Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Indonesia menjadi tempat uji vaksin COVID-19 Sinovac buatan perusahaan China. Rencananya vaksin akan diuji coba secara besar-besaran pada ribuan orang di Bandung. Saat ini, tim uji klinis yang ditunjuk sedang menyiapkan pendaftaran para relawan. 

Kenapa Sinovac memilih Indonesia untuk dijadikan tempat uji klinis tahap akhir?

Vaksin COVID-19 Sinovac akan uji klinis di Indonesia

uji klinis vaksin sonovac covid-19 di indonesia

Sinovac bekerjasama dengan Bio Farma untuk melakukan uji klinis tahap 3 vaksin COVID-19 di Indonesia. Vaksin ini menjadi satu dari tiga vaksin yang telah memasuki tahap akhir uji klinis.

Perusahaan ini mulai melakukan penelitian vaksin COVID-19 sejak akhir Januari lalu dan telah melewati pre-klinik (pengujian pada hewan) dan uji klinis fase 2. 

Uji klinis fase 1 dilakukan untuk mengetahui apakah vaksin aman bagi manusia. Uji coba fase 1 pada kandidat vaksin ini telah dilakukan di China pada April lalu. Pengujian melibatkan 144 orang dewasa rentang usia 18-59 tahun. 

Sementara itu, uji klinis fase 2 dilakukan untuk menentukan dosis dan keamanannya pada jumlah peserta yang lebih besar. Uji coba fase 2 ini melbatkan 600 peserta pada rentang usia sama dengan uji klinis fase 1. 

Hasil dari uji klinis fase 1 dan 2 dilaporkan aman dan tidak ada efek samping serius pada peserta. Hasil uji klinis fase 2 menunjukkan bahwa vaksin memicu pembentukan antibodi yang mampu menetralisir virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Antibodi mulai terbentuk pada hari ke-14 setelah vaksinasi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

275,213

Terkonfirmasi

203,014

Sembuh

10,386

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Yang saat ini akan dilakukan di Indonesia adalah uji klinis fase 3 atau tahap akhir yang mana dilakukan untuk mengetahui keefektifannya. Tahap ini harus dilakukan dengan skala besar dan membutuhkan wilayah rentan dengan angka penularan aktif terbanyak. Hal ini dilakukan agar keefektifan calon vaksin benar-benar teruji. 

Untuk uji klinis fase 3 ini, Sinovac menggaet negara lain yang memiliki kasus penularan tinggi untuk melakukan uji coba. Brasil telah memulainya dengan melibatkan 9.000 peserta yang disusul oleh Bangladesh dengan melibatkan 4.200 peserta. 

Sinovac yang dilakukan di Indonesia rencananya akan dimulai pada Agustus 2020 melibatkan 1.620 relawan pada rentang usia 18-59 tahun. 

Proses uji klinis di Indonesia dan perekrutan relawan

Uji klinis vaksin sinovac china di indonesia

Komite Etik Universitas Padjadjaran mengumumkan telah memberi izin untuk pelaksanaan uji klinis fase 3 kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinovac di Indonesia.

Terhitung mulai Senin (27/7), UNPAD telah membuka pendaftaran relawan peserta uji klinis. Syarat menjadi relawan yakni harus orang dewasa sehat berusia 18-59 tanpa riwayat berkontak dengan pasien terkait COVID-19. Relawan juga harus dinyatakan negatif COVID-19 melalui tes swab tenggorokan yang (RT-PCR). 

Selain itu, karena uji klinis dilakukan di wilayah Bandung, peserta diwajibkan berdomisili Bandung. Peserta yang memenuhi persyaratan dan telah melewati prosedur administrasi akan Bio Farma berikan suntikan vaksin dengan dosis pertama. 

Pada hari ke-14, sampel darah peserta akan diambil dan dilakukan pemeriksaan. Setelah itu, peserta akan disuntikkan vaksin dosis kedua dan sampel darah mereka akan diambil lagi setelah 14 hari.

Vaksin COVID-19 Moderna Memasuki Tahap Akhir Uji Kllinis

Bio Farma dibantu oleh Universitas Padjadjaran dan Kementerian Kesehatan yang akan berpartisipasi dalam uji klinis ini. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan uji klinis vaksin akan berjalan selama enam bulan. 

“Apabila lancar, maka kami akan memproduksinya pada kuartal pertama tahun 2021,” Kata Honesti dalam siaran pers, Senin (21/7).

Jika vaksin lolos uji klinis fase 3 maka Bio Farma bakal memproduksi 40 juta dosis per tahun dengan rencana memperbesar kapasitas distribusi menjadi 250 juta dosis per tahun. Itu dengan catatan bahwa pemerintah telah mengizinkan penggunaannya secara luas.

Vaksin bisa tidak lolos uji klinis

Vaksin covid-19 sinovac uji klinis fase III di Indonesia

Kandidat vaksin COVID-19 Sinovac sejauh ini salah satu yang paling menjanjikan untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia. Namun, bukan berarti vaksin ini sudah bisa dipastikan 100% lolos uji klinis. Uji klinis yang sekarang dilakukan bisa saja mengalami kegagalan. 

“Uji klinis berarti zona-zona (gagal) ini masih mungkin. Kami menunggu dalam 6 bulan ini,” kata Head of Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan dalam acara Market Review, Kamis (23/7).

Keberhasilan uji klinis fase 3 pada vaksin Sinovac ini bukan hanya dinilai dari hasil di Indonesia, tapi juga harus sama-sama terbukti efektif di semua negara yang menjadi wilayah uji coba.

“Uji tahap akhir ini harus dilakukan multicenter. Hasilnya harus sama, kalau tidak lulus itu tidak bisa digunakan,” pungkasnya.

Vaksin untuk COVID-19 hanya perlu efektif sebesar 50 persen dan tidak perlu 100 persen karena kebutuhannya yang mendesak.

Staf khusus kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac tidak akan mempengaruhi jalannya pengembangan vaksin yang dilakukan oleh lembaga molekuler Eijkman.

Eijkman menjadi lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mengembangkan vaksin COVID-19 produk anak bangsa. Saat ini berbagai lembaga dan organisasi dari banyak negara di dunia sedang berlomba menghasilkan vaksin COVID-19 tercepat.

Setidaknya ada 3 kandidat vaksin COVID-19 lain yang sudah memasuki uji klinis fase 3, yakni:

  1. Vaksin yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products, China.
  2. Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, Inggris.
  3. Vaksin yang dikembangkan oleh Perusahaan Bioteknologi Moderna, Amerika Serikat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit