Mitos atau Fakta: Sinar Matahari Mampu Membunuh COVID-19?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh coronavirus (COVID-19). Kabarnya pun sudah menyebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Apakah informasi tersebut benar adanya?

Benarkah sinar matahari membunuh coronavirus?

mitos tanning dan paparan sinar matahari

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari 858.000 kasus di seluruh dunia dan menelan sekitar 42.000 korban jiwa. Peningkatan jumlah kasus dan korban tersebut membuat pemerintah di setiap negara memberlakukan pembatasan wilayah skala besar, termasuk Indonesia. 

Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak berkumpul dan bepergian untuk sementara waktu, kecuali ketika terdapat urusan mendesak. 

Akibatnya, banyak orang yang merasa ‘terkurung’ saat berada di dalam rumah dan semakin jarang keluar karena takut tertular virus ketika berinteraksi dengan orang lain. 

Akan tetapi, kebanyakan dari mereka akhirnya ikut keluar rumah pada jam-jam tertentu untuk berjemur di bawah sinar matahari yang disebut-sebut dapat membunuh coronavirus. 

Menurut WHO, sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa sinar matahari dapat mencegah penularan COVID-19. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

116,871

Terkonfirmasi

73,889

Sembuh

5,452

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Terpapar sinar matahari atau suhu lebih dari 25°C tidak membuat tubuh kebal dari virus corona. Begini, Anda masih tetap dapat tertular meskipun berada di negara yang memiliki cuaca dan suhu yang panas serta cerah. 

Hal ini dikarenakan beberapa negara tropis dengan cuaca yang panas telah melaporkan adanya kasus COVID-19, termasuk di Indonesia. 

Sementara itu, tidak sedikit orang yang percaya bahwa sinar UV yang berasal dari matahari juga dapat menghilangkan coronavirus. Banyak orang di negara-negara yang saat ini mengalami musim dingin membeli lampu dengan konsentrasi UV yang cukup tinggi.

Padahal, sama seperti sinar matahari, sinar UV pada lampu juga tidak membunuh coronavirus. Bahkan, lampu UV tidak disarankan digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulitnya karena dapat menyebabkan iritasi kulit akibat radiasi UV. 

Maka itu, upaya pencegahan COVID-19 yang terbaik adalah dengan rutin mencuci tangan dan mengurangi kebiasaan menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda. 

Walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk tetap berjemur di bawah sinar matahari agar asupan vitamin tetap terpenuhi. 

Manfaat berjemur di bawah sinar matahari

mencegah kulit terbakar sinar matahari

Berjemur di bawah sinar matahari memang tidak langsung membunuh coronavirus dan membuat tubuh kebal terhadap COVID-19. 

Walaupun demikian, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa tidak sedikit manfaat yang dapat diperoleh dari terpapar sinar matahari

Paparan sinar matahari dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin D merupakan vitamin yang cukup penting, tetapi tidak sedikit orang yang kekurangan asupan nutrisi yang satu ini. 

Hal ini dikarenakan memenuhi asupan vitamin D tidak dapat berasal dari makanan saja, seperti ikan, kuning telur, dan produk susu. 

bahaya sinar matahari

Oleh karena itu, berjemur di bawah sinar matahari cukup penting agar Anda bisa memperoleh beberapa manfaat di bawah ini, terutama saat wabah COVID-19. 

  • membantu mengurangi depresi karena sinar matahari melepaskan hormon serotonin
  • mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik
  • tulang lebih kuat karena vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium
  • meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan penyakit

Namun, satu hal yang perlu Anda ingat bahwa berjemur di bawah sinar matahari tidak boleh dijadikan sebagai satu-satunya cara mendapatkan asupan vitamin D. 

Menurut American Academy of Dermatology, terlalu lama berada di bawah sinar matahari memiliki efek samping yang berbahaya bagi kulit Anda, seperti menimbulkan kanker kulit. 

Para ahli tetap menyarankan Anda untuk mendapatkan vitamin D dari pola makan yang sehat. Mulai dari makanan yang mengandung vitamin D secara alami, suplemen, hingga makanan dan  minuman yang diperkaya oleh vitamin ini. 

Tips mencegah bahaya paparan sinar matahari

kulit mengelupas

Berjemur di bawah sinar matahari memang memiliki banyak manfaat meskipun tidak dapat secara langsung membunuh coronavirus. Akan tetapi, Anda tidak boleh sembarangan keluar rumah dan memapaparkan kulit di bawah sinar matahari begitu saja. 

Ada beberapa tips yang perlu diikuti untuk mengurangi risiko terkena bahaya dari paparan sinar matahari dan tetap mendapatkan manfaatnya secara maksimal, seperti:

  • menggunakan tabir surya, minimal mengandung SPF30
  • memakai kembali tabir surya dua jam sekali, terlebih lagi setelah berkeringat
  • berjemur di tempat yang teduh
  • menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada jam 10 pagi dan 4 sore
  • tetap menggunakan pakaian tertutup dan nyaman, seperti topi dan kacamata hitam
  • jangan lupa minum air untuk memenuhi kebutuhan cairan

Sebenarnya, ada pilihan alternatif lainnya yang bisa Anda lakukan dan tidak perlu terpapar langsung oleh sinar matahari. Beberapa pilihan di bawah ini dapat Anda lakukan sambil mengerjakan aktivitas sehari-hari, seperti:

  • berolahraga di luar
  • berjalan kaki di luar selama 30 menit
  • membuka jendela mobil ketika berkendara
  • makan makanan di luar atau teras rumah
  • parkir kendaraan lebih jauh agar dapat berjalan sambil menikmati sinar matahari

Berjemur di bawah matahari memang tidak dapat langsung membunuh coronavirus dan membuat Anda kebal terhadap COVID-19.

Namun, terpapar sinar matahari dengan benar ternyata mendatangkan manfaat yang begitu banyak bagi kesehatan Anda, sehingga tidak ada salahnya untuk tetap melakukannya.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB memang mulai longgar, tetapi tetap ikuti tips lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru agar terhindar dari COVID-19, Sobat Sehat!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris berhasil memicu terbentuknya antibodi dan sel-T pada peserta uji klinis.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin COVID-19 Moderna Memasuki Tahap Akhir Uji Kllinis

Vaksin COVID-19 buatan Moderna menunjukkan hasil positif dan akan memasuki tahap akhir uji klinis. Vaksin ini akan diuji coba pada 30.000 orang relawan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

serangan jantung saat pandemi covid-19

Waspadai Hubungan Erat Sakit Jantung dan COVID-19 Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
klaster penularan COVID-19

Klaster-klaster Penularan COVID-19 Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin sinovac uji klinis di Indonesia

Inilah Alasan Vaksin COVID-19 Sinovac Uji Klinis di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 5 menit
nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit