home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Bahaya Asap Vape yang Perlu Anda Waspadai

Berbagai Bahaya Asap Vape yang Perlu Anda Waspadai

Bahaya asap vape atau rokok elektrik ternyata tidak jauh berbeda dengan asap merokok. Bahayanya pun tak hanya untuk penggunanya, tetapi juga bagi orang di sekelilingnya. Lantas, haruskah para non-perokok khawatir soal potensi efek samping dari menghirup udara yang sudah bercampur dengan asap vape, layaknya bahaya menghirup asap rokok tembakau?

Apa yang terkandung dalam asap vape?

Sebelum membahas bahaya asap vape, Anda perlu mengetahui apa yang terkandung di dalamnya. Cairan vape sendiri mengandung beberapa zat kimia berbahaya, seperti:

  • propilen glikol,
  • gliserin nabati,
  • nikotin,
  • perasa tambahan,
  • dan sejumlah bahan kimia lainnya.

Setelah dipanaskan, cairan tersebut menguap menjadi kabut asap yang dihirup seperti asap rokok tembakau sebelum akhirnya akan dilepaskan ke atmosfer.

Selain partikel uap air, asap vapor juga mengangkut:

  • partikel nikotin ultra-halus,
  • senyawa polutan organik yang mudah menguap,
  • dan hidrokarbon yang berpotensi karsinogenik lainnya ke udara.

Kandungan ini tetap bisa terhirup, bahkan di ruangan yang berventilasi mumpuni. Satu fakta ini saja bisa mengkonfirmasi bahwa rokok elektrik tidak sepenuhnya bebas polusi.

Apa saja bahaya asap vape?

Studi dan bukti ilmiah kuat yang menyoal efek kesehatan dari paparan asap vape pada orang yang menghirupnya masih sangat terbatas.

Namun, kebanyakan pakar kesehatan sejauh ini berspekulasi bahwa paparan polutan dari rokok elektrik mungkin bisa memicu masalah kesehatan.

Ini karena partikel super halus yang terangkut bersama asap mungkin dapat menumpuk di paru-paru.

Partikel tersebut dapat memperburuk masalah pernapasan yang dimiliki seseorang, misalnya asma dan menyempitkan pembuluh darah yang bisa memicu serangan jantung.

Tak hanya itu, asap rokok elektrik juga memiliki bahaya berupa peningkatan risiko kanker tertentu. Ini karena asap vape mengandung beberapa karsinogen.

Selain bagi pengguna vape, asap rokok elektronik ini juga berbahaya bagi orang-orang di sekelilingnya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Anak-anak

Salah satu pihak yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat bahaya asap vape adalah anak-anak. Ini karena daya tahan tubuh mereka tidak sekuat orang dewasa.

Sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Preventing Chronic Disease meneliti soal bahaya asap vape terhadap anak-anak.

Jurnal itu menyebutkan bahwa asap vape mengandung nikotin yang dapat membahayakan perkembangan janin hingga dewasa, khususnya pada otak dan paru-paru.

Wanita hamil

Jurnal Preventing Chronic Disease juga menyatakan bahwa partikel nikotin pada asap vape yang terhirup oleh wanita hamil juga berbahaya bagi kandungannya, seperti:

  • berat badan lahir rendah,
  • persalinan prematur,
  • lahir mati,
  • dan sindrom kematian bayi mendadak.

Penderita penyakit paru-paru

Asap vape memiliki bahaya yang lebih parah untuk mereka yang mengidap penyakit paru-paru.

Aerosol vape mengandung perasa, seperti diacetyl, bahan kimia yang dapat merusak fungsi silia di saluran pernapasan.

Ini dapat membuat kondisi paru-paru semakin parah. Zat kimia berbahaya tersebut berkaitan dengan gangguan paru-paru, seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Studi yang disebutkan dalam situs Asthma New Zealand menyebutkan asap vape memiliki bahaya meningkatkan serangan asma pada remaja penderita asma.

Kandungan nikotin pada asap rokok elektrik dapat memicu asma karena senyawa tersebut dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru.

Bahaya asap vape yang tertinggal di permukaan

Asap vape tidak hanya memiliki bahaya bagi mereka yang langsung menghirup asapnya, baik pengguna ataupun orang-orang di sekitarnya.

Jurnal Nicotine & Tobacco Research menyebutkan bahwa asap vape yang berada di udara tidak langsung hilang begitu saja. Asap vape bisa tertinggal di berbagai permukaan benda.

Anda dapat merasakan bahaya asap vapor hanya dengan menyentuh permukaan-permukaan yang telah terkontaminasi.

Apakah asap vape lebih baik dari asap rokok tembakau?

Tingkat paparan racun yang dihasilkan dari rokok elektronik dianggap lebih rendah dari rokok tradisional. Namun, hanya beberapa karsinogen dalam asap vape yang telah berhasil diidentifikasi sejauh ini.

Jika dihadapkan oleh dua pilihan: menghirup asap vape atau asap tembakau, para pakar tampak sepakat bahwa peluang kesehatan Anda akan lebih baik jika bernapas dalam uap dari asap vape daripada asap rokok tembakau.

Asap tembakau mengandung ribuan bahan kimia, 60 dari bahan kimia ini merupakan karsinogen yang dikenal, sementara karsinogen dari uap vape hanya segelintir.

Meskipun begitu, sebaiknya Anda tetap menjauhkan vape ataupun rokok demi kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi. Berhenti merokok atau mengisap vape adalah pilihan terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s in an E-Cigarette?. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://www.lung.org/quit-smoking/e-cigarettes-vaping/whats-in-an-e-cigarette

Ballbè, M., Martínez-Sánchez, J., Sureda, X., Fu, M., Pérez-Ortuño, R., & Pascual, J. et al. (2014). Cigarettes vs. e-cigarettes: Passive exposure at home measured by means of airborne marker and biomarkers. Environmental Research, 135, 76-80. doi: 10.1016/j.envres.2014.09.005

Nguyen, K., Tong, V., Marynak, K., & King, B. (2017). Perceptions of Harm to Children Exposed to Secondhand Aerosol From Electronic Vapor Products, Styles Survey, 2015. Preventing Chronic Disease, 14. doi: 10.5888/pcd14.160567

The Reality of Asthma Care in The UK. (2021). Retrieved 17 March 2021, from https://www.asthma.org.uk/578f5bcf/globalassets/get-involved/external-affairs-campaigns/publications/annual-asthma-care-survey/annual-asthma-survey-2018/asthmauk-annual-asthma-survey-2018-v7.pdf

Zealand. (2021). Vaping can trigger asthma. Retrieved 17 March 2021, from https://www.asthma.org.nz/pages/vaping-can-trigger-asthma

Clapp, P., Peden, D., & Jaspers, I. (2020). E-cigarettes, vaping-related pulmonary illnesses, and asthma: A perspective from inhalation toxicologists. Journal Of Allergy And Clinical Immunology, 145(1), 97-99. doi: 10.1016/j.jaci.2019.11.001

Goniewicz, M., & Lee, L. (2014). Electronic Cigarettes Are a Source of Thirdhand Exposure to Nicotine. Nicotine & Tobacco Research, 17(2), 256-258. doi: 10.1093/ntr/ntu152

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 09/01/2017
x