Studi: Pewarna Makanan Bisa Membunuh COVID-19 di Udara (Airborne)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Seorang peneliti dari Purdue University, Amerika Serikat meneliti kemungkinan cara membunuh COVID-19 di udara dengan pewarna makanan.

Bulan lalu organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa COVID-19 dapat menular melalui udara atau biasa disebut penularan airborne. Penularan jenis ini menjadi yang sulit untuk dilakukan pencegahan jika dalam ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk.

Bagaimana pewarna makanan bisa digunakan untuk membersihkan udara dari virus penyebab COVID-19 yang mengambang di udara dalam bentuk airborne?

Pewarna makanan berpotensi membunuh COVID-19 di udara

penularan covid-19 di udara bisa dibunuh dengan pewarna makanan

Sejak awal, COVID-19 dinyatakan bisa menular melalui percikan cairan pernapasan (droplet) yang keluar saat orang yang terinfeksi bicara, batuk, atau bersin. Karena molekul percikan tersebut cukup berat (> 3 mikro), ia mampu memercik hingga sekitar 1 meter dan langsung jatuh ke permukaan. Maka, salah satu cara pencegahan penularannya adalah dengan menjaga jarak sosial (physical distancing) dan mengenakan masker supaya bisa menahan percikan droplet. 

Belakangan, para ilmuwan menemukan fakta baru bahwa droplet pasien COVID-19 bisa bertahan di udara dan menular saat seseorang menghirupnya. Jalur penularan airborne ini dikarenakan droplet bisa berubah menjadi bentuk aerosol, cairan yang tersuspensi di udara seperti kabut.

Penularan jenis ini awalnya diketahui bisa terjadi ketika petugas medis memasangkan alat intubasi ke pasien COVID-19 dalam ruangan tanpa ventilasi. Karena itu ilmuwan mencari tahu bagaimana cara efektif mencegah penularan COVID-19 melalui udara ini. 

Kim Young dan tim ilmuwan biomedis di Purdue University mengembangkan cara untuk menetralkan virus SARS-CoV-2 yang berada di udara dengan menggunakan pewarna makanan. 

Kim menggunakan metode pembersihan udara fotodinamik (PAC), yakni membuat pewarna makanan bereaksi di hadapan cahaya dan membentuk radikal bebas oksigen yang mampu menetralkan virus penyebab COVID-19. 

Menurutnya, solusi ini menunjukkan bagaimana aktivasi cahaya dari pewarna makanan dapat menghasilkan radikal bebas oksigen, salah satunya dalam bentuk oksigen singlet yang dapat membunuh patogen (virus) yang ditularkan melalui udara.

Oksigen singlet ini berfungsi merusak bagian luar yang menyelimuti virus sehingga membuat virus menjadi tidak aktif.

“Kami telah mengidentifikasi beberapa pewarna makanan yang disetujui FDA yang dapat digunakan untuk menghasilkan radikal bebas dalam cahaya tampak/terlihat. Kami menggunakan ultrasound untuk menghasilkan aerosol kecil yang mengandung pewarna makanan sehingga pewarna bisa mengapung dan bertahan di udara,” ujar Kim, lektor kepala bidang teknik biomedis sekaligus ketua tim peneliti,  seperti dikutip dari website Purdue University.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

282,724

Terkonfirmasi

210,437

Sembuh

10,601

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Banyak penelitian lanjutan yang masih harus dilakukan

pewarna makanan bisa membunuh covid-19 di udara airborne

Saat ini, para peneliti sedang melanjutkan riset tersebut untuk mengevaluasi efektivitas PAC terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Rencana untuk tahapan selanjutnya akan melibatkan kerja sama dengan lembaga pemerintahan. 

Meski sudah menggunakan pewarna makanan yang bersertifikat izin edar dari badan obat dan makanan (FDA) Amerika Serikat, Profesor Kim tetap akan menguji lebih lanjut soal keamanan pewarna makanan tersebut jika terhirup atau termakan.

Sehingga nantinya alat ini bisa menyebarkan oksigen reaktif ini ke udara dan menonaktifkan virus dalam bentuk aerosol dengan aman. 

“Saya berharap teknologi ini bisa diinstal di ruangan-ruangan rumah sakit dan mencegah penularan COVID-19 di ruangan tempat orang-orang berkumpul dengan risiko penularan yang tinggi,” ujar Kim.

Risiko Penularan COVID-19 di Bioskop

Teknologi disinfektan yang disemprotkan ke udara biasanya terbuat dari hidrogen peroksida yang berbentuk aerosol, ozone, atau disinfektan sinar ultraviolet. Jenis-jenis seperti ini berbahaya bagi manusia karena bersifat karsinogenik. Selain itu, jenis ini lebih ampuh digunakan untuk disinfeksi permukaan benda bukan yang mengapung di udara. 

Apakah zat pewarna makanan dapat dimanfaatkan untuk menangkal virus penyebab COVID-19? Kita tunggu hasil penelitian lanjutannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Thermo Gun Tidak Merusak Saraf dan Otak, Cek Suhu di Dahi Lebih Akurat

Kementerian Kesehatan memastikan keamanan tembakan sinar thermo gun ke dahi seseorang. Hasilnya, thermo gun sama sekali tidak merusak saraf otak.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Pilkada Serentak 2020 rencananya akan diizinkan untuk melakukan kampanye konser dan jalan sehat, bagaimana dampaknya dalam penanggunalan penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Beberapa studi melaporkan banyak pasien COVID-19 mengalami dampak jangka panjang, terlepas berat atau ringannya infeksi yang dialami.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Indonesia bisa menjadi episentrum covid-19 dunia

Apakah Indonesia akan Menjadi Episentrum COVID-19 di Dunia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit