Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

COVID-19 menular dari manusia ke manusia melalui droplet (cipratan air liur) dari orang yang sudah terinfeksi. Karena beratnya, droplet berisi virus hanya mampu bertahan beberapa detik di udara sebelum jatuh ke permukaan, ia tidak terbang terbawa udara.

Namun penelitian terbaru menemukan, DNA virus corona bisa bergerak dan menyebar di bangsal rumah sakit dalam waktu 10 jam. Apakah DNA virus yang menyebar dan menempel ke benda-benda di rumah sakit bisa menginfeksi orang yang berkontak dengannya?

Bagaimana virus corona bertahan di permukaan benda?

covid-19 di rumah sakit, virus corona menyebar tertular penyakit di rumah sakit infeksi nosokomial

SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19 menular melalui droplet atau cipratan air liur yang keluar saat orang yang terinfeksi bersin, batuk, atau bicara.

Para ahli percaya droplet ini tidak dapat bergerak lebih dari 1 sampai 2 meter di udara. Karena itu kita diimbau untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) saat berada di luar rumah untuk menghindari penularan.

Selain penularan secara langsung dari orang ke orang, SARS-CoV-2 juga bisa menginfeksi orang dari sentuhan dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Saat menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah, virus tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir mata, hidung, atau mulut. 

Laporan di jurnal New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan pada stainless steel dan plastik hingga 3 hari. Artinya selama itu, virus masih berpotensi menginfeksi orang yang menyentuhnya.

Tapi segala sesuatu mengenai virus corona penyebab COVID-19 ini masih terus diteliti, studi-studi terbaru bisa melengkapi atau membantah penelitian terdahulu.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

392,934

Terkonfirmasi

317,672

Sembuh

13,411

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

DNA virus corona menyebar di rumah sakit dalam 10 jam

Risiko pelonggaran psbb corona virus rumah sakit

Dari penelitian terbaru, diketahui bahwa DNA virus corona bisa mengontaminasi hampir separuh dari permukaan-permukaan benda di rumah sakit.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari University College Hospital dan Great Ormond Street Hospital. Mereka melakukan uji coba dengan menggunakan virus SARS-CoV-2 buatan yang sudah tidak berbahaya untuk manusia. 

Peneliti menempatkan 1,15 miliar virus corona buatan tersebut di permukaan-permukaan benda di ruang isolasi anak di rumah sakit. Pada malam hari, peneliti mengambil sampel dari permukaan benda di ruangan-ruangan di seberang ruang isolasi tersebut. 

Dari hasil analisis, virus corona tersebut bisa bergerak keluar dari ruang isolasi dan mengontaminasi hampir separuh dari permukaan-permukaan benda di rumah sakit.

Droplet Pasien COVID-19 Bertahan di Udara, WHO Imbau Petugas Medis

Dalam 10 jam pertama, ada 41% dari sampel terdeteksi mengandung DNA virus. Permukaan-permukaan benda yang terkontaminasi termasuk tempat tidur, pegangan pintu, serta buku-buku dan mainan anak-anak di ruang tunggu. 

Dari penelitian ini para peneliti menyampaikan bahwa percikan droplet dari orang yang terinfeksi bisa menyebar ke lebih dari satu ruangan.

“Virus mengontaminasi satu permukaan benda lalu disebarkan ke tempat lain dari sentuhan-sentuhan pasien, petugas medis, maupun pengunjung,” kata Elaine Cloutman-Green, salah satu penelitian dan ilmuwan kesehatan terkemuka di Great Ormond Street Hospital.

Dari penelitian ini, Anda diharapkan untuk tidak ke rumah sakit bila tidak diperlukan. Kalau ingin menjenguk, bisa secara virtual menggunakan gadget. Ada juga waktu-waktu yang tepat kapan harus periksa ke dokter di rumah sakit saat COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Kepadatan penduduk suatu kota dapat memengaruhi lama waktu pandemi COVID-19 berlangsung. Kota besar diprediksi bakal lebih lama mengalami pandemi, mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebiasaan mencuci tangan covid-19

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit