Isi Rumah Sakit Coronavirus di Wuhan yang Dibangun Hanya 10 Hari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah coronavirus yang berasal dari pasar ikan Wuhan, Tiongkok, telah menelan lebih dari 400 korban jiwa dan menginfeksi lebih dari 20.000 orang secara global. Dalam menanggapi wabah ini, pemerintah Tiongkok berusaha membangun rumah sakit darurat dalam waktu 10 hari untuk menampung pasien coronavirus di Wuhan. 

Apa saja fasilitas yang tersedia di rumah sakit yang dibangun dalam waktu singkat itu? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Rumah sakit darurat untuk menangani coronavirus di Wuhan

penyakit menular di rumah sakit

Seperti yang dilansir dari Wall Street Journal, pemerintah Tiongkok membangun dua rumah sakit di Wuhan untuk menangani wabah coronavirus yang jumlah kasusnya semakin meningkat. 

Pembangunan darurat ini dilakukan karena wabah ini menguras sumber daya rumah sakit yang paling terkenal di Wuhan. Para tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut terpaksa memulangkan atau mengabaikan pasien terduga maupun yang sudah terinfeksi coronavirus karena fasilitas yang pas-pasan. 

Akhirnya, per tanggal 23 Januari 2020, pemerintah dan kontraktor setempat memulai membangun rumah sakit yang bernama Huoshenshan. Rumah sakit ‘darurat’ ini kini telah selesai dan terbuka untuk pasien coronavirus sejak 3 Februari 2020. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

488,310

Terkonfirmasi

410,552

Sembuh

15,678

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Fasilitas rumah sakit Wuhan yang dibuat dalam waktu 10 hari ini sebenarnya sudah cukup lengkap untuk menangani wabah coronavirus di Tiongkok. Bangunan yang dibangun di atas lahan sebesar 64,5 hektar ini terdiri atas dua lantai dan akan diisi oleh ribuan dokter dan tenaga kesehatan yang direkrut oleh militer Tiongkok. 

Selain itu, rumah sakit untuk menangani pasien coronavirus di Wuhan ini tidak dibuat dari beton biasa, melainkan unit prefabrikasi. Maka itu, bangunan ini lebih cepat selesai karena tidak sesulit membangun rumah sakit pada umumnya. 

Fasilitas rumah sakit yang diberikan kepada pasien

Model konstruksi kedua rumah sakit ini juga mengikuti rumah sakit Xiaotangshan di Beijing. Rumah sakit yang dibuat dalam waktu seminggu ini dilakukan untuk menghadapi wabah SARS pada 2003. 

Berikut ini beberapa fasilitas yang tersedia di rumah sakit darurat Huoshenshan, Wuhan, untuk memerangi wabah coronavirus: 

  • Setiap unit bangunan dapat menampung dua tempat tidur dan cukup terisolasi
  • Tersedia unit perawatan intensif, ruang konsultasi, dan ruang penyimpanan
  • Bangsal karantina yang terpisah dari bangunan rumah sakit
  • Terdapat sistem ventilasi khusus agar tenaga medis tidak harus memasuki kamar
  • Didukung oleh alat medis terkini, seperti mesin MRI dan ‘robot medis’
  • Memiliki sistem video agar dokter dapat berkomunikasi dengan ahli di Beijing

tertular penyakit di rumah sakit infeksi nosokomial

Walaupun demikian, banyak ahli yang menganggap bahwa pemerintah Tiongkok bukan membangun rumah sakit untuk menangani coronavirus di Wuhan. Mereka berpendapat bahwa bangunan yang dibuat dalam waktu singkat itu lebih cocok disebut sebagai tempat isolasi massal

Masyarakat yang memiliki hasil tes positif coronavirus akan ditahan di kamar perawatan dan menerima pengobatan hingga pulih dan tidak menular. 

Meski begitu, sejumlah media di Tiongkok melaporkan bahwa rumah sakit tersebut benar-benar mengurusi pasien coronavirus. Pasien pertama sampai di rumah sakit pada Senin pagi.

Di tempat tersebut sudah menunggu sekitar 1.400 dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang direkrut dari militer Tiongkok. Namun, hingga saat ini belum ada laporan tentang kondisi pasien yang baru tiba tersebut.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Tidur Berkualitas

Rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan penuh nutrisi, tapi jangan lupa tidur berkualitas memegang peran penting dalam mengurangi risiko COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mutasi COVID-19 Berpotensi Menghindari Antibodi, Apa Pengaruhnya pada Vaksin?

Mutasi virus penyebab COVID-19 berpotensi membuatnya mampu menghindari sistem antibodi tubuh sehingga tidak dianggap berbahaya. Apa dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Perlukah Tes Penciuman dalam Pemeriksaan COVID-19?

Lebih dari separuh pasien COVID-19 memiliki gejala hilangnya kemampuan mencium aroma. Perlukan tes penciuman sebagai bagian dari proses skrining pasien?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Terapi Antibodi Eli Lilly sebagai Pengobatan COVID-19

Terapi antibodi monoklonal buatan perusahaan farmasi Eli Lilly mendapat izin untuk digunakan pada pasien COVID-19 gejala ringan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Obat antikomplemen COVID-19

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit
penularan covid-19 di udara airborne

Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Pandemic fatigue akibat COVID-19

Pandemic Fatigue, Kondisi Lelah Menghadapi Ketidakpastian Pandemi. Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker karena obesitas

Dampak Obesitas terhadap Pasien COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit