Apakah Vitamin Bisa Membantu Cegah Tertular COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan disinfektan lainnya terlihat melayang dari rak-rak toko. Dengan semakin banyaknya kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia, penjualan suplemen dan vitamin ikut meroket. Masyarakat berharap dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen dapat cegah penularan COVID-19 dan membantu mereka terhindar dari si virus. 

Mereka membeli dan menyetok suplemen vitamin C. Karena memang sudah menjadi sifat alami manusia mencari bantuan tambahan untuk melindungi dirinya dari suatu bahaya. Namun, apakah dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen adalah cara terbaik untuk membantu cegah tertular COVID-19? Berikut ulasannya.

Apakah Pil Vitamin Bisa Cegah Tertular COVID-19?

Vitamin Cegah COVID-19

Dilansir Insider, Dr. Caroline Apovian, Direktur Nutrition and Weight Management Center Boston Medical Center mengatakan mengkonsumsi pil suplemen atau pil vitamin bukan cara terbaik cegah COVID-19. 

“Jauh lebih penting untuk mencuci tangan daripada mengambil tablet hisap zinc,” kata Apovian.

Belum ada penelitian yang berhasil menemukan bukti kuat bahwa vitamin dan suplemen memiliki manfaat yang signifikan.  Sangat sedikit bukti bahwa suplemen dan vitamin pil dapat memberikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. 

Kecuali untuk orang yang memiliki kurang gizi, para ahli mengatakan vitamin ataupun suplemen pil tidak mencegah seseorang jadi tidak sakit jika bersentuhan dengan patogen seperti COVID-19.

“Saya berpikir mengonsumsi vitamin bisa jadi pilihan baik. Tapi yang jelas ini tidak akan mencegah COVID-19,” ujar Apovian memastikan penambahan multivitamin baik bagi mereka yang kekurangan gizi.

Apovian mengingatkan bahwa jangan sampai konsumsi vitamin membuat seseorang malah melupakan cara pencegahan COVID-19 lainnya. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

23,165

Terkonfirmasi

5,877

Sembuh

1,418

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Ada sejumlah cara tindakan pencegahan yang bisa diambil untuk cegah risiko terinfeksi COVID-19 selain dengan mengkonsumsi vitamin. Seperti sering mencuci tangan dengan sabun, hindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak sosial.

“Orang-orang tidak dapat mengonsumsi suplemen dan berpikir bahwa mereka kebal dan tidak memerlukan tindakan pencegahan lain,” terang Apovian.

Beberapa suplemen dapat memberikan sedikit manfaat meski seringkali suplemen atau vitamin semacam itu dijual dengan harga mahal. Apovian menyarankan daripada untuk membeli suplemen atau vitamin lebih baik untuk menghemat uang.

Konsumsi pil vitamin dan suplemen tidak beri manfaat signifikan

COVID-19

Dengan semakin meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Indonesia tentu saja kita mencari cara untuk tetap sehat dan mengkonsumsi vitamin dengan jumlah banyak. Padahal terlalu banyak mengkonsumsi vitamin ataupun pil suplemen tidak terlalu membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Malah jika berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Bukannya cegah infeksi malah diare, tentunya anda tidak ingin mengalami diare karena mengkonsumsi vitamin berlebihan, apalagi dalam kondisi ancaman COVID-19 seperti sekarang.

makanan untuk memperkuat imun

Dalam beberapa kasus, vitamin dosis tinggi bisa berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

Peneliti Johns Hopkins, Edgar Miller, M.D. dan Lawrence Appel, M.D. menganalisis bukti baru yang menemukan bahwa multivitamin harian tidak efektif mencegah kanker, penyakit jantung, dan demensia. Hasil ini, dalam konteks penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa suplemen beta-karoten dan vitamin E dosis tinggi sebenarnya bisa berbahaya.

“Kebanyakan suplemen tidak mencegah penyakit kronis atau kematian, penggunaannya tidak dibenarkan, dan mereka harus dihindari,” tulis Dr Appel dalam penelitian tersebut. 

Beberapa multivitamin memiliki sedikit manfaat, beberapa tidak memiliki manfaat tapi tidak berbahaya, tapi ada yang tidak memiliki manfaat dan berbahaya. 

Dilansir dari halaman website John Hopkins Medicine, Dr. Appel menemukan bahwa vitamin E bisa berbahaya dalam dosis besar dan beta-karoten sebenarnya dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok.

Untuk meningkatkan sistem imun tubuh disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat seimbang yang mencakup semua nutrisi penting dan tidur yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Vitamin C direkomendasikan untuk pengobatan pasien COVID-19

vitamin C cegah COVID-19

Reputasinya sebagai sebagai penambah imun sangat popular membuat banyak dari kita biasanya mengkonsumsi vitamin C saat terkena flu. Meski begitu beberapa ahli mengatakan vitamin C tidak membantu cegah tertular virus penyebab COVID-19.

Vitamin C misalnya adalah vitamin yang larut dalam air. Jika  Anda mengkonsumsi lebih dari yang dapat disimpan tubuh Anda, maka vitamin C hanya dibuang melalui urin dan dibuang di toilet. Terlebih lagi, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C juga dapat menyebabkan diare dan mual.

Tapi pernyataan beberapa ahli belakangan dijawab oleh Pemerintah Provinsi Shanghai, China. Mereka yang mengumumkan merekomendasikan konsumsi vitamin C untuk mengobati COVID-19. 

Anjurannya adalah untuk pasien COVID-19 mengonsumsi vitamin C dalam jumlah banyak. Dosisnya bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan penyakit. Perharinya, dari 50 hingga 200 milligram per kilogram berat badan. 

Untuk orang dewasa dosis 4.000 hingga 16.000 bisa diberikan melalui intravena (IV) atau infus. Pemberian melalui intravena ini penting karena memiliki keefektifan lebih tinggi dibandingkan dengan dimakan/dikonsumsi secara oral.

Teknik Pernapasan Tertentu Bisa Meredakan Gejala Coronavirus?

Atsuo Yanagisawa, MD, PhD, karena “Efek vitamin C setidaknya sepuluh kali lebih kuat oleh IV daripada jika dikonsumsi secara oral.,” kata Atsuo Yanagisawa, profesor Japanese College of Intravenous Therapy.

Yanagisawa mengatakan vitamin C yang diberikan melalui intravena adalah antivirus yang aman, efektif, dan memiliki spektrum luas.

Meski begitu anjuran ini ditujukan untuk pengobatan pasien COVID-19, berarti mereka yang telah terinfeksi. Mereka tidak menyebutkan anjuran ataupun keefektifan vitamin dalam membantu cegah tertular COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman Gerak Jalan yang Direkomendasikan Selama Pandemi

Anda tetap bisa melakukan olahraga gerak jalan atau jalan kaki saat pandemi dengan tetap mengikuti beberapa protokol kesehatan berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 Mei 22, 2020

COVID-19 Bisa Sebabkan Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak, Apa Artinya?

WHO baru-baru ini melaporkan komplikasi COVID-19 pada anak yang dikenal sebagai sindrom peradangan multisistem. Apa gejala dan dampaknya bagi anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 21, 2020

Alasan Penderita Lupus Lebih Berisiko Terhadap Komplikasi COVID-19

Penyakit lupus termasuk dalam kategori kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang lebih parah. Bagaimana risiko COVID-19 pada penderita lupus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Arus mudik yang tak bisa dikendalikan membuat masyarakat di desa harus siaga kedatangan potensi sumber penularan COVID-19. Bagaimana kesiapannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 20, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kawasaki covid-19 anak

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 24, 2020
minum alkohol membunuh coronavirus

Mitos atau Fakta: Minum Alkohol Dapat Membunuh Coronavirus?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020
dampak pandemi mental remaja

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 23, 2020