Kapan Waktu yang Tepat untuk Periksa ke Rumah Sakit di Tengah Pandemi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Peningkatan angka kasus COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat semakin cemas dan waspada, terutama ketika memeriksakan diri ke rumah sakit. Pasalnya, mereka khawatir tertular virus mengingat banyak pasien yang dirawat di rumah sakit. Namun, kapan seseorang perlu periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19?

Perlunya periksa ke dokter di tengah COVID-19

triase gawat darurat

Kekhawatiran akan tertularnya coronavirus menyebabkan pedoman physical distancing semakin digalakkan, alias menjaga jarak dari orang lain. Kebiasaan ini memang sehat. Sementara itu, ketakutan tersebut membuat masyarakat menghindari rumah sakit meskipun mereka dalam keadaan sakit dan hal ini justru cukup berbahaya. 

Menurut Robert Neumar, M.D, Ph.D., profesor kedokteran di Michigan Medicine, menunda periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19 justru dapat menimbulkan komplikasi serius. Hal ini berlaku terutama bagi mereka yang mempunyai gejala serangan jantung, stroke, dan penyakit serius lainnya. 

Begini, ketika seseorang mengalami serangan jantung atau stroke, mendapatkan penanganan dini dapat meningkatkan peluang pemulihannya. Stroke terjadi ketika arteri otak pecah atau ketika gumpalan darah menyumbat aliran darah ke bagian otak. 

Apabila kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, akan semakin banyak sel-sel otak yang mati. Akibatnya, beberapa kerusakan di bagian otak tidak dapat dipulihkan karena penundaan tersebut.

Selain itu, bagi mereka yang mengalami serangan jantung, pengobatan sejak awal memberikan perbedaan yang cukup besar antara hidup dan mati. Maka dari itu, orang tidak boleh menghindari perawatan darurat di rumah sakit ketika benar-benar dibutuhkan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

63,749

Terkonfirmasi

29,105

Sembuh

3,171

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Gejala yang membutuhkan perawatan darurat di rumah sakit

Apabila Anda mengalami keadaan darurat medis, entah itu terkait atau tidak berhubungan dengan COVID-19, periksa ke dokter adalah hal yang wajib dilakukan. Kondisi ini termasuk cedera atau penyakit yang membutuhkan penanganan cepat, seperti:

1. Serangan jantung dan stroke

Sakit kepala gejala stroke ringan

Salah satu gejala yang membuat Anda harus segera periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19 adalah tanda-tanda dari serangan jantung dan stroke. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kedua penyakit ini membutuhkan penanganan cepat agar peluan pemulihannya semakin besar. 

Apabila Anda mengalami sakit dada, terutama baru pertama kali atau nyeri yang berbeda dari sebelumnya, jangan diabaikan. Selain itu, nyeri dada yang disertai dengan sesak napas, keringat, dan rasa nyeri pada lengan kiri juga menandakan Anda butuh ke unit gawat darurat. 

Bagi mereka yang mengalami gejala stroke, seperti kesulitan berbicara, lengan terasa lemas, atau satu sisi wajah terasa lemah, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dikarenakan terapi untuk mengobati stroke akan kurang efektif jika penanganannya ditunda. 

2. Penyakit kronis

Selain stroke dan serangan jantung, penyakit lainnya yang perlu periksa ke dokter di tengah pandemi COVID-19 adalah penyakit kronis. Begini, pasien dengan penyakit kronis sangat mungkin mengalami gejala atau efek samping yang membutuhkan perawatan darurat. 

Sebagai contoh, pasien diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan penyakit paru tidak disarankan menunda mendapatkan perawatan darurat jika mengalami gejala baru. Mengulur waktu mendapatkan penanganan di rumah sakit justru dapat menyebabkan komplikasi yang bisa mengancam jiwa.

3. Cedera pada tulang

cedera PCL adalah cedera ligamen yang terdapat pada lutut.

Pengobatan cedera tulang, otot, atau sendi memang tidak dapat ditunda, sehingga Anda harus segera periksa ke dokter meskipun di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, cedera yang terlalu lama dibiarkan bisa menyebabkan cedera lebih parah, meningkatkan rasa sakit, dan pada beberapa kasus kerusakan permanen. 

Kondisi tersebut tentu dapat dicegah jika pasien mendapatkan penanganan dengan cepat, terutama mereka yang mengalami kondisi:

  • cedera akut pada kaki, daerah tangan, lutut, bahu, dan sikut
  • patah tulang lengan, siku, tangan, dan kaki
  • terkilir dan tegang pada ligamen, otot, dan tendon
  • nyeri akut pada punggung dan leher

4. Kehamilan

Bagi para ibu hamil adalah hal wajar jika mereka merasa khawatir dan bertanya-tanya perlukah mereka berkonsultasi ke dokter kandungan di tengah pandemi ini. Jawabannya, periksa ke dokter ketika pandemi COVID-19, terutama untuk ibu hamil yang memiliki gejala kehamilan berisiko tinggi, seperti:

  • gejala hipertensi
  • sakit kepala
  • penglihatan kabur
  • janin lebih jarang bergerak
  • sakit perut parah
  • tanda persalinan prematur

Apabila ibu hamil mengalami beberapa gejala di atas, artinya mereka membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit. Dengan begitu, dokter kandungan dapat memberitahu calon ibu apa yang terjadi dan bagaimana langkah selanjutnya agar tidak membahayakan kandungan. 

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

5. Gejala lainnya

Keempat kondisi medis di atas memang membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit, terutama di tengah pandemi COVID-19. Namun, bukan berarti Anda boleh mengabaikan gejala lain yang memerlukan perawatan dari dokter. 

Berikut ini beberapa kondisi medis yang membutuhkan perawatan segera. 

  • Kecelakaan
  • Batuk dan muntah darah
  • Cedera di kepala
  • Kehilangan kesadaran
  • Keracunan atau overdosis obat
  • Luka bakar parah
  • Nyeri perut yang konstan
  • Gejala COVID-19, termasuk sesak napas
  • Keinginan untuk bunuh diri

Periksa ke dokter di rumah sakit tidak serta merta membuat Anda langsung terpapar COVID-19. Anda tidak perlu terlalu khawatir mengingat setiap rumah sakit memiliki protokol kesehatan dan keamanan masing-masing. Anda hanya perlu melakukan upaya mencegah penularan COVID-19 ekstra hati-hati. 

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 menit baca

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30/06/2020 . 4 menit baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca