Teknik Pernapasan Tertentu Bisa Meredakan Gejala Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Sesak napas adalah salah satu gejala umum dari COVID-19. Beberapa orang yang mengalami gejala ini akhirnya mencoba teknik pernapasan tertentu untuk meringankan gejala tersebut, termasuk J.K. Rowling, penulis buku Harry Potter.

Apakah teknik pernapasan yang disebut oleh penulis kondang ini ampuh untuk tangani coronavirus (COVID-19)?

Adakah teknik pernapasan tertentu untuk ringankan gejala COVID-19?

pH tubuh asam sesak napas dada sakit

Baru-baru ini, J.K. Rowling menyebut bahwa ada teknik pernapasan yang membantu dirinya mengatasi gejala sesak napas yang mirip dengan coronavirus (COVID-19). 

Dalam twitnya, terdapat video dokter dari rumah sakit Inggris ini, digambarkan bagaimana mengontrol batuk. Mulai dari menarik napas dalam-dalam hingga menutupi mulut dan batuk agar terkontrol.

Lantas, apakah teknik pernapasan yang disebut J.K. Rowling ini dapat membantu meringankan gejala coronavirus?

Teknik pernapasan yang diperagakan oleh dr. Sarfaraz Munshi dari Queen’s Hospital di Inggris tersebut memang dapat membantu meringankan sesak napas yang sering dialami pasien coronavirus. 

Akan tetapi, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa metode ini dapat digunakan oleh pasien yang terinfeksi virus yang menyerang sistem pernapasan ini. 

Mengontrol batuk yang disebut oleh J.K. Rowling ini ternyata cukup membantu bagi penderita cystic fibrosis. Cystic fibrosis adalah kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru, sistem pencernaan, dan organ lain di dalam tubuh bayi.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

392,934

Terkonfirmasi

317,672

Sembuh

13,411

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Begini, sel paru manusia memproduksi lendir yang lengket sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh. Apabila paru-paru terinfeksi virus, terutama SARS-CoV-2 atau influenza, produksi lendir akan meningkat. Lendir dari paru ini bertujuan untuk ‘menjebak’ patogen yang menyerang.

Umumnya, lendir ini akan dikeluarkan dari paru layaknya rambut kecil yang bergerak di saluran udara. Maka itu, ketika seseorang batuk, lendir dapat dikeluarkan sebagai dahak atau ditelan.

Paru bisa menghasilkan lendir yang cukup banyak sehingga sulit untuk bernapas. Hal ini dikarenakan lendir menghalangi saluran udara kecil yang mencegah tubuh mendapatkan oksigen dari paru-paru. 

Pada penyakit seperti cystic fibrosis, batuk yang terkontrol memang dapat membantu menghilangkan lendir dan memudahkan Anda bernapas.

Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa teknik pernapasan ini bisa digunakan untuk meringankan gejala coronavirus

Bolehkah metode ini tetap dicoba?

teknik pernapasan untuk tidur

Sebenarnya, mencoba teknik pernapasan yang direkomendasikan oleh dokter dari Inggris tersebut untuk meringankan gejala coronavirus bukan menjadi masalah. Namun, ada risiko yang cukup mengkhawatirkan karena metode itu dapat secara tidak sengaja menyebarkan virus. 

Pada saat Anda batuk, tubuh akan memproduksi tetesan lendir dari paru yang dapat menyebar atau percikan dari mulut. Akibatnya, percikan air yang cukup banyak dan berisi virus dapat menginfeksi orang lain. 

Sebagai contoh, ketika seseorang batuk, secara tidak langsung percikan dari mulut yang menempel di tangan bisa berpindah ke benda atau permukaan yang disentuh orang lain.

Sesak napas Anda mungkin membaik, tetapi ketika dilakukan di dekat orang lain, risiko penyebarannya akan cukup besar. 

Pada saat seorang pasien positif COVID-19 dirawat di rumah sakit, mereka akan ditempatkan di ruangan khusus yang udaranya tidak tercemar. Pasien juga diwajibkan memakai masker untuk menyerap percikan air saat batuk, sedangkan petugas medis memakai alat pelindung diri (APD).

Begini teknik pernapasan untuk meringankan sesak napas

tanda hipertensi paru

Sebenarnya, teknik pernapasan yang disebut-sebut dapat meringankan gejala coronavirus tersebut lebih cocok digunakan oleh orang yang sering mengalami sesak napas akibat infeksi paru

Penderita cystic fibrosis, bronkitis kronis, dan asma kronis mungkin sudah sering melakukan metode ini ketika mereka kesulitan bernapas. 

Apabila Anda mengalami kondisi yang sama dan ingin menggunakan teknik ini, sebaiknya tidak dilakukan di dekat orang lain dan lebih baik menggunakan masker.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan berbagai cara mencegah penularan COVID-19, seperti mencuci tangan dan menjaga jarak. 

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyebaran karena percikan air dari tenggorokan dapat bertahan di permukaan. 

Mengontrol batuk

Salah satu teknik pernapasan yang dapat meringankan sesak napas seperti gejala coronavirus adalah dengan mengontrol batuk. 

Dilansir dari Baltimore Washington Medical Center, sering batuk dapat menghambat saluran udara dan membuat Anda kesulitan bernapas. 

Apabila Anda mencoba metode mengontrol batuk, paru akan kembali longgar dan membawa lendir melalui saluran udara tanpa menghambat apa pun. Metode ini juga dipercaya dapat menghemat oksigen, terlebih saat Anda batuk. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Duduk di kursi dengan kaki menempel di lantai dan condongkan tubuh ke depan
  2. Lipat lengan di atas perut dan tarik napas perlahan melalui hidung
  3. Condongkan tubuh sedikit ke depan dan buang napas sambil menekan lengan ke perut
  4. Buka sedikit mulut dan batuk dua sampai tiga kali
  5. Usahakan untuk membuat batuk tidak terlalu panjang
  6. Tarik napas dengan lembut melalui hidung
  7. Istirahat

Droplet Pasien COVID-19 Bertahan di Udara, WHO Imbau Petugas Medis

Mengatur pernapasan

Selain mencoba mengontrol batuk ketika merasa sesak napas, ada teknik pernapasan lainnya yang mungkin dapat meringankan gejala yang mirip coronavirus, yaitu mengatur napas

Fokus utama dari mengatur napas adalah bernapas dengan lembut dengan usaha yang sedikit. 

  1. Duduk dengan posisi yang nyaman
  2. Meletakkan tangan di tulang rusuk atau atas perut
  3. Cobalah rasakan pergerakan tulang rusuk atau perut naik dan turun saat bernapas
  4. Tarik napas lewat hidung dan keluarkan dari mulut
  5. Usahakan bernapas dengan ritme yang pelan dan nyaman

Walaupun kedua teknik pernapasan di atas mungkin dapat membantu meringankan sesak napas yang mirip dengan gejala coronavirus, usahakan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Kepadatan penduduk suatu kota dapat memengaruhi lama waktu pandemi COVID-19 berlangsung. Kota besar diprediksi bakal lebih lama mengalami pandemi, mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Percepatan uji coba vaksin ini dilakukan demi menyelesaikan pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh dunia. Bagaimana kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Pastikan untuk selalu membersihkan diri setelah keluar bepergian untuk melindungi keluarga dan orang terdekat. Yuk, ikuti langkah-langkah ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebiasaan mencuci tangan covid-19

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
dampak COVID-19 pada laki-laki

Laki-laki Lebih Berisiko Mengalami Gejala Buruk Saat Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
COVID-19 gangguan pendengaran

Infeksi COVID-19 Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit