Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pola hidup harian yang berubah akibat COVID-19 memberikan dampak yang cukup serius bagi kesehatan mental setiap orang, termasuk mereka yang tinggal sendirian. Namun, mereka yang hidup sendirian tentu dapat bertahan melewati masa-masa sulit ini. Yuk, ketahui apa saja yang perlu diperhatikan ketika tinggal sendiri selama pandemi.

Alasan tinggal sendirian selama pandemi perlu berhati-hati

tinggal sendiri selama pandemi

Hidup sendiri dalam waktu yang lama, terutama jauh dari keluarga di tengah pandemi tentu bisa berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan sepi, stres, atau frustrasi akibat masa-masa yang tidak pasti ini tentu tidak dapat dihindari bagi sebagian orang. 

Sebagai contoh, kesepian sering dikaitkan dengan orang yang tinggal sendirian meskipun tidak semuanya mengalami hal yang sama. Apabila dibiarkan begitu saja, kesepian dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, seperti depresi hingga keinginan untuk bunuh diri. 

Sementara itu, COVID-19 membuat orang-orang melewati masa-masa yang tidak pasti. Terlebih lagi bagi mereka yang tinggal sendiri mungkin akan lebih sulit berpikir positif selama pandemi

Hal ini dikarenakan ketika kehidupan normal sebelum pandemi membuat Anda lebih mudah mengatasi rasa sepi itu dengan bekerja atau bertemu teman-teman. Namun, aktivitas tersebut tidak lagi dapat dilakukan dan bepergian ke luar pun menjadi terbatas demi mencegah penyebaran virus. 

Oleh karena itu, Anda yang tinggal sendiri perlu lebih berhati-hati ketika merencanakan aktivitas sehari-hari selama pandemi. Dengan begitu, Anda dapat menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai upaya menghadapi wabah COVID-19. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

516,753

Terkonfirmasi

433,649

Sembuh

16,352

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Tips tinggal sendiri selama pandemi COVID-19

Walaupun tinggal sendiri selama pandemi terdengar memprihatinkan, tidak selamanya hal tersebut selalu berujung pada kesepian. Dilansir dari Bay Health, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan demi bisa bertahan ketika hidup sendirian selama pandemi. 

1. Menyadari ketika merasa cemas atau khawatir

jenis gangguan kecemasan

Rasa takut dan cemas di masa-masa ini adalah perasaan yang sangat normal dialami oleh orang-orang, termasuk Anda yang tinggal sendiri selama pandemi. Namun, Anda tentu tidak ingin selamanya tenggelam dalam perasaan takut itu, bukan? 

Langkah awal yang perlu dilakukan ketika menghadapi pandemi ini sendirian adalah menyadari apa yang dirasakan saat itu. Lalu, sebutkan alasannya dan membiarkan pikiran dan tubuh merasakan dan menyadari bahwa kondisi ini tidak Anda alami sendirian. 

Beberapa orang mungkin akan menyalahkan diri sendiri mengapa memilih jalan hidup sendirian dan terpisah dari keluarga. Anda mungkin tidak perlu melakukan hal itu karena hanya akan membuat suasana hati semakin terpuruk. 

Usahakan untuk mulai melakukan hal-hal sederhana yang bisa membuat kesehatan fisik dan mental Anda terjaga dan seimbang. Sebagai contoh, memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, teratur berolahraga, hingga mengurangi konsumsi alkohol dapat memperbaiki kondisi psikologis yang buruk. 

Kasus Bunuh Diri Selama Pandemi dan Cara Mencegahnya

2. Beristirahat dari media sosial dan berita

Berita yang menayangkan seputar pandemi COVID-19 dan kabar buruk lainnya ternyata dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental Anda. Maka itu, Anda perlu beristirahat sejenak dari media sosial dan berita tentang pandemi. 

Tinggal sendiri selama pandemi memang membuat Anda ingin lebih merasa dipenuhi oleh informasi terkait virus COVID-19. Namun, Anda pun perlu mengetahui batasannya. Cobalah menyeimbangkan penerimaan informasi tersebut dengan kegiatan lain yang tidak berhubungan sama sekali.

Selain membaca buku, Anda juga dapat menggunakan waktu luang ini dengan melanjutkan hobi yang tertunda, seperti melukis atau bermain musik. Bahkan, menulis jurnal atau buku diary juga bermanfaat bagi kesehatan mental Anda, terutama selama pandemi. 

3. Menghubungi teman dan keluarga

meeting online melelahkan

Pada kehidupan normal sebelum wabah COVID-19 dimulai, Anda mungkin lebih mudah berkontakan dengan teman dan keluarga. Anda hanya perlu menghubungi mereka dan bertemu di suatu tempat dan menghabiskan waktu bersama. Namun, pandemi menyebabkan kebiasaan tersebut berubah total. 

Walaupun demikian, Anda masih tetap dapat berhubungan dengan orang-orang terdekat via telepon atau panggilan video. Hal ini bertujuan agar Anda bisa menyalurkan perasaan dengan orang terdekat ketika merasa kesepian saat tinggal sendiri selama pandemi. 

Bertukar kabar dengan orang lain mungkin dapat meringankan beban di pikiran Anda. Bahkan, tidak ada yang tahu apakah teman atau anggota keluarga lainnya juga merasa kesepian meskipun dikelilingi orang lain. Oleh karena itu, bertanya kabar kepada mereka mungkin memberikan manfaat dua arah, baik bagi Anda maupun orang lain. 

4. Merawat tubuh dan mental diri sendiri

yoga cegah covid-19

Bagi Anda yang tinggal sendiri, terutama selama pandemi COVID-19, melakukan rutinitas harian baru cukup penting untuk meredakan rasa cemas

Sebagai contoh, bekerja dari rumah memang akan jauh berbeda dengan keseharian ketika bekerja di kantor. Namun, Anda bisa tetap memulai hari dengan mandi sebelum bekerja atau aktivitas apa pun yang meningkatkan semangat menjalani hari. 

Berikut beberapa pilihan aktivitas harian yang bisa Anda lakukan untuk merawat tubuh dan mental saat hidup sendirian. 

  • Menjalani gaya hidup sehat, seperti rutin olahraga, makan dan tidur teratur.
  • Mendengarkan lagu yang membangkitkan semangat.
  • Mengubah ruang kerja saat ini menjadi lebih nyaman agar lebih produktif.
  • Mengasah kemampuan, seperti memasak atau mencari hobi baru.
  • Menggunakan bantuan aplikasi untuk menjalani gaya hidup sehat.

Intinya, Anda perlu mengingatkan diri sendiri apa yang dapat diprioritaskan untuk saat ini dan bagaimana cara agar kondisi psikologis tetap terjaga dengan baik. 

Bagaimana membantu orang yang hidup sendiri saat pandemi?

memangku laptop

Tinggal sendiri selama pandemi memang membutuhkan banyak hal yang perlu diperhatikan setidaknya agar tidak terlalu merasa kesepian. Perasaan kesulitan yang dihadapi sendirian memang terdengar memilukan. 

Jika Anda mengenal seseorang yang tinggal sendirian atau satu-satunya orang dewasa di rumah tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mereka.

  • Menghubungi dan bertanya soal kabar dan kondisi mereka.
  • Mendengarkan keluh kesah mereka tanpa perlu menghakimi.
  • Membantu berhubungan dan berkontak dengan orang terdekat mereka.
  • Bertanya apa yang perlu dilakukan demi mendukung mereka selama pandemi.

COVID-19 memang telah memberikan begitu banyak tantangan bagi semua orang, terutama mereka yang tinggal sendiri selama pandemi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk tetap memiliki aktivitas harian yang membuat kesehatan fisik dan mental terjaga di masa-masa seperti ini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Para ilmuwan melakukan studi pada obat anti komplemen untuk pasien COVID-19. Kemampuannya menghambat peradangan dipercaya dapat meringankan gejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sembuh covid-19

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit