Apakah Vitamin Bisa Membantu Cegah Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan disinfektan lainnya terlihat melayang dari rak-rak toko. Dengan semakin banyaknya kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia, penjualan suplemen dan vitamin ikut meroket. Masyarakat berharap dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen dapat cegah penularan COVID-19 dan membantu mereka terhindar dari si virus. 

Mereka membeli dan menyetok suplemen vitamin C. Karena memang sudah menjadi sifat alami manusia mencari bantuan tambahan untuk melindungi dirinya dari suatu bahaya. Namun, apakah dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen adalah cara terbaik untuk membantu cegah tertular COVID-19? Berikut ulasannya.

Apakah Pil Vitamin Bisa Cegah Tertular COVID-19?

Vitamin Cegah COVID-19

Dilansir Insider, Dr. Caroline Apovian, Direktur Nutrition and Weight Management Center Boston Medical Center mengatakan mengkonsumsi pil suplemen atau pil vitamin bukan cara terbaik cegah COVID-19. 

“Jauh lebih penting untuk mencuci tangan daripada mengambil tablet hisap zinc,” kata Apovian.

Belum ada penelitian yang berhasil menemukan bukti kuat bahwa vitamin dan suplemen memiliki manfaat yang signifikan.  Sangat sedikit bukti bahwa suplemen dan vitamin pil dapat memberikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. 

Kecuali untuk orang yang memiliki kurang gizi, para ahli mengatakan vitamin ataupun suplemen pil tidak mencegah seseorang jadi tidak sakit jika bersentuhan dengan patogen seperti COVID-19.

“Saya berpikir mengonsumsi vitamin bisa jadi pilihan baik. Tapi yang jelas ini tidak akan mencegah COVID-19,” ujar Apovian memastikan penambahan multivitamin baik bagi mereka yang kekurangan gizi.

Apovian mengingatkan bahwa jangan sampai konsumsi vitamin membuat seseorang malah melupakan cara pencegahan COVID-19 lainnya. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

291,182

Terkonfirmasi

218,487

Sembuh

10,856

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Ada sejumlah cara tindakan pencegahan yang bisa diambil untuk cegah risiko terinfeksi COVID-19 selain dengan mengkonsumsi vitamin. Seperti sering mencuci tangan dengan sabun, hindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak sosial.

“Orang-orang tidak dapat mengonsumsi suplemen dan berpikir bahwa mereka kebal dan tidak memerlukan tindakan pencegahan lain,” terang Apovian.

Beberapa suplemen dapat memberikan sedikit manfaat meski seringkali suplemen atau vitamin semacam itu dijual dengan harga mahal. Apovian menyarankan daripada untuk membeli suplemen atau vitamin lebih baik untuk menghemat uang.

Konsumsi pil vitamin dan suplemen tidak beri manfaat signifikan

COVID-19

Dengan semakin meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Indonesia tentu saja kita mencari cara untuk tetap sehat dan mengkonsumsi vitamin dengan jumlah banyak. Padahal terlalu banyak mengkonsumsi vitamin ataupun pil suplemen tidak terlalu membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Malah jika berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Bukannya cegah infeksi malah diare, tentunya anda tidak ingin mengalami diare karena mengkonsumsi vitamin berlebihan, apalagi dalam kondisi ancaman COVID-19 seperti sekarang.

makanan untuk memperkuat imun

Dalam beberapa kasus, vitamin dosis tinggi bisa berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

Peneliti Johns Hopkins, Edgar Miller, M.D. dan Lawrence Appel, M.D. menganalisis bukti baru yang menemukan bahwa multivitamin harian tidak efektif mencegah kanker, penyakit jantung, dan demensia. Hasil ini, dalam konteks penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa suplemen beta-karoten dan vitamin E dosis tinggi sebenarnya bisa berbahaya.

“Kebanyakan suplemen tidak mencegah penyakit kronis atau kematian, penggunaannya tidak dibenarkan, dan mereka harus dihindari,” tulis Dr Appel dalam penelitian tersebut. 

Beberapa multivitamin memiliki sedikit manfaat, beberapa tidak memiliki manfaat tapi tidak berbahaya, tapi ada yang tidak memiliki manfaat dan berbahaya. 

Dilansir dari halaman website John Hopkins Medicine, Dr. Appel menemukan bahwa vitamin E bisa berbahaya dalam dosis besar dan beta-karoten sebenarnya dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok.

Untuk meningkatkan sistem imun tubuh disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat seimbang yang mencakup semua nutrisi penting dan tidur yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Vitamin C direkomendasikan untuk pengobatan pasien COVID-19

vitamin C cegah COVID-19

Reputasinya sebagai sebagai penambah imun sangat popular membuat banyak dari kita biasanya mengkonsumsi vitamin C saat terkena flu. Meski begitu beberapa ahli mengatakan vitamin C tidak membantu cegah tertular virus penyebab COVID-19.

Vitamin C misalnya adalah vitamin yang larut dalam air. Jika  Anda mengkonsumsi lebih dari yang dapat disimpan tubuh Anda, maka vitamin C hanya dibuang melalui urin dan dibuang di toilet. Terlebih lagi, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C juga dapat menyebabkan diare dan mual.

Tapi pernyataan beberapa ahli belakangan dijawab oleh Pemerintah Provinsi Shanghai, China. Mereka yang mengumumkan merekomendasikan konsumsi vitamin C untuk mengobati COVID-19. 

Anjurannya adalah untuk pasien COVID-19 mengonsumsi vitamin C dalam jumlah banyak. Dosisnya bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan penyakit. Perharinya, dari 50 hingga 200 milligram per kilogram berat badan. 

Untuk orang dewasa dosis 4.000 hingga 16.000 bisa diberikan melalui intravena (IV) atau infus. Pemberian melalui intravena ini penting karena memiliki keefektifan lebih tinggi dibandingkan dengan dimakan/dikonsumsi secara oral.

Teknik Pernapasan Tertentu Bisa Meredakan Gejala Coronavirus?

Atsuo Yanagisawa, MD, PhD, karena “Efek vitamin C setidaknya sepuluh kali lebih kuat oleh IV daripada jika dikonsumsi secara oral.,” kata Atsuo Yanagisawa, profesor Japanese College of Intravenous Therapy.

Yanagisawa mengatakan vitamin C yang diberikan melalui intravena adalah antivirus yang aman, efektif, dan memiliki spektrum luas.

Meski begitu anjuran ini ditujukan untuk pengobatan pasien COVID-19, berarti mereka yang telah terinfeksi. Mereka tidak menyebutkan anjuran ataupun keefektifan vitamin dalam membantu cegah tertular COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
gerakan tangan abc untuk kesehatan anak di tengah adaptasi kebiasaan baru

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit