Tips Merawat Hubungan Selama Physical dan Social Distancing dengan Pasangan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sejak diterapkan selama beberapa hari terakhir, social distancing ternyata cukup efektif menghambat penyebaran COVID-19. Namun, hal ini juga menjadi mimpi buruk bagi pasangan yang terpaksa menjalin hubungan jarak jauh sementara. Dengan banyaknya hal yang dibatasi, social distancing dengan pasangan ternyata tak semudah yang dikira.

Dalam hubungan jarak jauh, memang ada saja kendala yang dapat memicu datangnya konflik. Terlebih lagi bila Anda dan pasangan terpautkan jarak dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Walau demikian, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan dengan pasangan agar physical dan social distancing tidak mengundang pertengkaran.

Tips menjaga asmara selama physical dan social distancing dengan pasangan

tips pasangan ldr

Jarangnya bertemu, kesibukan yang berbeda, hingga kendala berkomunikasi hanyalah segelintir faktor yang menjadi penyebab pasangan bertengkar ketika terpisahkan jarak. Rasa cemas dan stres akibat berita COVID-19 yang simpang siur pun bisa memperkeruh situasi ini.

Supaya hubungan Anda tidak ikut terkena dampaknya, berikut sejumlah tips menjaga hangatnya hubungan selama menjalani social distancing dengan pasangan.

1. Jangan mengkritik pasangan

Jika ini adalah kali pertama Anda berjauhan dengan pasangan, tentu sulit menentukan ritme berkomunikasi yang nyaman. Pasangan Anda mungkin menelepon ketika Anda bekerja. Atau, ia membalas pesan singkat Anda dalam waktu yang lumayan lama.

Pada situasi seperti ini, cobalah untuk tidak langsung mengkritik pasangan. Hindari mengatakan hal-hal seperti, “Kamu tidak mau berusaha,” “Kamu selalu saja lupa,” dan sejenisnya. Coba dinginkan kepala terlebih dulu, lalu sampaikan keinginan Anda.

Fokuslah pada satu perilakunya yang perlu diperbaiki, bukan pada sesuatu yang tidak ia lakukan tadi. Saat mengatakan ini, sampaikan perasaan Anda dan apa yang Anda harapkan. Ingat, hal yang sama pun berlaku bila Anda melakukan kesalahan serupa.

2. Menanamkan pada diri bahwa semua ini hanya sementara

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Communication Quarterly, pasangan jarak jauh merasa lebih puas dan tidak begitu stres ketika tahu kapan mereka bisa saling bertemu kembali. Hal serupa juga diterapkan selama social distancing dengan pasangan.

Tanamkan pada diri Anda dan pasangan bahwa masa karantina ini hanya berlangsung sementara. Setelah semuanya kembali normal, Anda berdua akan saling bertemu lagi dan menjalani hari-hari seperti dahulu.

Lantas, bagaimana jika pasangan Anda tidak bisa menanamkan hal yang sama? Coba ajak pasangan Anda bicara dari hati ke hati. Tanyakan apa yang membuatnya cemas dan ajaklah ia mencari solusi untuk mengatasi rasa cemasnya tersebut.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

23,165

Terkonfirmasi

5,877

Sembuh

1,418

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

3. Membuat prioritas

Anda mungkin memiliki jadwal kerja, tidur, atau kegiatan lainnya yang berbeda dengan pasangan selama menjalani social distancing. Sebelum memutuskan siapa yang harus menghubungi pada pukul berapa, coba susun prioritas Anda berdua terlebih dulu.

Sebagai contoh, jika Anda berdua bekerja di rumah sejak pagi hingga sore hari, waktu terbaik untuk berkomunikasi mungkin adalah malam hari. Pilihlah momen ketika Anda berdua sama-sama sedang bersantai sehingga komunikasi menjadi lebih nyaman.

Sampaikan pula pendapat masing-masing tentang telepon yang mendadak, jadwal siapa yang lebih fleksibel, siapa yang sebaiknya menghubungi duluan, dan sebagainya. Ada banyak cara membuat komunikasi semasa karantina menjadi lebih berwarna.

4. Saling memberi ruang antara satu sama lain

Sebesar apa pun keinginan suatu pasangan untuk saling bercengkerama, akan ada momen ketika Anda ingin menikmati ‘me time atau dengan teman terdekat. Ini adalah hal yang wajar, dan pasangan Anda pun berhak memiliki keinginan yang sama.

Ketika menjalani social distancing, sesekali doronglah pasangan Anda untuk mengobrol dengan teman-temannya. Gunakan aplikasi video call yang bisa memuat banyak orang sekaligus agar suasananya tidak kalah ramai dengan berkumpul secara langsung.

Anda dapat melakukan kegiatan yang sama, mencoba hobi baru, atau mengisi waktu dengan kegiatan yang Anda sukai. Setelah cukup dengan diri sendiri, obrolan dengan pasangan tentu jadi lebih bermakna karena Anda berdua saling dilanda rindu kembali.

Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

5. Fokus menjadikan komunikasi lebih berkualitas

Menurut sebuah studi dalam jurnal Family Process, banyak pasangan jarak jauh justru merasa lebih puas dengan komunikasinya dibanding pasangan yang sering bertemu. Pasalnya, mereka menyadari betapa berharganya kesempatan untuk saling mengobrol.

Coba gunakan ini untuk memperkuat hubungan Anda berdua. Meski social distancing bersifat sementara, tidak ada salahnya untuk fokus membuat komunikasi menjadi lebih berkualitas.

Anda dan pasangan bisa mencoba mengobrol sebelum tidur, berdiskusi tentang hal-hal yang menarik, atau saling bercerita tentang apa Anda lakukan selama sehari di rumah. Terkadang, sesuatu yang tampaknya sepele bahkan bisa menjadi menarik.

Menjalani social distancing dengan pasangan memang tidak mudah, sebab Anda perlu membiasakan diri dengan rutinitas yang berubah. Namun, semua hal yang terasa berat selama masa karantina mungkin akan membuat Anda dan pasangan semakin dekat.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

LIPI Uji Obat Herbal COVID-19 dari Daun Ketepeng dan Benalu

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang menguji obat herbal COVID-19 dari dua tanaman yakni daun ketepeng dan benalu. Sejauh mana perkembangannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 18, 2020

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 17, 2020

Kekurangan Vitamin D Pengaruhi Tingkat Kematian COVID-19

Faktor yang menyebabkan risiko kematian COVID-19 cukup beragam. Salah satunya adalah kekurangan vitamin D yang berpengaruh kasus kematian COVID-19.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 Mei 15, 2020

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 14, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

penularan COVID-19 di desa

Potensi Penularan COVID-19 di Desa, Bagaimana Kesiapannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 20, 2020
COVID-19 di kendaraan umum

Waspadai Risiko Penularan COVID-19 di Kendaraan Umum

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 20, 2020
kandidat vaksin covid-19

WHO Umumkan Ada 7-8 Kandidat Terbaik Vaksin COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 19, 2020
komplikasi covid-19 anak

Tidak Cuma Lansia, Anak-anak Pun Berisiko Kena Komplikasi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 18, 2020