LIPI Lakukan UJi Klinis Kandidat Suplemen Herbal COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama beberapa perhimpunan dokter sedang melakukan uji klinis pada imunomodulator berupa suplemen herbal untuk penanganan pasien COVID-19. Imunomodulator adalah zat yang dapat memengaruhi sistem imun tubuh (memperkuat atau menekan imun agar tidak bereaksi berlebihan).

Uji klinis ini dilakukan terhadap 90 pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Pengujian suplemen hanyalah satu dari sekian ratus upaya yang tengah dilakukan para ilmuwan untuk melawan Coronavirus penyebab COVID-19. Bagaimana proses dan progres uji klinis suplemen herbal ini di Indonesia? 

Kandidat suplemen herbal COVID-19 

imunomodulator covid-19

Saat ini, kandidat imunomodulator berupa suplemen herbal COVID-19 sedang dalam proses pengetesan terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet.

“Ini bukan obat yang membunuh virus dalam tubuh, tapi imunomodulator yang fungsinya sama dengan suplemen sebagai peningkat sistem imun untuk membantu melawan virus,” jelas Dr. Masteria Yunovilsa Putra kepada Hello Sehat, Jumat (7/8). Masteria adalah dokter di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Immunomodulator 

Saat tubuh terserang virus, sistem kekebalan atau sistem imun menjadi yang pertama dalam melawan virus tersebut. Tubuh yang sakit karena terserang virus menandakan perlawanan yang diberikan sistem imun tubuh telah kalah. Saat inilah imunomodulator berperan mengembalikan kekuatan kekebalan tubuh agar bisa kembali melawan serangan virus. 

Imunomodulator herbal COVID-19 yang sedang dalam proses uji klinis ini adalah kombinasi dua produk jadi yang telah beredar di masyarakat. Kedua imunomodulator ini sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat herbal terstandar. 

Masteria tidak menyebut merek edarnya, namun ia menjelaskan kandungan herbal dari calon imunomodulator COVID-19 ini. Pertama, suplemen herbal dengan bahan dasar Cordyceps militaris yakni jenis tumbuhan jamur yang memiliki senyawa aktif untuk mengatasi sesak nafas. Kedua, suplemen berasal dari rimpang jahe, meniran, sambiloto, dan daun sembung. 

Sekarang kami mau mengklaimnya sebagai imunomodulator suplemen COVID-19. Itukan klaim khusus, jadinya harus diujikan,” kata Masteria.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

282,724

Terkonfirmasi

210,437

Sembuh

10,601

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Uji klinis imunomodulator herbal pada 90 pasien infeksi Coronavirus

pasien covid-19 mendapatkan uji klinis imunomodulator suplemen covid-19 dari LIPI

Pasien yang menjadi peserta uji adalah pasien COVID-19 berusia 18-50 tahun dengan gejala ringan dan tanpa penyakit penyerta. 

Dari total 90 orang peserta, 72 diantaranya telah selesai diuji pada awal Agustus ini. Peneliti mengatakan seluruh rangkaian uji klinis selesai pada Sabtu (15/8). 

Riset terhadap kandidat imunomodulator COVID-19 ini dilakukan sejak awal Maret oleh tim peneliti LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan PT. Kalbe Farma Tbk. 

Para peneliti melakukan kajian ilmiah terhadap bahan herbal asli Indonesia yang memiliki bahan aktif untuk meningkatkan sistem kekebalan.

Setelah menentukan dan memilih dua kombinasi suplemen herbal, tim peneliti memilih Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sebagai lokasi uji. Hal ini karena kriteria inklusi pasien yang dirawat di sana sesuai dengan sasaran uji.

Perkembangan Menjanjikan Sejumlah Calon Vaksin COVID-19

Dalam proses uji klinis ini, penelitian terdiri dari tim peneliti LIPI, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran.

“Kami harap imunomodulator ini nantinya bukan hanya untuk pasien COVID-19 tapi juga bisa beredar di masyarakat sebagai peningkat imun dan pencegahan COVID-19,” ucap Masteria terkait harapannya atas suplemen herbal ini.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit