Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

7 Obat Ampuh untuk Hilangkan Sariawan di Lidah

    7 Obat Ampuh untuk Hilangkan Sariawan di Lidah

    Munculnya sariawan, terlebih di lidah bisa terasa sangat menyiksa. Anda jadi sulit mengunyah makanan dan berbicara hingga muncul pertanyaan, “sariawan di lidah obatnya apa?”. Tak perlu khawatir lagi, simak pilihan obat medis dan alami berikut ini untuk mengatasi sariawan di lidah Anda.

    Pilihan obat medis untuk sariawan di lidah

    obat sariawan di lidah

    Sariawan atau dalam istilah medis disebut stomatitis aftosa adalah luka kecil yang terasa sakit di dalam rongga mulut. Luka ini bisa muncul pada bibir, langit-langit mulut, lidah, dan gusi.

    Menurut American Dental Association, gangguan rongga mulut ini pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya setelah satu atau dua minggu.

    Walau begitu, sebagian orang akan sakit dan terganggu dengan adanya sariawan. Apalagi bila muncul sariawan di lidah yang membuat Anda sulit berbicara, makan, dan minum.

    Untuk membantu meredakannya, berikut ini beberapa pilihan obat medis yang bisa Anda coba gunakan.

    1. Obat pereda nyeri

    Sariawan yang berukuran besar, lebih dari satu, atau menyebar dalam mulut tentu akan terasa sangat sakit. Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit tersebut.

    Obat-obatan ini bisa Anda beli di toko obat, apotek, atau swalayan tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda membaca cara pakainya dengan teliti untuk mengobati sariawan di lidah dengan tepat.

    Selalu ikuti aturan minum obat pada kemasan. Jangan ragu untuk bertanya langsung dengan dokter atau apoteker bila Anda tidak paham cara pakainya.

    2. Obat kortikosteroid

    Mengoleskan salep obat sariawan

    Luka akibat sariawan lidah bisa meradang dan menyebabkan sensasi nyut-nyutan sehingga menyulitkan Anda saat mengunyah atau berbicara.

    Guna meredakan kondisi ini, Anda bisa menggunakan obat kortikosteroid. Obat sariawan di lidah yang satu ini dapat membantu melawan peradangan dan meredakan nyeri.

    Pada umumnya, obat kortikosteroid untuk sariawan tersedia dalam bentuk salep mulut, obat kumur, atau obat minum yang bisa dibeli di apotek.

    3. Obat antibiotik atau antivirus

    Terdapat banyak sekali faktor penyebab sariawan di lidah, mulai dari lidah tergigit saat makan, menyikat gigi terlalu keras, hingga infeksi bakteri atau virus.

    Jika kondisi ini disebabkan infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Sementara itu, luka sariawan akibat infeksi virus dapat diobati dengan antivirus.

    Kedua jenis obat ini hanya bisa ditebus dengan resep dokter. Sembarangan minum antivirus dan antibiotik bisa menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh.

    Ikuti anjuran dokter saat minum obat antivirus dan antibiotik. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan penggunaannya tanpa seizin dokter Anda.

    Pilihan obat alami untuk sariawan di lidah

    Tidak hanya obat medis, masalah pada lidah juga bisa diatasi dengan cara rumahan dan alami. Berikut ini cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mengobati sariawan di lidah.

    1. Kumur air garam

    cara mengobati sariawan di lidah

    Garam bisa jadi penyelamat untuk mengobati sariawan di lidah yang membandel. Menariknya lagi, manfaat garam untuk mengatasi gangguan mulut sudah dipercaya turun-temurun.

    Obat alami yang satu ini bekerja dengan cara membasmi bakteri di dalam rongga mulut. Hal ini bisa membantu meringankan peradangan di area yang terluka.

    Untuk membuat larutan garam, Anda cukup melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam air hangat. Kumur-kumur selama 1–2 menit hingga larutan garam mencapai seluruh bagian rongga mulut, lalu buang airnya.

    Anda bisa berkumur air garam beberapa kali sehari hingga sariawan mengecil atau menghilang.

    2. Lidah buaya

    Mengoleskan lidah buaya langsung ke sariawan dapat membantu meredakan rasa sakit dan peradangan sehingga mempercepat penyembuhannya.

    Cukup siapkan batang lidah buaya dan cuci sampai bersih. Oleskan getah lidah buaya pada sariawan, lalu biarkan selama beberapa jam dan ulangi 2–3 kali sehari.

    Meski begitu, obat alami ini tidak untuk semua orang. Jika Anda pernah gejala alergi terhadap gel lidah buaya, hindari penggunaannya.

    3. Es batu

    Minum Air Dingin atau Es Saat Flu

    Sariawan bisa membengkak dan terasa menyakitkan sehingga mengganggu fungsi lidah. Supaya sariawan cepat kempis dan sembuh, Anda bisa mengompres sariawan di lidah dengan es batu.

    Ambil beberapa bongkah es batu, lalu bungkus dengan selembar waslap atau kain kering yang bersih. Setelahnya, tempelkan kain di bagian lidah yang sariawan selama beberapa menit.

    Jika sulit, kulum es batu pada bagian lidah yang sariawan sampai mencair sepenuhnya. Anda juga bisa berkumur menggunakan air dingin untuk meringankan rasa perih di lidah.

    4. Teh celup

    Obat alami untuk lainnya yang bisa membantu mengatasi sariawan di lidah ialah teh celup. Daun teh dipercaya bisa membantu melawan infeksi dan peradangan yang menyebabkan sariawan.

    Selain itu, teh juga mengandung senyawa alkali yang mampu menetralkan asam pada mulut. Biasanya, asamlah yang membuat sariawan terasa perih.

    Kompres sariawan di lidah Anda dengan bekas kantong teh celup selama kurang lebih 5 menit. Ulangi beberapa kali sehari sampai sariawan mereda.

    Hindari makanan tertentu saat mengalami sariawan

    alasan orang suka makan makanan pedas

    Anda juga perlu memerhatikan asupan makanan atau minuman sehari-hari sebagai salah satu cara mengobati sariawan di lidah.

    Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu pedas, asin, atau asam. Selain itu, hindari juga makanan bertekstur keras dan tajam agar luka tidak makin memburuk.

    Jika berbagai obat yang sudah disebutkan di atas tidak juga membuat sariawan di lidah Anda membaik, segera periksakan diri ke dokter.

    Sariawan yang Anda alami mungkin merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius. Pemeriksaan dengan dokter bisa menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.


    Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

    Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Canker Sores. American Dental Association. (2022). Retrieved 30 May 2022, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/c/canker-sores

    Canker sore – Symptoms & causes. Mayo Clinic. (2018). Retrieved 30 May 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615

    Canker sore – Diagnosis & treatment. Mayo Clinic. (2018). Retrieved 30 May 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/diagnosis-treatment/drc-20370620

    Chauhan, R., Singh, S., Kumar, V., Kumar, A., Kumari, A., & Rathore, S. et al. (2021). A Comprehensive Review on Biology, Genetic Improvement, Agro and Process Technology of German Chamomile (Matricaria chamomilla L.). Plants, 11(1), 29. https://doi.org/10.3390/plants11010029

    Aravinth, V., Aswath Narayanan, M., Ramesh Kumar, S., Selvamary, A., & Sujatha, A. (2017). Comparative evaluation of salt water rinse with chlorhexidine against oral microbes: A school-based randomized controlled trial. Journal Of Indian Society Of Pedodontics And Preventive Dentistry, 35(4), 319. https://doi.org/10.4103/jisppd.jisppd_299_16

    Nair, G. (2016). Clinical Effectiveness of Aloe Vera in the Management of Oral Mucosal Diseases- A Systematic Review. Journal Of Clinical And Diagnostic Research. https://doi.org/10.7860/jcdr/2016/18142.8222

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Jun 22
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: