Selandia Baru Bebas dari COVID-19, Begini Cara Mereka Cegah Coronavirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan negaranya telah bebas dari COVID-19. Kasus positif di Selandia Baru turun hingga mencapai nol setelah penerapan lockdown ketat selama tujuh pekan. Tidak lama lagi, negara ini juga akan segera menurunkan sistem lockdown ke level terendahnya.

Cara apa yang digunakan Selandia Baru hingga bisa unggul dalam melawan pandemi COVID-19?

Empat tahap lockdown yang diterapkan Selandia Baru

Risiko pelonggaran psbb

Kasus COVID-19 pertama di Selandia Baru dilaporkan pada akhir Februari lalu. Negara ini memberlakukan lockdown pada 25 Maret, empat hari setelah masyarakat dikenalkan dengan sistem pencegahan penyakit skala luas untuk menghadapi pandemi.

Selandia Baru termasuk sigap dalam melawan penyebaran coronavirus. Sang perdana menteri bahkan sudah memberlakukan lockdown saat kasus positif baru 102 orang tanpa angka kematian, seperti dilansir dari laporan dalam jurnal The Lancet.

Ketika kasus baru bermunculan, Selandia Baru langsung menjalankan lockdown tingkat 4. Mereka menutup sebagian besar bisnis, sekolah, dan tempat umum. Mereka juga memerintahkan masyarakat agar tetap di rumah dan membatasi perjalanan.

Setelah lockdown lima pekan, kasus COVID-19 di Selandia Baru menurun sehingga pemerintah mengubahnya menjadi tingkat 3. Masyarakat boleh keluar dengan menjaga jarak, transportasi umum dibatasi, dan restoran menerapkan sistem take away.

Memasuki Mei, negara ini kembali menurunkan lockdown menjadi tingkat 2. Tempat umum dan bisnis dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat diizinkan berkumpul dalam jumlah terbatas, dan sekolah kembali dibuka.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

63,749

Terkonfirmasi

29,105

Sembuh

3,171

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Saat ini, jumlah total kasus COVID-19 di Selandia Baru mencapai 1.504 orang dengan 22 kematian. Kasus terakhir dilaporkan pada Jumat (22/5) dan tidak ada kasus baru hingga Senin (8/6). Karena itulah, pemerintah berencana menurunkan pembatasan menjadi tingkat 1.

Pada tingkat 1, seluruh aktivitas kembali berjalan normal. Namun, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan pencegahan dan tetap di rumah jika mengalami gejala mirip COVID-19. Tidak ada pembatasan transportasi atau acara umum kecuali bila sedang sakit.

Selain itu, pemerintah masih akan membatasi perjalanan dari luar luar negeri. Orang yang datang dari negara lain juga perlu dikarantina selama 14 hari sebelum bisa bebas beraktivitas. Langkah ini akan diterapkan hingga terdapat laporan lebih lanjut.

new normal COVID-19 oke

Bisakah Indonesia melakukan cara yang sama?

pelonggaran psbb dki efek covid-19 kondisi lingkungan

Setiap negara menempuh cara yang berbeda untuk memerangi COVID-19. Mulai dari lockdown total seperti di Selandia Baru, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, hingga upaya mencapai herd immunity di Swedia.

Lockdown total yang dilakukan Selandia Baru tampaknya merupakan cara jitu untuk mencapai akhir pandemi COVID-19. Sebagai contoh, Australia sudah berhasil menurunkan kasus positif sejak menerapkan lockdown pada 25 Maret.

Meski sempat memiliki angka kematian tinggi, Italia juga kian meratakan kurva pandemi dengan memberlakukan lockdown. Tiongkok yang menjadi tempat awal munculnya coronavirus pun mulai kembali normal setelah beberapa pekan menjalankan sistem ini.

Namun, lockdown bukanlah langkah sederhana. Negara harus melakukan banyak penyesuaian yang belum tentu rampung dalam hitungan bulan. Faktor sosial, ekonomi, dan kesiapan layanan kesehatan juga harus dipertimbangkan. 

Indonesia selama beberapa bulan terakhir mengandalkan PSBB untuk menghambat penularan COVID-19. Masyarakat menjalankan physical distancing, upaya pencegahan semakin digiatkan, dan tempat-tempat umum ditutup.

Sayangnya, lockdown total seperti yang dilakukan Selandia Baru tidak bisa diterapkan di Indonesia. Sebelum obat atau vaksin COVID-19 ditemukan, cara paling memungkinkan untuk melawan pandemi adalah dengan mencegah penyebarannya.

Penyebab Angka Kasus COVID-19 di Korea Selatan Kembali Melonjak

PSBB pun tidak bisa berlangsung selamanya. Indonesia kini perlu mulai bersiap dengan new normal alias kehidupan yang baru akibat adanya pandemi COVID-19. Artinya, masyarakat akan kembali menuju kehidupan semula dengan tetap berupaya mencegah penularan.

Selandia Baru unggul dalam melawan COVID-19 berkat kesigapannya saat kasus-kasus awal dilaporkan. Negara ini mengambil langkah tegas dengan lockdown tingkat 4 walaupun kasus positif masih terbilang sedikit.

Perdana Menteri Ardern menyampaikan bahwa selama menjalankan lockdown, negaranya mengikuti kebijakan berdasarkan sains. Mereka melacak setiap kasus, melakukan tes COVID-19 secara besar-besaran, dan memastikan masyarakatnya mematuhi anjuran kesehatan.

Indonesia mungkin tidak bisa menerapkan lockdown dengan sistem yang sama. Meski begitu, masih ada kesempatan menang dari COVID-19 yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan.

Sebagai individu, Anda dapat ikut berperan dengan rajin mencuci tangan, mengenakan masker saat bepergian, serta menjaga diri dan lingkungan sekitar tetap bersih.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 menit baca

Bersiap New Normal, Bekali Diri dengan Hal-hal Ini

Ini saat yang tepat untuk mengetahui persiapan new normal dan cara menguatkan daya tahan tubuh, terutama Anda yang kini menjalani aktivitas di kantor.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/07/2020 . 5 menit baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca