anak yang dilahirkan berisiko tinggi memiliki penyakit pernapasan. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu yang sering merokok shisha juga cenderung lahir dengan berat badan yang rendah.

Oleh karena itu, hindari menghirup shisha secara langsung atau dari orang lain agar janin tak terpapar racun berbahaya.

5. Meningkatkan risiko infeksi

Tak seperti rokok, shisha biasanya digunakan secara berbarengan bersama teman dalam satu corong. Oleh karena itu, shisha biasanya diisap secara bergantian dari satu mulut ke mulut lainnya.

Merokok dari corong yang sama bisa menyebabkan infeksi menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Pasalnya, sebagian bakteri atau virus tetap berada dalam corong jika tidak dibersihkan dengan benar.

Infeksi yang biasanya rentan menyebar yaitu:

Efek samping shisha ini bisa Anda dapatkan meski teman Anda mungkin terlihat sehat-sehat saja.

Apakah shisha herbal juga bahaya untuk kesehatan?

Shisha herbal memang tidak menggunakan tembakau. Shisha jenis ini biasanya menggunakan perisa buah atau bahan alami.

Akan tetapi tetap saja, asap pembakaran dan arang sebagai bahan bakarnya tetap menghasilkan zat beracun seperti karbon monoksida. Meski sedikit, efek buruknya untuk kesehatan tetap ada dan tak bisa diabaikan.

Oleh sebab itu, mengingat efek samping shisha yang cukup banyak, akan jauh lebih baik jika Anda tidak mencobanya demi kesehatan yang lebih baik. Selain itu, menjauhlah dari lingkungan di mana asap shisha banyak mengepul.

Shisha vs vape, mana yang lebih aman?

Shisha dan vape atau rokok elektrik sama-sama mengandung perasa. Bedanya, hookah pasti mengandung tembakau sementara vape belum tentu. Lantas, manakah yang lebih aman?

Berbicara soal yang lebih aman tentu saja hal ini tidak bisa dibandingkan. Pasalnya, baik hookah maupun vape punya bahayanya tersendiri.

Meski vape tidak mengandung tembakau, produk ini masih mengandung nikotin, karbon monoksida, dan senyawa organik yang mudah menguap. Berbagai bahan ini bisa memicu masalah pada paru hingga meningkatkan risiko kanker sama seperti hookah.

Oleh karena itu, baik hookah maupun vape keduanya sama-sama bisa memicu masalah kesehatan. Jangan jadikan salah satunya sebagai alternatif karena dianggap lebih aman.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Rokok kretek adalah rokok asli Indonesia yang tak kalah berbahaya dengan rokok filter biasa. Kenali kandungan dan bahayanya dalam ulasan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Fakta Di Balik Manfaat Kopi untuk Pengidap Asma

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa kopi memiliki manfaat untuk para penderita asma. Mengapa bisa demikian? Temukan jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Berbagai Masalah Kesehatan yang Dapat Muncul Jika Tembok Rumah Anda Berjamur

Tidak hanya mengganggu pandangan, ternyata ada bahaya dari tembok rumah yang berjamur dan bisa mengganggu kesehatan tubuh Anda. Apa saja efeknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

hidup dengan sebelah paru

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020
penggumpalan darah

Benarkah Rokok Menyebabkan Penggumpalan Darah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 19/03/2020
cara membersihkan paru-paru perokok pasif

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020
Prevalensi kanker paru di Indonesia

Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 11/02/2020