Kapan Waktu yang Tepat untuk Periksa ke Rumah Sakit di Tengah Pandemi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Peningkatan angka kasus COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat semakin cemas dan waspada, terutama ketika memeriksakan diri ke rumah sakit. Pasalnya, mereka khawatir tertular virus mengingat banyak pasien yang dirawat di rumah sakit. Namun, kapan seseorang perlu periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19?

Perlunya periksa ke dokter di tengah COVID-19

triase gawat darurat

Kekhawatiran akan tertularnya coronavirus menyebabkan pedoman physical distancing semakin digalakkan, alias menjaga jarak dari orang lain. Kebiasaan ini memang sehat. Sementara itu, ketakutan tersebut membuat masyarakat menghindari rumah sakit meskipun mereka dalam keadaan sakit dan hal ini justru cukup berbahaya. 

Menurut Robert Neumar, M.D, Ph.D., profesor kedokteran di Michigan Medicine, menunda periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19 justru dapat menimbulkan komplikasi serius. Hal ini berlaku terutama bagi mereka yang mempunyai gejala serangan jantung, stroke, dan penyakit serius lainnya. 

Begini, ketika seseorang mengalami serangan jantung atau stroke, mendapatkan penanganan dini dapat meningkatkan peluang pemulihannya. Stroke terjadi ketika arteri otak pecah atau ketika gumpalan darah menyumbat aliran darah ke bagian otak. 

Apabila kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, akan semakin banyak sel-sel otak yang mati. Akibatnya, beberapa kerusakan di bagian otak tidak dapat dipulihkan karena penundaan tersebut.

Selain itu, bagi mereka yang mengalami serangan jantung, pengobatan sejak awal memberikan perbedaan yang cukup besar antara hidup dan mati. Maka dari itu, orang tidak boleh menghindari perawatan darurat di rumah sakit ketika benar-benar dibutuhkan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

502,110

Terkonfirmasi

422,386

Sembuh

16,002

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Gejala yang membutuhkan perawatan darurat di rumah sakit

Apabila Anda mengalami keadaan darurat medis, entah itu terkait atau tidak berhubungan dengan COVID-19, periksa ke dokter adalah hal yang wajib dilakukan. Kondisi ini termasuk cedera atau penyakit yang membutuhkan penanganan cepat, seperti:

1. Serangan jantung dan stroke

Sakit kepala gejala stroke ringan

Salah satu gejala yang membuat Anda harus segera periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19 adalah tanda-tanda dari serangan jantung dan stroke. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kedua penyakit ini membutuhkan penanganan cepat agar peluan pemulihannya semakin besar. 

Apabila Anda mengalami sakit dada, terutama baru pertama kali atau nyeri yang berbeda dari sebelumnya, jangan diabaikan. Selain itu, nyeri dada yang disertai dengan sesak napas, keringat, dan rasa nyeri pada lengan kiri juga menandakan Anda butuh ke unit gawat darurat. 

Bagi mereka yang mengalami gejala stroke, seperti kesulitan berbicara, lengan terasa lemas, atau satu sisi wajah terasa lemah, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dikarenakan terapi untuk mengobati stroke akan kurang efektif jika penanganannya ditunda. 

2. Penyakit kronis

Selain stroke dan serangan jantung, penyakit lainnya yang perlu periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19 adalah penyakit kronis. Begini, pasien dengan penyakit kronis sangat mungkin mengalami gejala atau efek samping yang membutuhkan perawatan darurat. 

Sebagai contoh, pasien diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan penyakit paru tidak disarankan menunda mendapatkan perawatan darurat jika mengalami gejala baru. Mengulur waktu mendapatkan penanganan di rumah sakit justru dapat menyebabkan komplikasi yang bisa mengancam jiwa.

3. Cedera pada tulang

cedera PCL adalah cedera ligamen yang terdapat pada lutut.

Pengobatan cedera tulang, otot, atau sendi memang tidak dapat ditunda, sehingga Anda harus segera periksa ke dokter meskipun di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, cedera yang terlalu lama dibiarkan bisa menyebabkan cedera lebih parah, meningkatkan rasa sakit, dan pada beberapa kasus kerusakan permanen. 

Kondisi tersebut tentu dapat dicegah jika pasien mendapatkan penanganan dengan cepat, terutama mereka yang mengalami kondisi:

  • cedera akut pada kaki, daerah tangan, lutut, bahu, dan sikut
  • patah tulang lengan, siku, tangan, dan kaki
  • terkilir dan tegang pada ligamen, otot, dan tendon
  • nyeri akut pada punggung dan leher

4. Kehamilan

Bagi para ibu hamil adalah hal wajar jika mereka merasa khawatir dan bertanya-tanya perlukah mereka berkonsultasi ke dokter kandungan di tengah pandemi ini. Jawabannya, periksa ke dokter ketika pandemi COVID-19, terutama untuk ibu hamil yang memiliki gejala kehamilan berisiko tinggi, seperti:

  • gejala hipertensi
  • sakit kepala
  • penglihatan kabur
  • janin lebih jarang bergerak
  • sakit perut parah
  • tanda persalinan prematur

Apabila ibu hamil mengalami beberapa gejala di atas, artinya mereka membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Dengan begitu, dokter kandungan dapat memberitahu calon ibu apa yang terjadi dan bagaimana langkah selanjutnya agar tidak membahayakan kandungan. 

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

5. Gejala lainnya

Keempat kondisi medis di atas memang membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit, terutama di tengah pandemi COVID-19. Namun, bukan berarti Anda boleh mengabaikan gejala lain yang memerlukan perawatan dari dokter. 

Berikut ini beberapa kondisi medis yang membutuhkan perawatan segera. 

  • Kecelakaan
  • Batuk dan muntah darah
  • Cedera di kepala
  • Kehilangan kesadaran
  • Keracunan atau overdosis obat
  • Luka bakar parah
  • Nyeri perut yang konstan
  • Gejala COVID-19, termasuk sesak napas
  • Keinginan untuk bunuh diri

Periksa ke dokter di rumah sakit tidak serta merta membuat Anda langsung terpapar COVID-19. Anda tidak perlu terlalu khawatir mengingat setiap rumah sakit memiliki protokol kesehatan dan keamanan masing-masing. Anda hanya perlu melakukan upaya mencegah penularan COVID-19 ekstra hati-hati. 

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pandemic Fatigue, Kondisi Lelah Menghadapi Ketidakpastian Pandemi. Bagaimana Mengatasinya?

Pandemic fatigue adalah kondisi saat masyarakat mulai lelah terus mengikuti protokol kesehatan karena dipengaruhi ketidakpastian dan emosi akan pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Dampak Obesitas terhadap Pasien COVID-19

Tak hanya memperburuk gejala infeksi COVID-19, obesitas juga membuat penderitanya lebih rentan terserang virus SARS-CoV-2. Bagaimana prosesnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengurangi Risiko Penularan COVID-19 saat Berlibur, Bagaimana Caranya?

Kasus COVID-19 masih terus bertambah sehingga perjalanan liburan dapat meningkatkan risiko penularan. Bagaimana cara mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Tidur Berkualitas

Rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan penuh nutrisi, tapi jangan lupa tidur berkualitas memegang peran penting dalam mengurangi risiko COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 19 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga dengan masker

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
pernikahan covid-19

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Obat antikomplemen COVID-19

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit
penularan covid-19 di udara airborne

Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit