backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Vapor dan Rokok Elektrik: Sama atau Beda?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 25/05/2021

Vapor dan Rokok Elektrik: Sama atau Beda?

Banyak orang bertanya-tanya apa perbedaan vapor dan rokok elektrik. Sebagian orang menganggap keduanya adalah dua alat berbeda. Namun, apakah benar vapor dan rokok elektrik memiliki perbedaan? Apakah sama berbedanya seperti vape dengan rokok tembakau? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu vapor?

Sebelum membahas tentang perbedaan vapor dan rokok elektrik, Anda perlu memahami apa itu vapor.

Vapor adalah alat dengan baterai yang digunakan orang untuk menghirup aerosol yang biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau United States Food and Drug Administration menyebut alat itu dengan nama electronic nicotine delivery system (ENDS).

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau

Vapor biasanya terdiri dari empat komponen, yaitu:

  • kartrid atau pod, yang menampung larutan cair (e-liquid atau e-juice),
  • elemen pemanas,
  • sumber listrik (biasanya baterai), dan
  • corong yang berguna untuk menghirup.

Alat ini bekerja dengan mengaktifkan perangkat pemanas bertenaga baterai yang menguapkan cairan di dalam kartrid. Pengguna kemudian menghirup aerosol atau uap yang dihasilkan.

Terdapat perbedaan pada cairan rokok elektrik pada tiap macam.

Namun secara umum, larutan (liquid) rokok elektrik terdiri dari empat jenis kandungan.

  • Nikotin. Sering kali kadar nikotin yang terkandung pada kemasan rokok elektrik tidak sesuai dengan kadar yang tercantum pada kemasannya.
  • Propilen glikol. Zat dalam kepulan asap yang biasa digunakan sebagai fog machine bagi acara-acara teatrikal.
  • Perasa, seperti diacetyl yang berkaitan dengan penyakit paru-paru serius.
  • Zat-zat lain seperti logam, silika, dll.
  • Awalnya, rokok elektrik memang digunakan sebagai terapi untuk berhenti merokok.

    Namun, sejak tahun 2010 WHO tak lagi merekomendasikan terapi tersebut karena bahaya rokok elektrik yang tidak aman bagi kesehatan.

    Apa perbedaan vapor dan rokok elektrik?

    vape mengandung nikotin

    Setelah melihat penjelasan di atas, Anda mungkin bertanya-tanya soal perbedaan vapor dan rokok elektrik.

    Jawabannya adalah vaporizer dan rokok elektrik tidak memiliki perbedaan apa pun. Ya, keduanya merupakan alat yang sama dengan penyebutan berbeda.

    Komponen elemen panas pada rokok elektrik dikenal dengan vaporizer alis vape.

    Pada sebagian besar rokok elektrik, menghirup rokok elektrik akan mengaktifkan baterai hingga akhirnya memanaskan cairan dalam katrid.

    Selanjutnya, rokok elektrik (vape) menghasilkan uap aerosol atau yang dikenal dengan vapor.

    Dengan kata lain, vape hanyalah sebutan yang mungkin paling populer untuk menerangkan rokok elektrik.

    Apa dampak negatif vapor?

    Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control menyebutkan bahwa vapor atau rokok elektrik memang tidak lebih berbahaya dari rokok tembakau.

    Pasalnya, aerosol rokok elektrik mengandung lebih sedikit zat kimia beracun daripada rokok tembakau, seperti rokok kretek dan rokok filter.

    Meskipun begitu, bukan berarti mengisap vapor benar-benar aman.

    Hingga kini, penelitian soal bahaya vapor terhadap kesehatan masih terus dilakukan. Berikut ini penjelasan soal sejumlah dampak negatif rokok elektrik yang sudah ditemukan.

    kecanduan vape

    1. Dampak negatif dari nikotin

    Kandungan produk vapor dan rokok elektrik mungkin memiliki sejumlah perbedaan tergantung mereknya. Namun, kebanyakan vapor mengandung nikotin yang berbahaya bagi kesehatan.

    Bahaya nikotin yang perlu Anda waspadai adalah:

    • dapat membuat Anda ketagihan,
    • buruk untuk perkembangan janin,
    • dapat membahayakan perkembangan otak anak-anak dan remaja, dan
    • bahaya bagi wanita hamil dan bayinya.

    2. Berdampak buruk untuk paru-paru

    Selain nikotin, aerosol rokok elektrik juga mengandung komponen yang dapat membahayakan tubuh Anda, termasuk paru paru.

    Berikut ini kandungan liquid vapor yang berbahaya untuk paru-paru Anda.

    • Diacetyl, yaitu perasa dalam rokok elektrik yang dapat merusak saluran kecil di paru-paru.
    • Formaldehida, yaitu bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung.
    • Acrolein, yaitu bahan yang paling sering digunakan sebagai pembunuh gulma dan dapat merusak paru-paru.

    3. Berpotensi meledak

    Baterai rokok elektrik yang rusak dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan. Ini tentu dapat membuat Anda mengalami cedera serius.

    Sebagian besar ledakan rokok elektrik terjadi ketika daya baterainya sedang diisi.

    Selain tiga dampak negatif di atas, vapor atau rokok elektrik memiliki efek beracun.

    Anak-anak dan orang dewasa dilaporkan mengalami keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap liquid vapor melalui kulit dan mata mereka.

    Pada intinya, vapor dan rokok elektrik tidak memiliki perbedaan apa pun, tetapi keduanya mempunyai perbedaan dengan rokok tembakau.

    Meski sering dianggap lebih aman dari rokok tembakau, vapor tetap tidak bermanfaat untuk kesehatan tubuh Anda.

    Segeralah berhenti merokok demi kualitas hidup yang lebih baik.

    Jika Anda kesulitan, pilihlah terapi berhenti merokok selain mengisap vapor, misalnya dengan terapi pengganti nikotin.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 25/05/2021

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan