Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Tidur Berkualitas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Imbauan untuk meningkatkan imunitas tubuh terus dilakukan. Masyarakat diminta untuk rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan penuh nutrisi. Tapi jangan lupa bahwa tidur berkualitas juga memegang peranan penting dalam mengurangi risiko COVID-19

Kenapa di masa pandemi ini kebutuhan akan tidur berkualitas semakin penting?

Tidur Berkualitas Meningkatkan Imunitas Saat Pandemi COVID-19 

tidur berkualitas covid-19

Penelitian selama satu dekade terakhir semakin memvalidasi bahwa tidur berperan penting terhadap kesehatan tubuh manusia. Tidur berkualitas mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus-virus penyebab penyakit menular termasuk pada infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. 

Andreas Prasadja, satu-satunya spesialis kedokteran tidur atau somnologis di Indonesia, menjelaskan dua hal penting manfaat tidur dalam menjaga stabilitas kesehatan fisik dan emosional seseorang. 

Pertama, hanya tidur yang mampu membangun kemampuan otak, seperti kecerdasan, ketelitian, dan pendorong utama stabilitas emosional.

“Ketika terbangun dari tidur yang nyaman di pagi hari tubuh akan merasa segar dengan emosi yang positif. Inilah pentingnya tidur karena tidak ada yang bisa menggantikan efek restoratif (pemulihan) dari tidur,” jelas Andreas. 

Kedua, tidur adalah cara utama yang membuat sistem kekebalan tubuh manusia bekerja optimal. Meski telah mengonsumsi vitamin ataupun suplemen tambahan, tapi tanpa kualitas tidur yang bagus maka akan sulit bagi sistem imun untuk bekerja dengan baik.

Ada tiga faktor penunjang kesehatan yang biasa disebut health triangle yakni nutrisi seimbang, olahraga, dan tidur. Ketiga hal ini dianggap sebagai segitiga yang saling menopang di mana tidur diletakkan sebagai dasarnya. 

“Asupan nutrisi seimbang dan olahraga menjadi percuma jika tidak disertai kesehatan tidur yang baik,” kata Andreas.

Tidur berkualitas sangat berpengaruh terhadap imunitas tubuh. Salah satu alasannya karena sel-sel interleukin naik saat tubuh tertidur. Interleukin adalah protein penting dalam merangsang respons kekebalan tubuh.

Studi yang mengaitkan tidur berkualitas dengan peningkatan imunitas tubuh sudah banyak dibahas dalam jurnal-jurnal ilmiah. Sebuah studi, misalnya mengatakan bahwa orang yang cukup tidur lebih jarang terserang virus influenza ketimbang mereka yang kurang tidur. 

“Meningkatkan tidur berkualitas kemungkinan menjadi alat yang ampuh dalam membantu menangkal penularan dan mengurangi risiko terjadinya perburukan gejala COVID-19,” kata dokter ahli kesehatan tidur tersebut. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

538,883

Terkonfirmasi

450,518

Sembuh

16,945

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Masalah kualitas tidur selama pandemi COVID-19

kualitas tidur imunitas pandemi covid-19

Masalah kualitas tidur selama pandemi COVID-19

Situasi pandemi yang memaksa kita untuk lebih banyak beraktivitas di rumah ini tidak sepenuhnya berpengaruh buruk pada kualitas tidur. Dari kasus-kasus pasien gangguan tidur yang ia tangani, Andreas memberikan dua contoh besar pengaruh pandemi pada kualitas tidur seseorang.

Ada yang kualitas tidurnya justru membaik, karena lebih mudah mengatur waktu saat bekerja dari rumah dibandingkan harus pergi ke kantor yang membuatnya menghabiskan banyak waktu di kemacetan. 

“Bagi mereka yang semula memiliki masalah tidur karena terlalu sibuk bekerja, kualitas tidurnya justru membaik,” kata Andreas. 

Sebuah studi hasil survei yang dilakukan oleh sekitar 1.600 orang dari sekitar 60 negara menunjukkan 46 persen responden mengalami kurang tidur selama pandemi, dari jumlah tersebut hanya 25 persen yang memiliki gangguan tidur sejak sebelum pandemi. 

Hasil survei yang dilakukan Monash University Melbourne ini juga menemukan ada 42 persen yang mengatakan mereka justru mendapatkan tidur yang lebih baik, jam tidur, dan bangun lebih sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh, atau ritme sirkadian alaminya mengalami perbaikan.

Tapi data tersebut menyatakan lebih banyak yang masalah tidurnya semakin memburuk selama pandemi COVID-19. Andreas juga banyak mendapatkan keluhan serupa dari pasien-pasiennya selama pandemi COVID-19. 

Banyak yang saya temui jadi semakin sulit tidur. Masalahnya sederhana, karena kehilangan irama,” kata dokter yang berpraktek di Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran ini

Apa itu ritme sirkadian

ritme sirkadian tidur

Andreas mengatakan bahwa selama masa pandemi COVID-19 ini rasa stres dan cemas semakin meningkat. Adanya perubahan aktivitas sehari-hari menjadi alasan timbulnya masalah tidur. Berbulan-bulan melakukan kegiatan sekolah, kuliah, atau bekerja di rumah membuat siklus kegiatan sehari-hari menjadi kacau. 

Manusia itukan makhluk irama, mandi bangun, berangkat kerja, pulang, perjalanan, sampai rumah lalu tidur. Irama inilah yang hilang,” jelas Andreas. 

Irama sirkadian yakni siklus 24 jam yang merupakan bagian dari jam biologis tubuh. Ritme sirkadian yang paling penting adalah mengatur siklus tidur-bangun yang diulang kira-kira setiap 24 jam. Itulah sebabnya ritem sirkadian terkait dengan siklus siang dan malam. 

Sistem tubuh akan mengikuti ritme sirkadian yang disinkronkan dengan jam utama di otak. Jam utama ini secara langsung dipengaruhi oleh isyarat lingkungan misalnya cahaya sebagai penanda siang dan malam. 

Ketika diselaraskan dengan benar, ritme sirkadian dapat mendorong tidur yang berkualitas, konsisten, dan restoratif sehingga mampu memulihkan energi dan memperbaiki jaringan sel tubuh termasuk sel kekebalan tubuh.

Karena itu, bagi mereka yang selama masa pandemi bermasalah dan sulit mendapatkan tidur yang berkualitas, Andreas menekankan pentingnya mengatur konsistensi waktu bangun dan tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit