8 Manfaat Kolang-kaling, Cegah Penuaan hingga Pengeroposan Tulang

8 Manfaat Kolang-kaling, Cegah Penuaan hingga Pengeroposan Tulang

Selain dijadikan campuran untuk minuman es buah atau dibuat manisan, ternyata ada manfaat kolang-kaling yang tak boleh terlewatkan.

Ya, di balik kesegaran, kekenyalan, kelembutan, dan rasanya yang manis, kolang-kaling memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh.

Kandungan gizi

Kolang-kaling terbuat dari biji tanaman aren yang memiliki nama latin Arenga pinnata.

Buah ini banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Di Indonesia, kolang-kaling juga sering disebut sebagai buah atap atau buah aren.

Buah aren berwarna putih transparan, berbentuk lonjong, dan bertekstur kenyal. Jika diolah menjadi minuman, kolang-kaling memiliki rasa yang menyegarkan.

Tidak hanya enak, manfaat kolang-kaling juga bisa Anda dapatkan karena zat gizi yang dimilikinya. Berikut kandungan gizi dalam kolang-kaling:

Manfaat kolang-kaling

manfaat kolang kaling

Di Indonesia, kolang-kaling banyak digemari orang karena rasanya yang enak dan kesegarannya.

Biasanya, buah yang satu ini biasa disajikan dalam bentuk manisan, es buah, atau campuran kolak pisang.

Selain enak dan menyegarkan, kolang-kaling menawarkan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berikut berbagai manfaatnya yang sayang untuk dilewatkan.

1. Mencegah penuaan dini

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacognosy Research menyebutkan bahwa Arenga pinnata, juga dikenal sebagai buah aren, sangat kaya akan kandungan senyawa galactomannan.

Galactomannan sendiri merupakan sejenis gula polisakarida yang dipercaya memiliki khasiat anti-aging.

Hasil penelitian menemukan bawah galactomannan mampu menghambat tirosinase lebih dari 50 persen.

Tirosinase sendiri adalah senyawa yang terlibat dalam pembentukan melanin, yaitu zat yang memberikan pigmen (warna) pada kulit.

Melanin juga bertanggung jawab sebagai salah satu penyebab bintik-bintik kulit, yang bisa muncul karena proses penuaan kulit.

Tak hanya itu, galactomannan juga diketahui mampu melawan radikal bebas pemicu penuaan dini.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kembali manfaat kolang-kaling dalam mencegah penuaan dini.

2. Memperlancar sistem pencernaan

Manfaat kolang-kaling yang kedua adalah membantu melancarkan sistem pencernaan.

Hal ini dikarenakan dalam 100 gram kolang-kaling mengandung sekitar 1,6 gram serat tidak larut.

Jenis serat ini mendukung pergerakan sistem pencernaan dan meningkatkan massa feses.

Konsumsi makanan yang mengandung serat yang tidak larut bermanfaat untuk Anda yang sedang mengalami sembelit alias konstipasi.

Selain dari kolang-kaling, serat tidak larut air dapat ditemukan dalam gandum, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

3. Mencegah pengeroposan tulang

Penurunan hormon estrogen secara drastis setelah menopause membuat wanita lebih rentan kehilangan kepadatan tulang.

Akibatnya, tulang mereka menjadi lebih tipis dan rentan mengalami osteoporosis.

Nah, kandungan kalsium dan fosfor dalam kolang-kaling dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang pada wanita setelah menopause.

Dalam 100 gram kolang-kaling, terdapat sekitar 91 mg kalsium dan 243 mg fosfor.

Kandungan kalsium dan fosfor ini membuat kolang-kaling baik untuk kesehatan dan kekuatan tulang.

Hasil penelitian dalam jurnal IIOAB menunjukkan konsumsi kolang-kaling membantu meningkatkan kepadatan tulang pada wanita.

Manfaat ini diperoleh ketika peserta wanita juga melakukan senam tai chi secara rutin.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian dengan jumlah peserta yang lebih banyak untuk memastikan manfaat kolang-kaling yang satu ini.

4. Membantu menghidrasi tubuh

Kolang-kaling memiliki kadar air yang relatif tinggi.

Belum lagi kandungan vitamin dan berbagai mineral di dalamnya menjadikan buah satu ini mampu menghidrasi tubuh Anda.

Hidrasi atau mempertahankan jumlah cairan di dalam tubuh merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang, baik yang sehat maupun yang sedang sakit.

Jadi, selain banyak minum air putih, Anda bisa mendapatkan asupan cairan tambahan dari kolang-kaling.

5. Menurunkan risiko penyakit kronis

Kandungan senyawa galactomannan juga dipercaya dapat memengaruhi kadar serat pangan yang terkandung di dalam buah kolang-kaling.

Serat pangan sendiri memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan yang berhubungan dengan gula darah.

Selain baik untuk kesehatan pencernaan, serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit liver, stroke, hipertensi, diabetes, dan obesitas.

Untuk mendapatkan manfaat kolang-kaling ini, Anda perlu mengonsumsinya dengan sumber makanan bergizi lainnya.

Hindari memberikan gula tambahan secara berlebihan.

6. Meningkatkan kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C dan serat pada kolang-kaling dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.

Pasalnya, vitamin C juga bersifat antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas.

Sementara itu, serat pangan berperan penting menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat.

Jika sistem pencernaan dan sel-sel tubuh terjaga, sistem imunitas pun akan meningkat.

7. Mencegah defisiensi zat besi

Salah satu kandungan mineral penting yang terdapat pada kolang-kaling adalah zat besi.

Zat besi bermanfaat untuk menghasilkan hemoglobin untuk mengikat oksigen.

Jika kadar zat besi rendah, produksi hemoglobin pun tidak cukup untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti anemia, mudah lesu, gampang sakit, hingga sakit kepala.

Mengonsumsi kolang-kaling dapat membantu tubuh Anda mendapatkan asupan zat besi dan mencegah anemia defisiensi besi.

8. Menyumbang energi untuk tubuh

Kolang-kaling mengandung pati atau sumber karbohidrat kompleks yang dibutuhkan oleh tubuh.

Karbohidrat kompleks yang bersifat polisakarida ini dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.

Tak heran bila kolang-kaling sering dijadikan makanan pembuka terutama saat berbuka puasa.

Ini karena kandungan karbohidratnya yang dapat mengisi kebutuhan energi setelah berpuasa seharian.

Cara membuat kolang-kaling

manfaat kolang kaling

Untuk membuat kolang-kaling, diperlukan buah aren yang masih setengah matang.

Biasanya buah aren yang setengah matang memiliki kulit buah yang berwarna hijau segar.

Setelah itu, buah aren harus dibakar lebih dulu sampai daging buahnya terlihat hangus.

Hal ini dilakukan agar getah yang menempel di permukaan kulitnya hilang. Getah harus dihilangkan sebab dapat menyebabkan gatal pada kulit.

Oleh karena itu, buah aren tidak bisa dikonsumsi secara langsung.

Setelah menjalani proses pembakaran, selanjutnya buah aren harus melalui proses perebusan yang biasanya memakan waktu sekitar 1 – 2 jam.

Setelah direbus, buah aren ditiriskan hingga dingin dan dikupas untuk diambil bijinya.

Tak berhenti di situ, biji buah aren perlu dipipihkan agar bentuknya sedikit lebar.

Biji aren yang sudah memipih kemudian dicuci bersih dan langsung direndam dalam air kapur selama beberapa hari.

Biji direndam hingga berwarna bening untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa.

Nah, biji yang berwarna bening dan bertekstur kenyal inilah yang kita kenal dengan sebutan kolang-kaling.

Sebaiknya hindari mengonsumsi kolang-kaling secara berlebihan, terlebih jika Anda mengolah buah ini menjadi manisan ataupun sup buah yang serba manis.

Alih-alih mendapatkan berbagai manfaat yang sudah disebutkan di atas, Anda justru berisiko lebih tinggi mengalami obesitas dan berbagai penyakit kronis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 03/08/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan