7 Bahaya Rokok untuk Kesehatan Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sudah menjadi hal yang umum bahwa perempuan saat ini juga banyak yang merokok, meski stereotip di masyakat masih menganggap bahwa wanita yang merokok dianggap tidak baik. Sebenarnya, permasalahan utama bukan pada label di masyarakat, melainkan pada dampak rokok terhadap kesehatan itu sendiri. Dan ternyata, selain dampak dari rokok yang mengancam semua perokok, wanita juga berisiko mengalami bahaya rokok yang spesifik terjadi pada tubuh wanita.

BACA JUGA: Bahaya Vape dan Fakta Lain Seputar Rokok Elektrik

Apa saja bahaya rokok untuk wanita?

Jika Anda melihat iklan rokok, pasti Anda sudah membaca beberapa dampak yang rokok pada tubuh, salah satunya dapat menyebabkan gangguan pada janin. Berikut ini beberapa bahaya rokok lainnya untuk wanita:

1. Mengurangi kepadatan tulang

Merokok dapat menghasilkan radikal bebas – molekul yang menyerang pertahanan alami tubuh. Radikal bebas dapat mengganggu keseimbangan hormon. Hati Anda akan menghasilkan enzim yang dapat merusak estrogen, hal ini memicu hilangnya kepadatan tulang. Padahal, estrogen memiliki peran penting untuk pembentukan tulang. Jika Anda sekarang sudah memasuki usia menjelang menopause, Anda harus segera berhenti merokok. Produksi hormon estrogen berkurang saat Anda menopause, dan ketika Anda merokok, tulang akan semakin rentan karena kehilangan kepadatannya.

BACA JUGA: Kenapa Perempuan Menopause Berisiko Osteoporosis dan Osteoarthritis?

2. Memicu rematik (rheumatoid arthritis)

Rematik membuat sendi Anda terasa panas dan bengkak. Gejala yang muncul terkadang tidak terdeteksi. Anda juga akan merasa kaku dan nyeri pada sendi.  Penyebab penyakit ini masih misteri, meski hormon dan genetik dapat berperan dalam memicu penyakit ini. Tapi tahukah Anda bahwa sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Arthritis Research and Therapy menemukan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko terkena rematik?

Terbentuknya rematik pada tubuh akan menurun ketika seseorang berhenti merokok. Para peneliti berasumsi bahwa merokok dapat mengarahkan fungsi imun yang salah ketika Anda telah memiliki faktor genetik sakit rematik ini. Selain itu, merokok juga dapat menghambat efektivitas pengobatan rematik Anda. Bahkan ketika Anda butuh operasi, merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

Anda mungkin tidak merasakan bahwa merokok  membuat rematik Anda semakin memburuk. Hal ini disebabkan oleh pengaruh nikotin. Zat adiftif tersebut dapat memberikan efek yang menenangkan, sehingga Anda merasa ketika merokok, rasa sakit tersebut berkurang.  Padahal fakta yang ada di dalam tubuh Anda tidak seperti itu.

BACA JUGA: Kecanduan Nikotin: Kenapa Bisa Terjadi dan Bagaimana Mengatasinya?

3. Meningkatkan risiko katarak

Katarak adalah salah satu penyakit di mana lensa mata Anda berkabut. Penelitian menunjukkan seseorang yang pernah merokok memiliki peningkatan risiko terkena penyakit katarak. Bahkan, risiko tersebut juga dapat dialami oleh perokok pasif. Katarak memang umum terjadi pada orang yang lanjut usia, yang disebabkan oleh age-related macular degeneration (AMD) pada bagian tengah retina. Penelitian menunjukkan, perokok mengalami peningkatan risiko AMD dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok sama sekali.

4. Depresi

Memang nikotin dapat menawarkan efek yang menenangkan bagi penggunanya, namun berdasarkan British Journal of Psychiatry, peneliti mengungkapkan bahwa ketergantungan nikotin dapat menyebabkan depresi. Ada bukti peningkatan gejala depresi yang konsisten antara efek dari merokok dan depresi. Menurut Profesor David Fergusson yang dikutip situs Psychcentral, meskipun bukti tersebut masih belum jelas, ada kemungkinan nikotin dapat menyebabkan perubahan aktivitas neurotransmitter di otak, sehingga terjadi peningkatan risiko depresi.

5. Bisul dalam perut

Mekanisme perlindungan tubuh secara alami dapat terganggu oleh zat-zat yang terkandung pada rokok, termasuk mengganggu asam lambung. Menurut Michael Brown, MD, profesor kedokteran di Rush University Medical Center, Chicago, merokok dapat mengganggu saluran pencernaan, secara tidak langsung berkontribusi menyebabkan maag dan meningkatkan refluks asam lambung dengan cara melemahkan otot sphincter – yang berfungsi untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

6. Siklus haid tidak teratur

Perempuan yang merokok dapat berisiko mengalami infertilitas alias tidak subur. Merokok juga dapat menyebabkan dismenore – nyeri yang tak tertahankan saat menstruasi. Selain itu, perempuan yang merokok juga berisiko mengalami menopause dini, yaitu satu hingga dua tahun lebih awal.

BACA JUGA: Kenapa Seorang Wanita Bisa Mengalami Menopause Dini?

7. Menyebabkan kanker paru-paru

Pada awal abad ke-20, kanker paru masih merupakan penyakit yang jarang ditemukan. Baru pada 1950, kanker paru-paru menjadi penyebab utama kematian laki-laki pada negara berkembang. Pada tahun 1970 hingga 1980, angka kematian akibat kanker paru semakin meningkat, baik pada laki-laki maupun perempuan. Salah satu penyebab kanker paru mulai merambat kepada perempuan karena makin banyak perempuan yang sudah mengenal rokok. Kanker ini disebabkan oleh tembakau pada rokok yang akan menjadi racun ketika masuk ke dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sponsored
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit