Hati-hati, Radang Gusi yang Tidak Diobati Meningkatkan Risiko Anda Terkena Kanker Kepala dan Leher

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini Anda mungkin menganggap sepele gusi yang bengkak dan berdarah. Memang sih, kebanyakan kasus gusi berdarah termasuk ringan sehingga Anda mungkin tidak menyadari Anda memiliki kondisi ini. Namun ini bukan berarti Anda harus terus membiarkannya tidak terobati. Sebuah studi melaporkan bahwa risiko Anda terkena kanker kepala dan leher bisa meningkat drastis jika mengalami sakit gusi kronis (periodontitis). Bagaimana bisa?

Nah, sebelum membahas lebih dalam tentang kaitan antara sakit gusi kronis dengan kanker kepala dan leher, ada baiknya ketahui dulu apa itu kanker kepala dan leher.

Sekilas tentang kanker kepala dan leher

Kanker kepala dan leher adalah perkembangan sejumlah tumor ganas di sekitar jaringan dan organ kepala serta leher. Maka, kanker ini bisa saja mencakup kanker laring (pita suara), kanker tenggorokan, kanker mulut (termasuk bibir), kanker hidung dan sinus, dan/atau kanker kelenjar ludah.

Kanker kepala dan leher banyak ditemukan pada kelompok usia 50 tahun ke atas, meski tak menutup kemungkinan juga bisa menyerang anak-anak muda. Risiko pria dewasa untuk mengalami kanker kepala dan leher dua kali lipat lebih tinggi daripada perempuan. 

Kanker kepala dan leher memang tidak sepopuler kanker lain, seperti kanker payudara maupun kanker serviks. Namun, jangan anggap sepele jenis kanker yang satu ini karena nyawa Anda bisa jadi taruhannya apabila tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat.  Jumlah penderita kanker leher dan kepala di Indonesia sendiri sudah mencapai 32 ribu jiwa per tahunnya.

Kenapa sakit gusi kronis meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kepala dan leher?

Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk kanker leher dan kepala. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa penyakit gusi kronis, yang dalam istilah medisnya disebut periodontitis, juga menjadi salah satu penyebab terbanyak dari jenis kanker ini.

Periodontitis adalah kelanjutan dari peradangan gusi (gingivitis) yang tidak diobati. Bakteri penyebab radang gusi, Porphyromonas gingivalis, melepaskan racun yang menyebabkan plak menumpuk di sela-sela gigi, yang kemudian menginfeksi dan merusak jaringan lunak gusi dan tulang yang menyokong gigi.

Bakteri Porphyromonas gingivalis telah lama dikaitkan dengan perkembangan sel tumor ganas di jaringan sekitar kepala dan leher, karena racun yang dilepaskannya termasuk radikal bebas bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

Teori ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention. Peneliti menemukan bahwa setiap milimeter pengeroposan tulang rahang akibat penyakit gusi kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kepala dan leher hingga lebih dari empat kali lipat.

Peneliti juga menemukan bahwa periodontitis paling terkait dengan perkembangan kanker mulut, kanker orofaring (bagian belakang mulut dan tenggorokan), dan kanker laring (kotak suara).

Yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kepala dan leher

Salah satu cara ampuh untuk mencegah kanker kepala dan leher adalah memastikan jika Anda menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berikut ini beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:

  • Rajin sikat gigi setidaknya dua kali sehari saat bangun pagi dan sebelum beranjak tidur dengan pasti gigi yang mengandung flouride.
  • Melakukan flossing gigi setidaknya sekali sehari.
  • Hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan manis.
  • Rutin berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk melakukan pembersihan gigi dan cek gigi secara keseluruhan. Terutama apabila Anda Anda sudah memiliki riwayat penyakit gusi, rutinlah berkonsultasi ke dokter agar Anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Tidak merokok atau berhenti merokok, termasuk rokok tembakau linting, cerutu, atau pipa; tembakau kunyah; juga rokok elektronik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Rasa sakit setelah cabut dapat segera pulih bila Anda mengikuti anjurannya dengan benar. Apa saja pantangan dan perawatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Utama Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Kebanyakan orang mengalami nyeri ulu hati setelah makan banyak. Namun jika sering terjadi dan diikuti gejala-gejala ini, cepat periksakan ke dokter.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan 2 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Gigi Copot Saat Remaja, Apakah Bisa Tumbuh Lagi?

Gigi yang copot di masa anak-anak akan langsung diganti dengan gigi baru. Namun, apakah gigi copot saat remaja masih bisa tumbuh lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gigi dan Mulut 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Sakit Gigi yang Harus Dihindari

Untuk menghindari sakit gigi, perhatikan juga asupan makanan dan minuman yang harus dihindari yang bisa jadi penyebab saat sakit gigi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 26 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
air liur berdarah

Bukan Hanya Karena Luka, Ini 4 Kondisi Penyebab Air Liur Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan karang gigi

Beragam Cara Jitu untuk Menghilangkan Karang Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
sakit gigi bungsu; gigi bungsu sakit

7 Cara Mengobati Rasa Sakit Akibat Tumbuh Gigi Bungsu Sebelum Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit