Glositis (Radang Lidah)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Rongga mulut memiliki dua organ penting, yaitu gigi dan lidah. Jika gigi berperan menghaluskan makanan, lidah berfungsi sebagai alat pengecap dan menelan makanan. Namun, fungsi lidah dapat mengalami gangguan. Salah satunya adalah lidah bengkak dan mengalami peradangan yang dikenal dengan penyakit glositis.

Apa itu glositis?

Glositis adalah gangguan pada lidah yang diakibatkan oleh peradangan dan menyebabkan terjadinya perubahan secara fisik pada lidah. Penyakit ini menyebabkan lidah bengkak dan membesar, berubah warna, serta terjadi perubahan struktur permukaan lidah bagian atas.

Peradangan akibat glositis biasanya terjadi pada papila, yaitu sekumpulan nodul yang memberikan tekstur di atas permukaan lidah. Papila tersebut merupakan organ penting untuk mengecap makanan, sehingga dapat menyebabkan perubahan pola makan pada penderita glositis. 

Peradangan pada bagian atas yang menimbulkan rasa nyeri juga dapat memengaruhi cara berbicara Anda.

Jenis-jenis penyakit glositis berdasarkan kemunculannya

Glositis memiliki jenis perkembangan penyakit yang tidak spesifik, karena peradangan pada lidah dapat terjadi melalui beberapa cara. Jenis glositis dibedakan sebagai berikut:

Glositis akut 

Merupakan jenis peradangan pada lidah yang muncul secara mendadak dan cenderung serius. Hal ini biasanya dikarenakan adanya reaksi alergi pada lidah.

Glositis idiopatik 

Jenis glositis ini disebabkan oleh adanya peradangan pada otot lidah yang disertai dengan hilangnya sebagian papila pada bagian lidah yang meradang. Penyebab dari jenis glositis ini belum diketahui.

Glositis kronis 

Termasuk jenis glositis yang dapat hilang dan kambuh, biasanya disebabkan oleh faktor kekurangan gizi atau penyakit lainnya.

Glositis atrofik

Penyakit ini ditandai dengan tekstur dan perubahan warna lidah akibat hilangnya hampir semua papila lidah. Biasanya lidah berubah warna menjadi gelap kemerahan.

Tanda dan Gejala

glositisBagaimana gejala dari glositis?

Gejala glositis dapat terjadi pada salah satu bagian atau hampir keseluruhan permukaan lidah. Inflamasi pada lidah juga dapat berpindah-pindah pada bagian lidah tertentu. Episode terjadinya glositis cenderung singkat, namun gejalanya dapat kambuh dan hilang hingga selama satu tahun.

Gejala yang muncul tergantung pada penyebab inflamasi. Beberapa gejala umum yang terjadi adalah:

  • Nyeri di lidah
  • Pembengkakan lidah
  • Perubahan warna pada lidah
  • Ketidakmampuan dalam berbicara, makan, dan menelan
  • Hilangnya papila pada permukaan lidah
  • Jalan napas tersumbat

Penyebab

Apa saja penyebab lidah bengkak akibat glositis?

Terjadinya glositis atau radang lidah ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang diturunkan dalam satu keluarga. Namun munculnya peradangan pada lidah dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Reaksi alergi 

Hipersensitivitas papila dan otot lidah dapat dipicu dari berbagai zat iritan dari makanan, obat diuretik, obat diabetes, obat penurun tekanan darah tinggi dan pasta gigi. Reaksi alergi juga dapat diperoleh dari produk perawatan mulut, makanan, atau obat-obatan.

2. Penyakit infeksi 

Adanya inflamasi dapat dipicu oleh infeksi bakteri Streptococcus pada mulut dan penyakit herpes simplex dapat memengaruhi imunitas serta menyerang otot dan papila lidah sehingga menyebabkan inflamasi dan pembengkakan.

3. Mulut kering 

Kurangnya air liur yang dihasilkan kelenjar saliva selain dapat mengakibatkan mulut kering, dapat pula menyebabkan lidah mengalami inflamasi. Namun hal ini dapat dipicu oleh penyakit lainnya yang menyerang kelenjar saliva atau kondisi dehidrasi.

4. Malnutrisi 

Merupakan pertanda dari defisiensi zat besi, folat, dan vitamin B12. Penyakit glositis juga dapat muncul bersamaan dengan kondisi anemia pada seseorang.

5. Trauma pada mulut 

Bekas tekanan atau adanya luka terbuka pada mulut juga seringkali berdampak pada lidah. Adanya gesekan permukaan yang kasar seperti disebabkan oleh kawat gigi dapat pula menimbulkan luka dan memicu glositis.

Selain itu juga cedera, seperti luka bakar, gigi kasar, atau gigi palsu yang tidak pas pada gusi.

Faktor risiko

Faktor risiko penyakit lidah glositis

Pada umumnya glositis dapat terjadi pada siapa saja, namun risiko terjadinya penyakit ini dapat meningkat jika seseorang mengalami penurunan imunitas, penyakit radang kronis seperti psoriasis, dan mereka yang memiliki lubang pada lidah (fissured tongue). 

Glositis juga lebih sering terjadi pada orang yang sering memakan makanan panas dan memiliki kebiasaan merokok.

Bagaimana glositis didiagnosis?

Selain menerka-nerka gejala yang Anda miliki, ada baiknya untuk mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi Anda lebih lanjut. Dokter akan memberikan penilaian kondisi sesuai dengan gejala yang Anda miliki pada lidah. 

Dokter akan memeriksa apakah ada benjolan dan lepuh yang tidak normal pada lidah, gusi, dan jaringan lunak mulut Anda. Pemeriksaan bercak yang muncul pada lidah juga dilakukan. Kemudian dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda untuk menemukan penyebab radang lidah.

Dokter juga akan mengambil sampel air liur dan darah untuk dikirim ke laboratorium demi pemeriksaan yang lebih lanjut.

Pengobatan dan pencegahan

Cara mengatasi lidah bengkak akibat glositis

Pada umumnya rasa nyeri dan gejala glositis dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan spesifik seiring dengan penyebab radang lidah ini, seperti anemia dan daya tubuh, mulai membaik. 

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Konsumsi antibiotik 

Mengonsumsi antibiotik kemungkinan diperlukan jika bakteri pemicu infeksi terdapat di mulut dan jika infeksi diakibatkan penyebaran dari bagian tubuh lainnya. Namun perlu diingat, penggunaan antibiotik haruslah sesuai anjuran dan resep dokter.

2. Menjaga kesehatan mulut 

Hal ini dilakukan dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut serta menangani lubang atau abses pada gigi dan gusi dengan tepat. Hal diperlukan untuk mencegah penularan dan infeksi berulang pada lidah.

3. Menggunakan flossing gigi

Selain menyikat gigi menggunakan sikat gigi, penggunaan benang gigi sehari-hari dapat pula membantu dalam meningkatkan kesehatan lidah, gusi, dan gigi Anda.

Hal ini dapat membantu dalam meringankan gejala yang terkait dengan glositis dan mencegah kondisi gejala glositis tersebut menjadi lebih parah atau terjadi lagi.

4. Mengatasi rasa sakit 

Dalam beberapa kasus, rasa sakit dapat berkelanjutan sehingga perlu ditangani dengan konsumsi obat penghilang rasa sakit, obat anti-inflamasi, mengoleskan kortikosteroid pada lidah ataupun dengan konsumsi zinc.

5. Hindari pemicu inflamasi 

Beberapa substansi justru dapat memperburuk inflamasi dan menghambat penyembuhan radang pada lidah. Oleh karena itu saat masa penyembuhan, diperlukan untuk Anda menghindari makanan pemicu alergi jika ada, konsumsi rokok, agent pemutih pada sikat gigi, makanan panas serta makanan dengan rasa pedas, asam, asin dan berminyak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ada banyak tanda bayi tumbuh gigi yang dapat membuat si kecil rewel. Berikut berbagai tanda dan tips meredakan rasa tidak nyaman saat bayi tumbuh gigi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Herpes Labialis (Mulut/Bibir)

Herpes labialis adalah penyakit menular seksual pada mulut dan bibir. Jangan tertukar dengan jenis herpes lainnya, kenali ulasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 23 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

warna darah haid

Apakah Warna Darah Haid Anda Normal? Cek di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berkumur dengan air garam

Berbagai Manfaat Berkumur Dengan Air Garam

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
akibat bau mulut

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit