5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/05/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah COVID-19 kini sudah resmi ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO. Hal ini melihat penularan virus yang meningkat hingga 13 kali lipat di negara lain di luar Tiongkok. Penetapan tersebut tentu membuat masyarakat semakin waspada, terutama anak-anak. Namun, bagaimana menjelaskan ke anak perihal COVID-19?

Tips menjelaskan COVID-19 ke anak

cara mengatasi anak tidak mau mendengarkan orangtua

Sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran COVID-19, hampir setiap negara memutuskan untuk menutup akses warga negara yang terinfeksi masuk ke kota alias lockdown kota. Penutupan akses ini ternyata berimbas pada sarana publik lainnya, termasuk sekolah. 

Hal tersebut tentu saja menimbulkan berbagai pertanyaan di benak anak, terutama ketika ada orang terdekat mereka yang menjadi pasien COVID-19. Kemungkinan anak mengetahui COVID-19 dari berita memang ada, tetapi tidak ada salahnya mereka mendengar dari orangtuanya sendiri.

Menurut Victor Carrion, psikiater di Stanford Children’s Health, orangtua dan pengasuhnya perlu menjelaskan COVID-19 ke anak sesuai dengan pertanyaan dan usia mereka. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan bahasa yang disampaikan agar tidak menimbulkan kecemasan. 

Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda ketika memberitahu anak perihal wabah penyakit ini. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

24,538

Terkonfirmasi

6,240

Sembuh

1,496

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Tanyakan apa yang sudah anak ketahui

Pendidikan seks pada anak

Sebelum menjelaskan dengan lengkap tentang COVID-19 ke anak, ternyata Anda perlu bertanya terlebih dahulu apa saja yang sudah mereka ketahui. 

Bertanya kepada anak pun perlu dilihat sesuai dengan usia mereka. Misal, untuk anak berusia sekolah mungkin lebih baik bertanya apakah orang di sekolah sudah menjelaskan COVID-19 dan apa yang dikatakan mereka. 

Sementara itu, bagi anak yang masih balita atau lebih kecil, Anda dapat menanyakan kepada mereka apakah orang dewasa lainnya pernah membicarakan wabah penyakit ini. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah selama ini anak mendengar informasi yang benar atau tidak. 

Setelah itu, Anda bisa mulai mengajak anak untuk berdiskusi dan melihat bagaimana reaksi mereka. Beberapa anak mungkin tertarik dan akan sering bertanya kepada Anda, tetapi tidak sedikit pula yang jarang bertanya. 

Oleh karena itu, menjelaskan COVID-19 ke anak pun perlu melihat situasi terlebih dahulu, apakah anak ingin mengikuti berita tersebut atau sekadar ingin tahu. 

2. Jelaskan dengan jujur dan mudah dipahami

melatih anak mengorganisasikan sesuatu

Setelah memperoleh informasi tentang apa yang sudah anak ketahui, kini saatnya menjelaskan ke mereka tentang COVID-19 dengan bahasa yang mudah dipahami dan jujur. 

Pertama-tama, usahakan untuk lebih fokus membantu anak merasa aman, tetapi tetap jujur. Cobalah untuk tidak menjelaskan wabah infeksi virus ini terlalu detail dan lebih dari yang ditanyakan oleh anak. 

Sebagai contoh, ada beberapa anak yang mungkin bertanya tentang sekolah mereka yang ditutup dan Anda tentu dapat menjawab pertanyaan mereka dengan jujur.

Akan tetapi, ketika mereka tidak pernah bertanya atau tidak pernah terjadi, Anda tidak perlu mengangkat topik tersebut. Selain itu, ketika waktunya anak bertanya dan kebetulan Anda tidak mengetahui jawabannya, jawablah dengan jujur. 

Setelah itu, gunakan pertanyaan tersebut untuk mencari tahu bersama dengan anak melalui laman resmi, seperti CDC, WHO, atau laman pemerintah tentang COVID-19. 

Hal ini bertujuan agar anak mengetahui tentang fakta yang ada dan tidak hanya melihat berita tentang informasi menakutkan seperti angka kematian. Jangan lupa untuk menggunakan suara yang tenang ketika mencoba menjelaskan COVID-19 ke anak.

COVID-19

3. Beri ruang ketika anak merasa cemas

anak takut orang tua

Menjelaskan wabah COVID-19 ke anak tentu dapat menimbulkan rasa khawatir pada mereka. Respons tersebut sangat wajar. Bahkan, banyak dari mereka yang mungkin cemas apakah hal tersebut akan terjadi pada mereka atau orang yang disayanginya. 

Terlebih lagi, tidak sedikit pemberitaan di media sosial atau platform lainnya yang menunjukkan informasi menakutkan bagi mereka. 

Apabila hal tersebut terjadi, usahakan arahkan anak ke konten yang sesuai usia anak, sehingga mereka tidak menemukan berita yang salah atau membuat mereka takut. 

Cobalah untuk memberitahu mereka bahwa COVID-19 pada anak tidak menimbulkan kondisi yang parah seperti orang dewasa. Selain itu, buatlah diri Anda sebagai orangtua dan orang dewasa yang dapat diandalkan untuk membicarakan rasa takut atau mencari jawaban atas COVID-19. 

4. Bantu anak agar merasa terkendali

menghadapi anak diskors

Menyaring berita tentang COVID-19 kepada anak memang baik, tetapi membantu mereka agar merasa bahwa situasinya terkendali juga tidak kalah penting. 

Anda mungkin dapat mulai menjelaskan ke anak tentang gejala COVID-19 tidak menimbulkan gejala yang berat pada mereka. Namun, jangan lupa untuk mengingatkan anak dan remaja agar tetap melakukan upaya pencegahan, seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga kebersihan tubuh. 

Banyaknya informasi yang masuk seputar angka kematian dan tingkat penularan yang tinggi tentu membuat anak semakin khawatir. Anda bisa menyeimbangkannya dengan meyakinkan mereka bahwa rumah sakit dan dokter siap untuk merawat orang yang terinfeksi.

Bahkan, memberitahu anak bahwa para ahli sedang mengembangkan vaksin COVID-19 ternyata dapat meringankan rasa khawatir mereka meskipun sedikit. 

Sementara itu, bagi remaja ternyata lebih khawatir terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dirinya sendiri. Apabila anak merasa cemas dengan kondisi kakek dan neneknya, biarkan anak menghubungi mereka untuk mengetahui kabar terbaru dari sana. 

Dengan demikian, Anda dapat menjelaskan COVID-19 ke anak dengan tenang, tetapi tetap berhati-hati. 

5. Tetap lanjutkan pembicaraan tentang COVID-19

gizi buruk

Sebenarnya, menjelaskan wabah COVID-19 ke anak tidak dapat dilakukan satu atau dua kali saja. Informasi seputar penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini akan terus berlanjut sampai benar-benar berakhir. 

Maka itu, Anda perlu selalu memeriksa anak Anda. Bahkan, Anda bisa menggunakan COVID-19 sebagai salah satu sarana agar anak belajar tentang tubuh mereka, seperti sistem kekebalan tubuh dapat melawan virus dan penyakit. 

Selain itu, terus memberitahu informasi terkini tentang COVID-19 ternyata juga penting jika mereka bertanya. 

Saat Ibu Diduga Terinfeksi Coronavirus Melahirkan, Apa Dampaknya?

Namun, ketika Anda ingin mendiskusikan tentang wabah ini dengan anak, cobalah ajukan pertanyaan tentang pendapat mereka. Hal ini bertujuan agar Anda mengetahui apa yang anak rasakan dan membuka obrolan yang tidak melulu seputar berita COVID-19

Menjelaskan COVID-19 ke anak memang tidak mudah karena membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian yang tinggi. Apabila Anda merasa tidak dapat menangani hal ini sendiri, minta bantuan kepada pasangan atau anggota keluarga lainnya yang sudah dewasa.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Panduan ‘New Normal’ dari BPOM Ini

Ajakan pemerintah yang meminta untuk berdamai dengan COVID-19 disertai dengan rilisnya panduan new normal dari BPOM. Simak isinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

WHO: COVID-19 Akan Jadi Penyakit Endemi, Apa Artinya?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan COVID-19 kemungkinan tidak akan hilang dan akan berubah menjadi penyakit endemi. Apa maksudnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 27/05/2020

Gejala COVID-19 pada Anak Disebut Mirip dengan Penyakit Kawasaki

Beberapa gejala COVID-19 memang diketahui mirip dengan gejala penyakit lain, salah satunya penyakit Kawasaki pada anak. Apakah keduanya berhubungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

herd immunity swedia covid-19

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
berat badan naik saat karantina

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
Bayi terinfeksi COVID-19

Risiko Bayi Baru Lahir Terinfeksi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
antibodi sars untuk covid-19

Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020