Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Meski pelayanan kesehatan anak terganggu akibat pandemi COVID-19, Ikatan dokter Indonesia (IDAI) menyarankan orangtua agar tidak menunda imunisasi dan tetap mengontrol tumbuh kembang anak di rumah. Apa saja yang perlu diperhatikan?

Kebutuhan dasar tumbuh kembang anak selama pandemi harus terpenuhi

perkembangan fisik anak pertumbuhan masa pandemi

IDAI memberi masukan kepada pemerintah agar tatanan new normal pandemi COVID-19 harus disesuaikan dengan kebutuhan dasar tumbuh kembang anak. Akses pelayanan kesehatan anak yang terganggu akan meningkatkan risiko penyakit atau malnutrisi yang seharusnya bisa dicegah.

“Konsep new normal diharapkan disusun sesuai kebutuhan dasar tumbuh kembang anak. Karena tumbuh kembang anak yang optimal akan menentukan kualitas generasi selanjutnya,” tulis IDAI dalam keterangan persnya. 

Selama masa pandemi, IDAI menekankan agar pemantauan tumbuh kembang anak tetap dilakukan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Hal ini disebut dengan Intervensi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) yang meliputi:

  1. Stimulasi dini: untuk merangsang otak balita agar perkembangan kemampuan gerak, bicara, bahasa, sosialisasi, dan kemandirian berlangsung optimal sesuai dengan umur anak.
  2. Deteksi dini tumbuh kembang anak: kegiatan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya gangguan tumbuh kembang balita. Deteksi dini akan membuat penanganan menjadi lebih mudah.
  3. Intervensi dini: tindakan koreksi agar tumbuh kembang anak kembali normal atau minimal gangguannya tidak semakin berat.
  4. Rujukan dini: apabila balita perlu dirujuk ke dokter ahli, maka rujukan juga harus dilakukan sedini mungkin sesuai dengan indikasi.

Mau tidak mau, beberapa pelayanan kesehatan anak terganggu saat pandemi COVID-19 ini. IDAI mengingatkan orangtua untuk tetap memperhatikan pertumbuhan, perkembangan, dan imunisasi anak.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

111,455

Terkonfirmasi

68,975

Sembuh

5,236

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Cara mengontrol pertumbuhan anak selama di rumah

perkembangan motorik anak sd

Baik atau tidaknya pertumbuhan anak dapat dinilai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. 

Mengutip situs web IDAI, pertumbuhan anak pada usia 0–24 bulan adalah masa pertumbuhan paling cepat. Pada masa ini, terjadi pertumbuhan pada otak dan organ lainnya yang sangat penting.

Gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi bisa berakibat pada kualitas hidup anak di masa depan. Maka dari itu, selama pelayanan kesehatan anak tutup semasa pandemi, orangtua disarankan untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan anak di rumah.

Cara mengetahui pertumbuhan bayi normal usia satu tahun adalah dengan menghitung beratnya yang mencapai tiga kali berat lahir. Kemudian, panjang badannya naik 50 persen dari panjang lahir dan lingkar kepala naiknya sekitar 10 cm dari saat lahir.

anak imunisasi covid-19

Setiap anak bertumbuh dengan kecepatan berbeda-beda sehingga perlu dilakukan pengukuran secara berkala untuk memastikan tidak ada gangguan dalam pertumbuhannya.

IDAI menyarankan pengukuran berkala dilakukan dengan jeda waktu sebagai berikut.

  • Pengukuran pertumbuhan bayi dari usia 0–12 bulan dilakukan setiap bulan.
  • Pengukuran pertumbuhan dari usia 1–3 tahun dilakukan setiap 3 bulan sekali.
  • Pengukuran pertumbuhan dari usia 3–6 tahun dilakukan setiap 6 bulan sekali.
  • Pengukuran dilakukan setiap 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.

Tahapan tumbuh kembang anak selama pandemi ini bisa dikontrol orangtua di rumah. Orangtua bisa melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan dengan alat ukur meteran jahit serta berat badan dengan timbangan yang ada di rumah. Pastikan pengukurannya tepat lalu mencatatnya.

Selain pertumbuhan fisik, orangtua juga harus memperhatikan perkembangan motorik, kemampuan bahasa, dan kemampuan kognitif anak dengan mengamati dan mencatatnya. Jika terjadi keterlambatan, konsultasikan dengan dokter anak.

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Vaksin PCV atau pneumokokus adalah salah satu dari rangkaian imunisasi yang perlu diberikan pada anak. Ini penjelasan lengkap seputar vaksin PCV.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Moderna Memasuki Tahap Akhir Uji Kllinis

Vaksin COVID-19 buatan Moderna menunjukkan hasil positif dan akan memasuki tahap akhir uji klinis. Vaksin ini akan diuji coba pada 30.000 orang relawan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Menkes Mengganti Istilah PDP, ODP, dan OTG, Apa Artinya Bagi Penanganan COVID-19?

Kemenkes menghapus istilah PDP, ODP, dan OTG. Sebagi gantinya pemerintah menetapkan beberapa istilah baru untuk digunakan dalam penanganan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
imunisasi vaksin hib

Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/07/2020 . Waktu baca 8 menit