Belanja Aman Saat COVID-19, Apa Semua Harus Dibersihkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi COVID-19 telah menjungkirbalikkan banyak kebiasaan sehari-hari, bahkan untuk sekadar pergi belanja ke supermarket. Tidak sedikit yang bertanya-tanya, apa yang harus diperhatikan saat belanja? Apakah COVID-19 menempel di produk yang Anda sentuh? Apakah Anda harus mencuci semua barang yang Anda beli?

“Kekhawatiran untuk pergi berbelanja di saat pandemi bukan sesuatu yang berlebihan, karena kita juga tidak tahu virusnya ada di mana,” ujar Profesor dr. Herawati Sudoyo kepada Hello Sehat. Prof. Hera adalah ilmuwan biologi molekuler pendiri dan peneliti senior Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Amankah belanja ke supermarket atau ke pasar saat pandemi COVID-19?

belanja aman covid-19

Sebelum membahasnya lebih lanjut, perlu dicatat bahwa sampai saat ini belum ada bukti COVID-19 menular melalui makanan. COVID-19 menular dari orang ke orang melalui cipratan air liur yang berisi partikel virus ketika batuk, bersin, atau bicara. 

Benda yang sudah terkontaminasi bisa menularkan virus ketika seseorang menyentuh benda tersebut. Setelah menyentuh, virus berpindah ke tangannya. Jika dia menyentuh wajah, virus tersebut dapat masuk melalui hidung, mulut, atau mata. 

Saat pandemi COVID-19 seperti ini, masyarakat disarankan untuk karantina di rumah dan meminimalkan kontak dengan orang lain. Jadi sebelum Anda memutuskan untuk pergi belanja pertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu.

Apakah Anda betul-betul membutuhkan barang yang akan Anda beli itu? Jika bukan kebutuhan mendesak, tahan dulu hingga Anda memiliki rencana untuk belanja kebutuhan yang lebih penting.

Berikut tips aman yang perlu diperhatikan saat belanja ke supermarket atau pasar saat COVID-19.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

271,339

Terkonfirmasi

199,403

Sembuh

10,308

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

1. Pilih waktu belanja yang aman dari risiko berkontak dengan COVID-19

Penularan COVID-19 paling besar adalah dari orang ke orang, jadi untuk lebih aman usahakan belanja di luar jam sibuk. Pilihlah waktu belanja pada pagi hari saat toko baru saja buka. Hal ini memberikan Anda keuntungan karena toko mungkin baru saja dibersihkan.

Selain itu, sebisa mungkin beli semua kebutuhan di satu tempat saja. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyarankan untuk membeli kebutuhan harian dan bahan makanan yang cukup paling tidak untuk persediaan selama satu minggu.

belanja saat covid-19

2. Perhatikan saat berbelanja di toko, supermarket, atau pasar

Untuk mencegah penularan COVID-19, supermarket dan beberapa toko kelontong sudah menerapkan pencegahan seperti memeriksa suhu tubuh pengunjung yang datang, memberi batas physical distancing di lantai toko, dan membersihkan permukaan-permukaan yang sering disentuh.

Hanya saja, masih ada langkah tambahan yang perlu Anda lakukan untuk pencegahan penularan COVID-19 agar belanja lebih aman. 

  • Pakai masker saat keluar rumah sejalan dengan imbauan pemerintah dan WHO. Rekomendasi ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dari orang yang positif tanpa gejala.
  • Bawa hand sanitizer atau tisu basah antiseptik. Lap pegangan keranjang belanja atau troli dengan tisu basah karena itu salah satu benda yang sering disentuh oleh banyak orang. 
  • Pilih belanjaan anda dengan lebih cepat dari biasanya. Usahakan tidak menyentuh barang yang tidak perlu atau yang sebetulnya tidak berniat untuk dibeli.
  • Jangan sentuh wajah. Saat berbelanja cobalah untuk benar-benar sadar untuk tidak menyentuh wajah sampai Anda tiba di rumah dan mencuci tangan.
  • Jaga jarak selama berbelanja dengan orang lain saat belanja.

nutrisi COVID-19

3. Bersih-bersih sesampainya di rumah

Belanja aman covid-19

Setibanya di rumah, letakkan kantong belanja Anda dan cuci tangan dengan sabun. Setelah itu, taruh barang-barang belanjaan sesuai dengan tempatnya, di kulkas atau di lemari. Jika perlu, lap setiap kaleng atau barang belanjaan Anda. 

Prof. Hera menyarankan untuk mencuci buah dan sayur seperti biasa dengan air dan bisa juga dengan ditambahkan cairan pembersih khusus untuk buah dan sayur. Ia juga menambahkan untuk membeli buah yang memiliki kulit sehingga bagian luarnya bisa dibuang sebelum dimakan.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bertahan di permukaan buah dan sayur. Walaupun begitu, mencucinya pun diperbolehkan agar Anda merasa aman. Rasa aman saat pandemi sekarang ini penting untuk mengurangi stres.

Perlu diingat bahwa mencuci buah dan sayur dengan sabun untuk mandi tidak diperbolehkan karena kandungan kimia dalam sabun bisa termakan dan berbahaya untuk pencernaan.

“Kalau di rumah semuanya bisa dikontrol. Seperti sayuran apa yang mau dimakan. Kalau memang tidak perlu yang mentah, bisa memilih untuk memasaknya. Itu sudah pasti mati virusnya,” jelas Prof. Hera. 

Pesan Makanan Saat COVID-19, Bagaimana agar Aman?

4. Cuci atau buang kantong belanja

Habis itu selesai, cuci kantong belanja dengan sabun dan air mengalir atau buang di tempat sampah. Jangan lupa untuk kembali cuci tangan Anda dengan sabun setelahnya.

Pandemi memberikan dampak yang berbeda pada kehidupan sehari-hari. Dengan mengetahui cara belanja yang aman saat COVID-19, Anda tidak perlu ragu lagi jika ada barang yang mengharuskan Anda membelinya ke supermarket atau pasar.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi di tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Memasuki new normal, angka penularan COVID-19 klaster perkantoran terus bertambah. Data terbaru mencatat setidaknya ada 90 klaster perkantoran di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
thermo gun tidak merusak otak

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit