Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

COVID-19 memberikan dampak pada banyak hal, termasuk cara berkonsultasi dengan dokter dan terapis. Physical distancing dan kekhawatiran masyarakat bepergian ke luar, termasuk rumah sakit, membuat mereka melewatkan terapi dengan dokter. Namun, ada alternatif lain yang bisa dilakukan selama pandemi COVID-19, yaitu terapi online alias konsultasi jarak jauh menggunakan teknologi. 

Transisi terapi online selama pandemi COVID-19

konsultasi jarak jauh selama pandemi

Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), pandemi COVID-19 telah banyak membuat perubahan dalam dunia kesehatan. Salah satunya adalah rumah sakit kembali menyediakan pelayanan konsultasi jarak jauh dan terapi online. 

Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi paparan virus ke tenaga kesehatan, menghemat alat pelindung diri (APD), dan mengurangi risiko kerumunan di rumah sakit. Umumnya, pelayanan ini membantu pasien mendapatkan perawatan, terutama bagi mereka yang tidak bergantung pada pengobatan langsung di rumah sakit. 

Konsultasi jarak jauh memang memiliki keunggulan dan kelemahan. Metode ini mungkin cocok bagi penyandang disabilitas yang tidak dapat bepergian, terutama selama pandemi berlangsung. 

Namun, terapi online tentu memiliki kekurangan ketika dibandingkan dengan konsultasi langsung. Sebagai contoh, konsultasi jarak jauh mengandalkan teknologi dan internet, sehingga ketika koneksi internet berjalan lambat tentu akan berpengaruh terhadap terapi.

Oleh karena itu, agar Anda dapat memaksimalkan terapi online selama pandemi COVID-19, ada beberapa hal yang dapat dilakukan selama masa transisi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

111,455

Terkonfirmasi

68,975

Sembuh

5,236

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Membuat waktu khusus untuk terapi

Menandai kalender sebagai aturan minum obat TBC

Salah satu hal yang perlu dilakukan ketika menghadapi transisi terapi online selama pandemi COVID-19 adalah menyisihkan jadwal khusus untuk berkonsultasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa konsultasi jarak jauh dapat dilakukan kapan dan di mana saja, sehingga mungkin lebih mudah untuk menyisihkan waktu. 

Walaupun demikian, Anda mungkin merasa terganggu jika harus berhenti bekerja di tengah-tengah dan melanjutkannya setelah terapi. Maka itu, mengatur waktu untuk terapi online adalah hal yang penting agar Anda bisa memperkirakan jadwal sendiri. 

Selanjutnya, Anda juga perlu mencari tempat atau ruangan dengan suasana nyaman ketika menjalani terapi online. Terlebih lagi ketika Anda mengisolasi dan sulit membuka diri ketika berada di dekat orang lain. 

Dengan waktu dan ruang khusus yang disediakan ketika konsultasi jarak jauh selama pandemi, setidaknya Anda lebih leluasa berbincang dengan terapis.

Penyandang Disabilitas Lebih Rentan Terhadap COVID-19, Begini Penjelasannya

2. Beradaptasi secara perlahan

terapi online

Pada awal masa transisi terapi online selama pandemi mungkin Anda merasa tidak nyaman. Apalagi ketika Anda terbiasa berbincang langsung dengan dokter atau terapis. 

Rasa tidak nyaman tersebut adalah kondisi yang cukup normal dan tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan situasi ini. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak akan mendapatkan balasan langsung dari terapis ketika berkonsultasi lewat pesan singkat. 

Akibatnya, Anda mungkin berpikir bahwa metode ini tidak cocok. Namun, Anda bisa mulai beradaptasi dengan menjaga komunikasi tetap terbuka dengan terapis. Jangan lupa untuk mengutarakan perasaan frustrasi dan emosi yang dirasakan, termasuk saat harus berkonsultasi jarak jauh seperti ini.

3. Berlatih mengeluarkan emosi lebih jelas

terapi online

Salah satu kelemahan dari konsultasi jarak jauh selama pandemi adalah terapis tidak dapat melihat bahasa tubuh Anda dengan jelas, begitu pula sebaliknya. Anda mungkin menjadi merasa kesulitan mengetahui bagaimana respons terapis karena tidak dapat melihat gerak wajah dan tubuh mereka. 

Maka itu, Anda dapat berlatih mengeluarkan emosi lewat kata-kata dengan lebih jelas saat menjalani transisi terapi online selama pandemi. Dengan demikian, terapis tidak kehilangan petunjuk penting ketika Anda berusaha mengeluarkan emosi. 

Jangan lupa bahwa selama sesi terapi berlangsung tidak ada masalah yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk dibicarakan. Walaupun terlihat sepele di mata orang lain, membicarakannya dengan terapis mungkin dapat membantu Anda mendapatkan jalan keluar.

Tidak semua terapis menyediakan layanan online

beda psikolog dan psikiater

Walaupun kebanyakan orang dapat menggunakan teknologi dengan baik, tidak semua terapis menyediakan layanan online. Hal ini mungkin yang membuat Anda kesulitan untuk menjalani masa transisi terapi online selama pandemi karena harus mencari terapis baru

Anda perlu membicarakan perihal ini dengan terapis. Tanyakan kepada mereka apakah metode konsultasi jarak jauh ini cocok dilakukan untuk Anda. Pasalnya, ada beberapa masalah kesehatan mental yang serius, seperti keinginan untuk bunuh diri, mungkin tidak cocok dilakukan lewat konsultasi virtual.

Selain itu, Anda dapat melakukan riset terlebih dahulu tentang pilihan terapi online yang disediakan oleh beberapa terapis yang hendak dipililh. Jangan lupa mempertimbangkan jenis komunikasi apa yang akan digunakan dan sesuai kebutuhan, seperti bertukar pesan atau panggilan video.

Bagi beberapa orang mungkin merasa transisi terapi online selama pandemi tidak sama pentingnya dengan kesehatan fisik agar tidak tertular virus. Padahal menjaga kesehatan mental selama pandemi COVID-19 sangat diperlukan. Terlebih lagi, Anda mungkin membutuhkan bantuan lebih banyak dibandingkan sebelumnya. 

Terapi online mungkin dapat menjadi salah satu alternatif yang cukup efektif untuk menjaga kesehatan mental, terutama di masa penuh tekanan ini. Maka dari itu, usahakan untuk tidak takut mencoba sesuatu yang berbeda dan bersedia menemui terapis, meskipun awalnya terasa sulit.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin COVID-19 Moderna Memasuki Tahap Akhir Uji Kllinis

Vaksin COVID-19 buatan Moderna menunjukkan hasil positif dan akan memasuki tahap akhir uji klinis. Vaksin ini akan diuji coba pada 30.000 orang relawan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Menkes Mengganti Istilah PDP, ODP, dan OTG, Apa Artinya Bagi Penanganan COVID-19?

Kemenkes menghapus istilah PDP, ODP, dan OTG. Sebagi gantinya pemerintah menetapkan beberapa istilah baru untuk digunakan dalam penanganan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

WHO Mengonfirmasi Virus COVID-19 Bertahan di Udara (Airborne)

Selain melalui droplet, COVID-19 juga menular lewat sebaran di udara (airborne). Hal ini sudah dikonfirmasi oleh WHO. Begini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/07/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Beradaptasi dan Melindungi Diri di Masa New Normal

New normal dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang. Namun, hal terpenting adalah Anda tetap harus melindungi kesehatan dengan langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin covid-19 oxford

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit