Memahami Penggunaan Insulin dalam Pengobatan Diabetes Tipe 1

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penyakit diabetes tipe 1 pada anak terjadi karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin secara optimal. Itu sebabnya, tubuh memerlukan pengganti insulin untuk memenuhi kadar insulin yang hilang di dalam tubuh. Pengobatan anak dengan diabetes tipe 1 sangat bergantung dengan suntik insulin. Penting bagi orangtua untuk mengetahui dosis, jenis, dan kapan perawatan insulin untuk penanganan diabetes pada anak perlu dilakukan. Simak penjelasan berikut ini untuk informasi lebih jelasnya.

Kapan anak diabetes tipe 1 harus mulai suntik insulin?

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Insulin memegang peran yang sangat penting dalam mengatur kadar glukosa darah serta membantu mengubahnya menjadi energi.

Pada penyakit diabetes tipe 1 yang dialami anak-anak ini, pankreas tidak lagi mampu menghasilkan insulin secara optimal. Tanpa insulin, tubuh tidak dapat menggunakan atau menyimpan glukosa untuk dijadikan energi. Alhasil, glukosa pun menumpuk di dalam darah.

Oleh karena itu, anak memerlukan tambahan insulin yang digunakan sebagai pengganti insulin yang dibutuhkan oleh tubuh. Inilah sebabnya pengobatan utama diabetes melitus tipe 1 pada anak adalah terapi insulin.

Anak-anak membutuhkan perawatan insulin segera setelah mendapatkan diagnosis diabetes tipe 1. Diagnosis didapatkan melalui serangkaian pemeriksaan diabetes.

Untuk mendiagnosis diabetes tipe 1, terdapat beberapa tes tambahan yang dilakukan untuk membedakan diabetes tipe 1 dan 2, seperti tes antibodi dan urine.

Tes autoantibodi dilakukan untuk mendeteksi kondisi autoimun. Sementara, tes urine berguna untuk memeriksa ada tidaknya keton dalam urine. Keton adalah senyawa hasil pembakaran lemak akibat sel tubuh kekurangan glukosa atau karbohidrat.

Jika pengobatan melalui insulin terlambat dilakukan, anak penderita diabetes tipe 1 berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi diabetes. Untuk menghindarinya, perhatikan gejala diabetes melitus yang umum terjadi pada anak. Gejala diabetes tipe 1 muncul lebih jelas dalam waktu beberapa minggu dibandingkan tipe 2.

Penggunaan insulin untuk pengobatan diabetes tipe 1

Penggunaan insulin dalam pengobatan diabetes tipe 1

Insulin diklasifikasikan berdasarkan cara dan masa kerjanya dalam tubuh. Ada 4 jenis insulin yang digunakan pengobatan diabetes melitus tipe 1, yaitu:

  • Insulin aksi cepat (rapid-acting insulin), contohnya adalah insulin glulisine (Apidra), insulin lispro (Humalog), dan insulin aspart (Novolog).
  • Insulin reguler (short-acting insulin), contohnya Humulin R dan Novolin R.
  • Insulin dengan aksi sedang (intermediate acting insulin), contohnya NPH (Humulin N, Novolin N).
  • Insulin dengan aksi lambat atau panjang (long acting insulin), contohnya insulin detemir (Levemir) dan insulin glargine (Lantus).

4 Jenis Suntik Insulin untuk Diabetes dan Cara Penyimpanananya

Cara pemberian insulin yang paling umum adalah lewat suntikan (jarum suntik atau pena insulin).  Jika anak masih terlalu kecil untuk menggunakan suntikan, penyuntikan insulin perlu dilakukan oleh orangtua.

Sebenarnya tidak ada patokan usia tertentu yang menentukan kapan anak bisa menggunakan insulin secara mandiri. Namun, anak yang berusia 9-10 tahun umumnya sudah bisa melakukan pengobatan insulin mandiri.

Insulin dapat disuntikkan di bagian perut, atas perut, dan area di sekitar bokong. Namun, bagian perut dan bawah dada merupakan bagian yang paling cepat dan efektif menyerap insulin. Ketahui lebih jelas mengenai cara menyuntikkan insulin di sini.

Selain lewat suntikan, insulin juga dapat diberikan lewat pompa insulin. Pompa ini berupa perangkat elektronik yang berukuran sebesar ponsel. Pompa ini mudah dibawa, disangkutkan pada ikat pinggang atau disimpan dalam saku celana.

Pompa ini akan menyalurkan insulin ke dalam tubuh Anda yang bereaksi secara cepat melalui tabung kecil fleksibel (kateter) di bawah kulit perut Anda dan disimpan di tempatnya.

Pompa insulin menyalurkan insulin sedikit demi sedikit, persis seperti cara kerja pankreas normal. Dengan menggunakan pompa insulin, Anda tidak perlu repot-repot mengukur dosis sebagaimana menggunakan suntikan.

Aturan pemakaian insulin untuk anak diabetes tipe 1

Anak menyuntikan insulin

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui cara perawatan insulin untuk anak. Menurut American Diabetes Association, insulin untuk pengobatan diabetes tipe 1 memerlukan 2 dosis injeksi insulin dalam sehari dengan 2 jenis insulin yang berbeda.

Perlahan-lahan dosis insulin yang digunakan perlu ditambah 3-4 dosis injeksi sehari dengan menggunakan jenis insulin yang berbeda-beda.

Untuk balita ataupun bayi, pengobatan insulin sehari-hari tetap bisa diberikan, tapi dalam dosis yang terbatas.

Dijelaskan dalam studi dari jurnal Paediatrics Child Health dosis insulin yang diperlukan oleh balita dan bayi adalah dua injeksi dalam sehari. Jenis insulin yang digunakan bisa insulin aksi cepat  insulin lispro dan insulin dengan aksi intermediate, yaitu NPH.

Pada bayi yang masih mendapatkan ASI, masing-masing injeksi dilakukan dengan jeda waktu minimal 12 jam. Sementara untuk anak-anak yang lebih besar insulin bisa disuntikkan sebelum sarapan dan makan siang. Semakin bertambah usianya, anak-anak perlu menambah dosis injeksi insulin sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Masing-masing dilakukan sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam.

Namun, dosis injeksi insulin dan jenis insulin yang digunakan juga bisa berbeda-beda bagi setiap anak bergantung dengan kondisi kesehatan, kadar gula darah, berat badan, dan juga umur. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui dosis dan aturan injeksi yang tepat.

Pentingnya memantau gula darah anak dalam pengobatan diabetes tipe 1

Insulin untuk diabetes pada anak

Pemantauan kadar gula darah secara rutin juga menjadi bagian dalam penanganan diabetes tipe 1 pada anak. Selain memastikan anak rutin menjalani pemeriksaan dokter, memiliki alat cek gula darah di rumah dapat mempermudah pemeriksaan mandiri.

Anak Anda perlu melakukan cek gula darah sebanyak empat kali atau lebih dalam sehari. Pengecekan gula darah secara rutin bertujuan memastikan pengobatan insulin pada anak dapat mengendalikan gula darah tetap dalam kadar normal. 

Kadar gula normal untuk anak sendiri nilainya bisa berbeda-beda dan disesuaikan dengan umur dan perkembangan kesehatannya. Dokter akan menentukan kadar gula darah normal yang menjadi target pencapaian pengobatan diabetes melitus tipe 1 untuk anak Anda.

Selain itu, pemantauan kadar gula darah juga bisa dilakukan dengan monitoring glukosa berkelanjutan atau Continuous glucose monitoring (CGM). Perangkat ini efektif digunakan untuk penderita diabetes tipe 1 yang kerap mengalami efek samping penggunaan insulin seperti kadar gula darah yang turun drastis (hipoglikemia).

CGM ditempelkan pada tubuh, tepat di bawah kulit, dengan menggunakan jarum halus yang akan memeriksa kadar gula darah setiap beberapa menit. Namun, CGM dianggap belum seakurat pemantauan gula darah biasa. Jadi CGM bisa menjadi alat tambahan, tapi bukan untuk menggantikan pemantauan gula darah biasa.

Diabetes tipe 1 pada anak merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tapi gejala diabetes bisa dikelola dengan menjalani pengobatan insulin. Penggunaan insulin untuk anak sedikit berbeda terutama dalam jumlah dosis. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua perlu memahami terapi insulin dengan baik untuk membantu anak menjalani pengobatannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit