Tes Swab Uji COVID-19 Bisa Dilakukan Sendiri, Apa Maksudnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Bagi beberapa orang, tes swab untuk mendeteksi COVID-19 terasa lebih sakit ketika orang lain yang memasukkan alat pemeriksaan ke tenggorokan mereka. Hal ini membuat sebagian masyarakat, terutama di Amerika Serikat, coba melakukan tes swab COVID-19 secara mandiri. Lantas, apakah pemeriksaan mandiri ini akurat?

Tes swab COVID-19 mandiri dinilai lebih aman

Sumber: Health.mil

Umumnya, pengujian COVID-19 menyebabkan sensasi geli yang tidak menyenangkan bagi kebanyakan orang. Hal ini dikarenakan tenaga kesehatan akan memasukkan alat swab ke dalam lubang hidung yang tentu dapat menimbulkan rasa sakit. 

Rasa sakit tersebut membuat sebagian masyarakat di beberapa negara mengambil sampel tes swab COVID-19 secara mandiri. Artinya, masyarakat dapat menyeka bagian hidung mereka sendiri dan menyerahkannya ke petugas kesehatan terdekat. 

Metode ini ternyata disebut lebih efektif dan sama akuratnya dengan sampel yang dikumpulkan oleh tenaga kesehatan. Hal tersebut dibuktikan lewat penelitian terbatas yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association

Studi yang dilakukan oleh Stanford University School of Medicine ini diikuti oleh 30 peserta yang sebelumnya didiagnosis positif COVID-19. Awalnya, peneliti menghubungi para peserta lewat telepon dan memberi mereka instruksi secara tertulis dan video bagaimana melakukan tes swab mandiri. 

test swab mandiri
Sumber: CDC

Kemudian, peserta diminta kembali ke rumah sakit untuk melakukan tes drive-thru alias pemeriksaan di mobil masing-masing. Pada saat melakukan kunjungan, peserta mencoba mengumpulkan spesimen tanpa dibantu oleh petugas kesehatan. Mulai dari usap hidung hingga memasukkan alat ke bagian belakang tenggorokan. 

Lalu, tes swab juga kembali dilakukan, tetapi kali ini dibantu oleh petugas kesehatan. Ketiga sampel yang dikumpulkan akhirnya diuji untuk melihat apakah ada virus COVID-19 di tubuhnya.

Hasilnya, dari 29 dari 30 peserta menerima hasil yang sama pada tiga sampel, baik positif atau negatif. 11 peserta didiagnosis positif dan 18 lainnya negatif. Ada satu peserta yang menerima hasil yang berbeda pada ketiga sampel, yaitu satu positif lewat drive-thru dan dua lainnya negatif. 

Jika dilihat dari gejalanya, 23 peserta melaporkan bahwa mereka pertama kali mengalami gejala COVID-19 empat hingga 37 hari sebelum melakukan tes drive-thru. 12 peserta diantaranya kembali lagi dan tujuh dari mereka dinyatakan positif. 

Maka itu, para peneliti juga tertarik mengetahui berapa lama orang yang didiagnosis positif lewat tes swab mandiri ini ketika pertama kali mengalami gejala COVID-19. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

63,749

Terkonfirmasi

29,105

Sembuh

3,171

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Kelebihan tes swab COVID-19 mandiri

tes swab sakit

Selain lebih efektif dan sama akuratnya dengan pengujian yang dibantu oleh petugas kesehatan, tes swab COVID-19 mandiri memiliki kelebihan lainnya. Alat pengumpulan sampel dapat didistribusikan secara luas, sehingga memungkinkan lebih banyak pengujian dilakukan. 

Masyarakat yang melakukan tes swab mandiri tidak perlu datang ke rumah sakit atau lokasi pemeriksaan. Hal ini dapat menurunkan risiko penularan virus ke petugas kesehatan atau orang lain yang berkontak dengan mereka. 

Selain itu, tes swab mandiri juga menghemat persediaan alat pelindung diri (APD) yang digunakan tenaga kesehatan. Bahkan, cara ini juga memungkinkan lebih banyak orang mengirimkan sampelnya karena mereka tidak lagi khawatir tertular virus ketika datang ke lokasi. 

Maka itu, peneliti mulai mempertimbangkan apakah tes swab mandiri ini bisa dilakukan pada masyarakat luas. Pasalnya, ada kebutuhan yang cukup mendesak dalam meningkatkan kapasitas pengujian virus agar dapat memperlambat penyebaran COVID-19. 

Walaupun demikian, temuan awal ini cukup terbatas mengingat peserta dan sampelnya masih dalam ruang lingkup yang kecil. Peneliti masih memerlukan studi lebih lanjut dengan uji klinis yang lebih beragam agar dapat diterapkan di semua tempat.

Beijing Adakan Tes Asam Nukleat Usai Muncul Kasus Baru COVID-19, Ini Fungsinya

Pertimbangan tes swab sendiri

vaksin covid-19 indonesia

Tes swab COVID-19 mandiri memang menawarkan keunggulan. Namun, tidak menutup kemungkinan metode ini justru dapat menimbulkan masalah ketika tidak dilakukan dengan benar. 

Oleh karena itu ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan ketika menjalani tes swab mandiri, seperti:

  • tes swab mandiri dinilai kurang maksimal dibandingkan swab saluran atas
  • cara penyimpanan saat sampel dikumpulkan bisa memengaruhi hasil
  • harus dilakukan dengan instruksi dari tenaga kesehatan
  • petugas laboratorium harus mengidentifikasi sampel dua kali
  • banyak negara yang belum menyetujui metode self-swab test

Tes swab COVID-19 mandiri mungkin akan menimbulkan kontroversial karena beberapa orang mungkin kesulitan membaca instruksi medis yang diberikan. Tantangan tersebut juga memengaruhi hasil akhir dari pengujian sampel

Maka dari itu, pemerintah di negara yang sudah memperbolehkan metode ini menganjurkan agar pengumpulan sampel tetap harus diamati oleh staf yang terlatih.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 menit baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca