Infeksi Streptococcus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Infeksi bakteri Streptococcus merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Streptococcus (disingkat strep) merupakan jenis bakteri gram positif yang terdapat di berbagai permukaan lingkungan, sehingga sangat mudah untuk menyerang siapa saja. Infeksi Streptococcus dapat dibagi menjadi grup A, B, C dan G. Masing-masing memiliki cirinya tersendiri yang berkaitan dengan kemampuan menyebabkan infeksi. Simak penjelasannya berikut ini. 

Penyebab dan penularan infeksi bakteri Streptococcus

Berdasarkan pengelompokannya, berikut penyebab dan penularan infeksi bakteri ini: 

Infeksi bakteri Streptococcus grup A

gejala sakit tenggorokan

Streptococcus grup A banyak ditemukan pada bagian permukaan kulit, di dalam tenggorokan, dan pada berbagai rongga tubuh (termasuk rongga telinga dan kelamin). Infeksi ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama pada orang dewasa dan anak-anak.

Streptococcus A dapat menyebar melalui partikel air ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Bakteri ini juga dapat bertahan hidup pada permukaan benda tertentu sehingga dapat menular melalui sentuhan.

Infeksi strep A dapat bersifat ringan ataupun invasif. Infeksi ringan dari strep A di antaranya:

  • Radang amandel atau radang tenggorokan
  • Infeksi kulit impetigo
  • Selulitis
  • Sinusitis
  • Infeksi telinga
  • Scarlet fever, yaitu infeksi bakteri yang menimbulkan ruam dan rasa kasar pada permukaan kulit.

Pada dasarnya, infeksi Streptococcus A dapat dengan mudah terjadi ketika seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Infeksi minor dari bakteri ini dapat dengan mudah disembuhkan tanpa adanya komplikasi dan efek jangka panjang.

Namun, jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah seperti pada bayi, lansia, orang dengan diabetes, atau pasien kanker dan HIV, lebih mungkin terjadi infeksi Streptococcus A invasif yang jauh lebih serius. Penyakitnya meliputi:

  • Pneumonia, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae
  • Sepsis
  • Meningitis
  • Toxic shock syndrome (TSS), yaitu munculnya gejala syok akibat kuman Streptococcus A mengeluarkan racun pada aliran darah.
  • Necrotising fasciitis adalah infeksi pada kulit bagian dalam dan area yang berdekatan dengan otot (fascia).

Infeksi strap invasif merupakan penyakit yang serius sehingga perlu penanganan yang tepat. Pada keadaan serius, satu dari empat orang yang mengalami Streptococcus A invasif dapat mengalami kematian.

Infeksi bakteri Streptococcus grup B

sakit perut saat hamil

Infeksi bakteri Streptococcus grup B pada umumnya tidak terlalu berbahaya. Namun, bisa menimbulkan masalah kesehatan pada kelompok dengan daya tahan tubuh yang rentan.

Bakteri ini banyak ditemukan pada saluran cerna dan di dalam vagina. Infeksi ini termasuk langka dan biasanya berbahaya terhadap kondisi kehamilan dan pada bayi baru lahir.

Infeksi pada kehamilan

Streptococcus B merupakan bakteri yang umum yang berada di dalam tubuh, sehingga memungkinkan terjadinya penularan pada bayi saat hamil. Meskipun demikian, risiko infeksi cenderung kecil di mana hanya 1 diantara 2.000 kasus paparan pada kandungan yang menyebabkan infeksi Streptococcus B pada bayi. Infeksi pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran dan lahir mati, namun hal ini sangat jarang terjadi.

Infeksi pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir memiliki daya tahan yang sangat lemah, maka paparan Streptococcus B dapat dengan mudah menyebabkan infeksi serius seperti meningitis dan pneumonia.

Infeksi bakteri Streptococcus grup C dan G

Ciri-ciri dan gejala eksim

Streptococcus grup C dan G memiliki hubungan dekat dengan Streptococcus A. Akan tetapi, cara penularannya berbeda. Bakteri ini pada umumnya ditemukan pada hewan dan menyebar melalui sentuhan atau bahan pangan yang masih mentah. Misalnya daging dan susu mentah yang terpapar oleh bakteri tersebut.

Kuman ini juga dapat hidup pada permukaan kulit, terutama pada kulit yang mengalami kerusakan seperti mengalami eksim dan jaringan mukosa lainnya seperti vagina dan saluran usus.

Gejala infeksi bakteri Streptococcus

Gejala infeksi bakteri Streptococcus bervariasi, tergantung jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Berikut gejala-gejala umum dari penyakit-penyakit akibat infeksi ini:

Infeksi Streptococcus A

obat radang tenggorokan

Berikut gejala-gejala yang muncul akibat penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini:

  • Radang amandel atau radang tenggorokan ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan pembengkakan kelenjar.
  • Infeksi kulit impetigo ditandai dengan rasa perih dan benjolan yang berisi cairan (blister) pada bagian terluar kulit.
  • Selulitis ditandai dengan adanya pembengkakan kulit berwarna merah serta disertai rasa sakit dan sensasi panas. Infeksi selulitis dapat menyebar dan berpindah ke kulit bagian atas.
  • Sinusitis ditandai dengan hidung tersumbat dan rasa nyeri pada bagian wajah.
  • Scarlet fever ditandai dengan ruam dan rasa kasar pada permukaan kulit.

Sementara itu, gejala pada penyakit akibat infeksi invasif yang lebih serius adalah:

  • Pneumonia ditandai dengan batuk tak kunjung sembuh, sesak napas dan nyeri pada dada.
  • Sepsis ditandai dengan gangguan kerja jantung, demam, dan napas yang memburu.
  • Meningitis ditandai dengan sakit kepala, muntah-muntah, leher kaku, dan ruam.
  • Toxic shock syndrome (TSS), yaitu munculnya gejala syok seperti pusing, mual, diare dan pingsan.
  • Necrotising fasciitis ditandai dengan rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan. Infeksi ini bisa menyebar dengan cepat.

Infeksi Streptococcus B

Mayo Clinic membedakan gejala infeksi pada anak-anak dan orang dewasa. Berikut penjelasannya. 

Gejala pada bayi

Tanda dan gejala pada bayi mungkin termasuk:

  • Demam
  • Sulit menyusui
  • Lesu 
  • Sulit bernapas
  • Rewel
  • Penyakit kuning

Gejala pada orang dewasa

Banyak orang dewasa membawa kuman ini di tubuh mereka, biasanya di usus, vagina, rektum, kandung kemih, atau tenggorokan. Namun, mereka tidak menunjukkan gejala apapun. 

Meskipun begitu, dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih atau infeksi yang lebih serius, seperti infeksi darah (bakteremia) atau pneumonia. 

Infeksi Streptococcus grup C dan G

otilonium bromide spasmomen

Kuman Streptococcus C dan G tidak dapat bertahan lama di lingkungan terbuka di luar tubuh manusia dan hewan. Infeksi ini pada umumnya menyerang sistem peredaran darah dan musculoskeletal. Sesuai dengan jenis penyakit, gejalanya dapat berupa:

  • Bakteremia ditandai dengan demam mendadak dan menggigil.
  • Infeksi tulang ditandai dengan demam selama beberapa hari, menggigil, tulang nyeri, kulit tampak memerah dan lebih sensitif.
  • Endokarditis ditandai dengan gejala mirip flu, seperti demam, kedinginan, dan menggigil, tubuh lelah dan nyeri sendi, sesak napas dan nyeri dada, kaki dan tangan bengkak. 
  • Toxic shock syndrome ditandai dengan napas pendek, pusing, lemah, dan detak jantung yang kencang. 

Diagnosis infeksi

Dokter akan memeriksa fisik Anda dan melihat tanda dan gejala yang Anda rasakan. Selain itu, dokter juga akan meminta Anda melakukan serangkaian tes untuk mengonfirmasi penyakit. Prosedur pemeriksaan itu antara lain:

  • Tes rapid antigen. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel usap dari tenggorokan Anda. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi bakteri Streptococcus dalam hitungan menit dengan mencari zat di tenggorokan. 
  • Kultur tenggorokan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel di bagian belakang tenggorokan dan amandel. Sampel kemudian diteliti di laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri.

Selain itu, tergantung penyakit apa yang diduga dokter terjadi akibat infeksi bakteri ini, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan:

  • Tes urin
  • Pungsi lumbal
  • Rontgen dada

Pengobatan infeksi Streptococcus

Tablet obat batuk antibiotik

Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri ini, sesuai dengan penyakitnya. Antibiotik tersebut dapat diberikan secara oral atau pun melalui selang infus. 

Infeksi Streptococcus grup A dapat diobati dengan antibiotik, seperti:

  • Penisilin, yaitu obat yang biasanya dipilih untuk mengatasi penyakit ringan dan berat.
  • Eritromisin dapat digunakan untuk orang yang alergi penisilin.
  • Klindamisin dapat digunakan untuk mengobati orang alergi penisilin dengan penyakit yang lebih parah.

Bagaimana Cara Kerja Obat Antibiotik Melawan Bakteri?

Selain itu, obat-obatan untuk mengatasi gejala akibat infeksi Streptococcus grup A juga dapat digunakan. Obat-obatan itu termasuk ibuprofen atau acetaminophen. 

Sementara itu, pada infeksi Streptococcus B, antibiotik yang biasanya direkomendasikan dokter untuk Anda adalah penisilin atau cephalexin. Obat-obatan tersebut aman dikonsumsi untuk ibu hamil. 

Jika bayi Anda dinyatakan positif terkena infeksi Streptococcus B, dokter akan memberikan antibiotik melalui infus. Bergantung pada kondisi bayi Anda, mereka mungkin memerlukan cairan infus, oksigen, atau obat-obatan lainnya. 

Pencegahan infeksi Streptococcus

Cuci tangan untuk mencegah virus penyebab hepatitis A

Berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah infeksi ini:

  • Cuci tangan Anda secara rutin. Cara ini merupakan langkah terbaik untuk mencegah berbagai macam infeksi. 
  • Tutup mulut Anda ketika batuk dan bersin. Ajarkan kebiasaan baik ini pada anak-anak Anda. 
  • Jangan berbagai peralatan personal dengan orang lain. 

Vaksin untuk mencegah infeksi Streptococcus grup B belum tersedia. Meskipun begitu, para peneliti tengah mengupayakan vaksin tersebut untuk pencegahan di kemudian hari. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Jika dibiarkan, septikemia bisa berakibat fatal. Apa itu septikemia dan siapa saja yang berisiko mengalaminya? Simak info lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Penyakit Kelainan Darah Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat pisang

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit