Harus Seberapa Sering Periksa Gigi ke Dokter?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting dilakukan bagi setiap orang — tua dan muda, laki-laki dan perempuan. Selain dengan rajin gosok gigi dan pakai obat kumur, penting juga untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi. Memangnya, harus seberapa sering periksa gigi?

Kenapa harus periksa gigi?

Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi bisa mendeteksi dan mengobati berbagai gangguan yang umum menyerang area mulut. Misalnya saja gigi berlubang (karies) dan penyakit gusi.

Gigi berlubang adalah masalah permanen dan tidak akan bisa sembuh sendiri. Jika tidak diobati, lubang tersebut akan semakin menganga lebar dan rasa sakitnya akan semakin parah. Lubang gigi yang terlanjur parah bisa menimbulkan infeksi yang menyebar hingga ke akar dan menimbulkan bengkak (abses). Pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi bisa menyebar hingga organ tubuh lain misalnya sinus, rahang, hingga ke daerah leher dan dada.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak sadar akan masalah gigi dan mulut yang mereka alami. Padahal, semakin dini penyakit terdeteksi, perawatan akan semakin sederhana, biaya semakin murah, risiko sakit akan semakin kecil.

Dokter gigi pun dapat memeriksa adanya tanda-tanda dan gejala kanker mulut saat memeriksa gigi Anda.

Lalu, berapa kali saya harus cek gigi?

Orang dewasa disarankan untuk periksa gigi rutin tiap 6 bulan sekali. Namun, apabila ada keluhan pada gigi dan mulut, Anda disarankan untuk langsung datang ke dokter gigi.

Frekuensi kunjungan 6 bulan sekali tersebut juga tidak sama untuk semua orang. Jika Anda memiliki gangguan metabolisme atau penyakit sistemik dan berisiko mengalami penyakit gigi dan mulut, Anda akan dianjurkan untuk periksa gigi setiap 3 bulan sekali. 

Anak-anak juga disarankan untuk rutin cek gigi setiap 6 bulan sekali, mulai dari usia 6-7 bulan ketika gigi susu pertama mereka sudah tumbuh, Selanjutnya, teruslah membawa anak ke dokter gigi walaupun tidak ada keluhan apapun. Selain untuk kontrol berjangka, ini juga bertujuan untuk mengenalkan anak terhadap dokter gigi, perawat, klinik gigi agar nantinya tidak takut jika sewaktu-waktu butuh prosedur dental.

Apakah orang yang sudah lanjut usia juga masih perlu cek gigi?

Ya! Orang tua pastinya tetap perlu periksa gigi rutin. Penuaan tidak hanya menyebabkan rambut beruban dan kulit keriput, tapi juga memberikan efek tertentu pada gigi dan rongga mulut. Contohnya seperti gigi menjadi lebih mudah berlubang, mulut kering, gigi goyang, dan kehilangan gigi (ompong). 

Itu sebabnya pemeriksaan gigi sangat penting untuk mengetahui masalah apa saja yang dialami dan bagaimana menanganinya dengan tepat, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup.

Untuk lansia yang sudah memiliki banyak penyakit sistemik dan mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi kondisi gigi mulut, check up gigi mungkin butuh lebih sering lagi sesuai kebutuhan dan anjuran dokter.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum periksa gigi rutin? Perlukah sikat gigi dulu sebelumnya?

Sebelum periksa gigi rutin ke dokter, boleh-boleh saja sikat gigi, namun tidak diwajibkan. Dokter gigilah yang nantinya akan membersihkan area mulut dan gigi Anda.

Yang perlu Anda lakukan adalah bersifat terbuka tentang kondisi mulut Anda dan menjawab jujur semua pertanyaan yang diajukan oleh dokter. Misalnya, jika dokter menanyakan tentang seberapa sering Anda sikat gigi sehari-hari, ada baiknya Anda jawab sejujur mungkin. Lalu jika ada keluhan, misalnya ada gigi yang sakit, sebisa mungkin menceritakan secara lengkap, contohnya sejak kapan keluhan tersebut muncul dan seberapa sakit rasa sakitnya.

Apa saja yang diperiksa selama periksa gigi reguler?

Saat pemeriksaan gigi rutin, dokter akan mengecek kondisi gigi Anda — apakah ada lubang gigi, patah, retak, tambalan gigi yang rusak, atau ada plak dan karang gigi. Plak dan karang gigi adalah sumber infeksi pada rongga mulut, sehingga bila ada dan parah harus segera dibersihkan. Dokter gigi juga akan menilai seberapa tinggi risiko Anda terhadap masalah gigi berlubang.

Dokter kemudian dapat memeriksa posisi gigi bungsu yang tumbuh miring atau lajur susunan gigi yang berantakan. Apabila setelah diperiksa masih perlu gambaran penunjang, dokter gigi akan menyarankan Anda menjalani rontgen gigi untuk merencanakan tindakan lebih lanjut.

Selain periksa gigi, dokter juga akan mengecek kondisi gusi dan jaringan pendukung gigi lainnya yang sangat berperan dalam kesehatan gigi. Mulai dari lidah, langit-langit, hingga persendian rahang. Ada masalah-masalah lain yang muncul pada jaringan penyangga gigi, seperti gusi berdarah, gusi bengkak, gusi turun, dan gigi goyang yang disebabkan karena gusi rusak, semuanya akan diperiksa. Nantinya dokter gigi akan memeriksa dan memberikan penanganan yang tepat.

Dokter gigi juga akan mengecek seberapa baik Anda merawat kesehatan mulut dan gigi. Dokter pun bisa mengjarkan Anda cara menggosok gigi yang benar, serta perawatan lainnya yang diperlukan untuk gigi sehat dan terawat.

Tak lupa, dokter akan menanyakan kebiasaan harian Anda, seperti pola makan, merokok, parafungsi (kebiasaan sukagigit pensil, kuku, menggertakkan rahang, bruxism atau menggemeretak gigi) yang bisa berdampak buruk pada gigi.

Apa saja perawatan standar di rumah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi?

Untuk merawat kesehatan gigi dan mulut serta terhindar dari berbagai risiko penyakit, sebaiknya mulai terapkan tiga hal ini setiap hari:

  • Terapkan sikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, terutama saat pagi dan sebelum tidur. Lakukan selama 2 menit, pastikan seluruh permukaan gigi tersikat dari yang menghadap bibir dan pipi, permukaan kunyah, dan permukaan yang menghadap lidah atau langit-langit mulut
  • Memakai benang gigi atau sikat interdental pada celah antar gigi sekali dalam sehari. Anda juga bisa melakukan sikat lidah untuk menjaga kesehatan lidah dan menunjang kesehatan mulut.
  • Anda juga bisa mengunakan zat fluoride tambahan untuk mencegah gigi berlubang. Pada orang dengan risiko gigi berlubang tinggi, dianjurkan menggunakan obat kumur berfluoride. Sedangkan pada orang dengan risiko penyakit gusi yang tinggi, bisa menggunakan obat kumur antimikroba sesuai anjuran dokter.
  • Berkumur dengan obat kumur. Pilihlah yang tidak mengandung alkohol, karena bisa membuat mulut kering. Namun, Anda tidak disarankan untuk berkumur lebih dari 2 minggu berturut-turut.

Jangan lupa juga makan makanan yang bergizi tinggi (mengandung kalsium, fosfor, dan serat) serta batasi konsumsi makanan dan minuman manis. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk meningkatkan produksi air liur untuk membersihkan dan melembapkan mulut. Hindari merokok untuk menjaga warna gigi tetap cerah.

Hindari menyikat gigi terlalu keras untuk mencegah gusi turun. Tidak dianjurkan juga menyikat gigi langsung sehabis selesai makan, karena ini bisa mengikis lapisan email gigi. Hindari juga menggigit benda atau makanan yang terlalu keras dengan kencang.

Rutin periksa kesehatan gigi Anda ke dokter gigi juga merupakan salah satu cara perawatan dan pencegahan yang tepat. Segera kunjungi dokter gigi ketika merasa ada keluhan seperti lubang kecil atau gusi berdarah sebelum rasa sakit muncul. Bila ada gigi yang berlubang, segera tambal lubang gigi. 

Bagaimana cara memilih dokter gigi yang bagus?

Pada umumnya seluruh dokter gigi sama baik dan bagusnya karena sudah terstandarisasi. Pilihlah dokter yang nyaman untuk Anda ajak konsultasi bicara dan mengedukasi dengan baik mengenai masalah kesehatan gigi serta mulut Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli drg. Melia

Gigi Patah, Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Memperbaikinya?

Gigi patah bisa terjadi dan disebabkan oleh banyak hal tak terduga. Saat gigi patah, jangan sepelekan dan cepat pergi ke dokter gigi!

Ditulis oleh: drg. Melia
gigi patah
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020

Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi yang Bengkak

Gusi sakit dan membengkak bukan sekadar hal sepele. Jika dibiarkan bisa menyebabkan masalah serius lainnya. Pahami apa saja penyebab gusi bengkak.

Ditulis oleh: drg. Melia
penyebab gusi bengkak

Panduan Tepat Merawat Gigi yang Dipasang Behel

Bagi Anda yang giginya dibehel atau dikawat, harus merawat giginya dengan benar. Bagaimana cara merawat kawat gigi di rumah ataupun di dokter?

Ditulis oleh: drg. Melia
cara merawat gigi dikawat

Yang juga perlu Anda baca

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Orang tua lebih rentan mengalami gigi ompong. Lantas, pada usia berapa gigi lansia akan mulai ompong dan bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pengaruh Kesehatan Gigi dan Mulut Bagi Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Cari tahu hubungan dan betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, demi mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
kesehatan mulut dan gigi
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berkumur dengan air garam

Berbagai Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit