Apa yang Terjadi di Ruang Isolasi Rumah Sakit saat Tangani Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Novel coronavirus telah menginfeksi ratusan orang di dunia dan puluhan di antaranya meninggal. Di Indonesia, beberapa orang yang diduga mengalami infeksi mulai dari di Jakarta hingga Sorong, Papua, telah dirawat di rumah sakit. 

Orang yang terduga kena Novel coronavirus biasanya langsung diisolasi. Di sana, dia akan mendapat perawatan khusus, mulai dari diagnosis sampai pengobatan. Nah, apa saja yang terjadi di ruang isolasi rumah sakit ketika seorang pasien disinyalir terinfeksi oleh coronavirus? Simak ulasan di bawah ini.

Ruang Isolasi di rumah sakit tempat perawatan suspect coronavirus

gejala novel coronavirus

Wabah coronavirus yang terjadi di Wuhan, Tiongkok, atau disebut sebagai 2019-nCoV (Novel coroanvirus) membuat pemerintah Indonesia bergerak melakukan pencegahan. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah pasien terduga infeksi virus. 

Mulai dari RSPI Sulianti Saroso Jakarta, RSUD Raden Mattaher Jambi, hingga RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS), dilaporkan sudah melakukan observasi terhadap pasien-pasien yang menunjukkan gejala terinfeksi virus. 

Pada Jumat (24/1), Direktur Medik dan Perawatan RSPI Sulianti Saroso, dr. Diany Kusumawardhani, Spa. memberi penjelasan soal proses pemeriksaan terhadap seorang pasien terduga infeksi coronavirus. Ia  juga membeberkan beberapa fasilitas rumah sakit yang didapatkan oleh pasien coronavirus sampai akhirnya dinyatakan positif atau negatif. 

Menurut dr. Diany, rumah sakit telah menyediakan ruang isolasi khusus, laboratorium, dan radiologi untuk menunjang pasien yang terinfeksi. 

karantina adalah

Seperti yang dilansir dari laman Medline Plus, ruangan isolasi dibuat untuk menciptakan penghalang antara orang lain, pasien, dan virus. Tujuannya adalah mengurangi penyebaran virus di rumah sakit.

Normalnya, pengunjung pasien yang berada di ruangan isolasi dibatasi dan wajib melapor di ruang perawat sebelum mendekat ke ruangan. Tindakan isolasi di rumah sakit sangat normal dilakukan, terutama ketika terdapat seorang pasien yang terkena influenza dan virus seperti coronavirus. 

Pasien juga diwajibkan untuk tetap berada di ruangan sesering mungkin selama penelitian terhadap virus berlangsung. Walaupun sangat jarang terjadi, mereka mungkin diperbolehkan untuk keluar kamar dengan menggunakan masker dan baju pelindung.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

368,842

Terkonfirmasi

293,653

Sembuh

12,734

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Selain itu, tenaga medis yang menangani pasien juga memakai alat pelindung lengkap untuk menghindari penularan. Dengan begitu, virus yang masih dikatakan baru ini tidak menyebar ke mana-mana. 

Walaupun demikian, pasien masih dapat berkomunikasi dengan orang luar. Menurut penuturan dr. Pompini Agustina, Sp.P, Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI, pasien masih dapat berkomunikasi dengan orang luar atau keluarganya.

Di ruangan tersebut terdapat monitor agar pasien dapat melihat, berbicara, dan mendengar dari luar ruangan. Begitu juga sebaliknya. 

Penanganan Novel coronavirus di rumah sakit

pemeriksaan laboratorium demam berdarah

Seperti yang dilansir dari dr. Pompini, novel coronavirus adalah jenis virus baru, sehingga penularan dan penyebabnya pun masih diteliti. Ruang isolasi di rumah sakit bertujuan agar pasien terduga coronavirus aman dan tidak terjadi penyebaran ke orang lain. 

Rumah sakit yang dijadikan rujukan ketika terdapat pasien terduga coronavirus biasanya petugas medis dan fasilitas ketika menangani kasus yang sama. Misal, SARS dan jenis coronavirus lainnya. 

Penanganan yang diberikan oleh dokter dan rumah sakit ketika terduga pasien tiba adalah diberikan obat pereda demam terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan gejala awal dari Novel coronavirus adalah demam tinggi, sehingga sangat penting untuk mengobati gejala awalnya. 

pemeriksaan laboratorium

Selanjutnya, jika pasien batuk, dokter akan memberikan obat batuk. Apabila pasien memiliki penyakit lain di luar infeksi virus, dokter juga mencoba mengobati gejala dari penyakit tersebut. 

Walaupun demikian, pencegahan infeksi virus merupakan hal yang paling utama. Maka itu, ketika pasien tiba, para tenaga medis akan mencoba mengambil sampel dari hidung, tenggorokan, dan dahak. 

Kemudian, sampel tersebut akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk diteliti. Hasil dari penelitian tersebut sangat diharapkan cepat keluar agar tenaga medis mengetahui apa yang diperlukan oleh pasien selanjutnya. 

Perawatan di rumah sakit yang didapatkan oleh pasien terduga novel coronavirus lebih ke upaya mencegah adanya penularan dengan menyediakan ruang isolasi dan mengobati gejala. Tenaga medis masih memerlukan hasil dari laboratorium untuk melakukan langkah selanjutnya. 

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hipertensi dan Sejumlah Faktor Risiko Kematian Pasien COVID-19 di Jakarta

Hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak dilaporkan dalam kasus kematian pasien COVID-19 di Jakarta.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Penularan COVID-19 di bioskop bisa terjadi dari banyak jalur penularan, mulai dari cipratan langsung droplet, sentuhan dengan permukaan, hingga airborne.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Pelonggaran PSBB dan Risiko Terhadap Penularan COVID-19

PSBB kembali dilonggarkan setelah sebelumnya diperketat akibat terjadi lonjakan kasus infeksi. Seperti apa risiko pelonggaran PSBB?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mencegah Megaklaster COVID-19 dengan Menghindari 3C

Satu peristiwa superspreader bisa menjadi megaklaster penularan COVID-19 sedangkan satu kasus lainnya bisa jadi tidak menularkan sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Vaksin COVID-19 bukan satu-satunya solusi

Apakah Vaksin Mampu Menyelesaikan Semua Masalah Pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
membersihkan diri setelah keluar rumah

4 Langkah Membersihkan Diri dan Rumah Setelah Keluar Bepergian

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit