Penyebaran Virus COVID-19 Diduga Bisa Terjadi Melalui Pipa Toilet

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Proses penularan COVID-19 secara jelasnya masih menjadi objek penelitian. Namun setelah ditemukannya dua kasus pasien yang positif terinfeksi COVID-19 di sebuah apartemen di Hong Kong, muncul dugaan bahwa penyebaran virus tersebut bisa terjadi melalui pipa saluran air yang ada di toilet. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah berikut ini.

Awal dugaan penyebaran COVID-19 melalui pipa air

penyebaran covid-19 melalui pipa air

Pada tanggal 11 Februari 2020, lebih dari 100 warga yang tinggal di daerah Tsing Yi, Hong Kong, telah dievakuasi dan dikarantina. Tindakan itu dilakukan setelah seorang wanita yang berusia 62 tahun menjadi orang kedua yang positif terinfeksi COVID-19 di gedung apartemen Hong Mei House.

Wanita tersebut tinggal 10 lantai di bawah penghuni pertama yang terinfeksi. Karena kedua pasien tersebut tidak pernah berkomunikasi atau melakukan kontak kulit sebelumnya, muncullah dugaan bahwa bisa saja penyebaran COVID-19 terjadi lewat infrastruktur bangunan seperti pipa air.

Terlebih lagi, menurut laporan, kedua pasien tinggal di blok vertikal yang sama. Ini berarti, kedua pasien berbagi jaringan pipa toilet yang sama. Pipa air di dalam kamar mandi tempat tinggal wanita yang menjadi pasien juga tidak tertutup.

Dugaan skema penularan virus di antara kedua pasien memang belum pasti dan masih membutuhkan penyelidikan lanjutan. Namun, terjadinya penyebaran COVID-19 melalui pipa saluran air bukanlah hal yang tidak mungkin. Bahkan, penyelidikan tentang penyebaran virus melalui pipa juga pernah dilakukan saat virus SARS merebak di tahun 2003 silam.

Skema penyebaran virus melalui pipa saluran air

novel coronavirus 2019 adalah virus corona

Sebelum merebaknya penyebaran virus COVID-19, penyelidikan yang dilakukan di sebuah apartemen bernama Amoy Gardens menemukan kemungkinan besar penularan virus SARS yang diakibatkan oleh bocornya pipa air di toilet.

Hal itu bisa terjadi karena virus corona jenis SARS dapat masuk ke dalam feses maupun kotoran lainnya. Pipa-pipa yang membawa limbah tersebut dibangun tertutup dan terpisah. Ketika pipa mengalami kebocoran, maka tetesan tersebut akan membuat orang-orang terpapar. Nantinya, sisa kotoran yang mengandung virus tersebut bisa menjadi aerosol yang akan menyebar ke udara di sekitarnya.

Penyebab lainnya adalah rusaknya pipa U yang ada pada saluran air di kloset atau wastafel. Biasanya saluran di toilet memiliki pipa berbentuk U yang berfungsi untuk menahan air yang akan menghalangi mikroba dan bakteri yang keluar dari tinja. Bentuk ini juga mencegah agar bakteri dalam pipa tidak akan keluar dan mencemari toilet.

Pipa ini terhubung ke pipa pembuangan yang akan menyapu limbah dari toilet, wastafel, dan saluran air lainnya. Pipa pembuangan harus memiliki ventilasi untuk memastikan gas dan bau dari saluran terbawa keluar. Pipa ventilasi juga akan memberi tekanan yang membuat limbah terus mengalir.

Sedangkan dalam kasus penularan SARS di Amoy Gardens, pipa U yang terhubung pada saluran dalam keadaan kosong sehingga pipa tidak bisa membuang feses. Akibatnya, gas dan kotoran yang tidak terbuang bisa tertahan pada pipa U dan membuatnya masuk ke dalam hunian serta menyebarkan virus.

Penyebaran virus melalui pipa saluran air menjadi keprihatinan

dampak toilet kotor

Memang, kasus penyebaran virus COVID-19 dan SARS melalui pipa saluran air tidak serta merta bisa disamakan. Penularan dengan cara ini pun bukanlah hal yang umum terjadi. Cara penularan virus corona yang paling umum adalah melalui tetesan atau partikel yang dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin.

Namun, keadaan pipa sanitasi yang rusak juga bisa menambah kemungkinan seseorang untuk terinfeksi. Keadaan pipa yang tidak memadai sudah menjadi salah satu kontributor penyebaran SARS di gedung-gedung perumahan di Hong Kong.

Oleh sebab itu, pemeliharaan dengan meninjau serta memperbarui standar dalam praktik bangunan dan sistem pembuangan kotoran sangat penting dilakukan. Para masyarakat diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor kebersihan lingkungan serta memilih desain yang sesuai dengan standar supaya dapat mengendalikan penularan virus penyakit.

Memang, penyebaran COVID-19 melalui pipa saluran air sangat kecil kemungkinannya, di Indonesia sendiri juga belum terdapat kasus yang sudah terkonfirmasi. Namun perlu diketahui, masih banyak virus dan bakteri lainnya yang bisa saja mengintai Anda.

Terlebih kamar mandi merupakan salah satu tempat yang menjadi pusat berkumpulnya berbagai jenis kuman. Kuman tersebut juga tersebar di beberapa bagian di kamar mandi seperti permukaan wastafel dan kloset. Mungkin Anda masih bisa melakukan pencegahan dengan membersihkan kamar mandi secara berkala.

Lain lagi jika Anda pergi ke toilet umum, tidak ada yang bisa menjamin bahwa toilet sudah benar-benar bersih dan bebas dari kuman. Berikut adalah beberapa langkah untuk berjaga-jaga supaya bisa meminimalisir terkena penyakit menular:

  • Cuci tangan dengan benar setiap sebelum dan setelah selesai dari kamar mandi.
  • Lapisi tangan dengan tisu ketika mematikan keran, membuka pintu, dan menyentuh tombol penyiram toilet.
  • Bersihkan sejenak dudukan toilet dengan tisu dan lapisi dengan tisu yang baru
  • Gunakan pengering tangan dengan tidak menempelkan tangan pada jaring mesin pengering karena malah akan membuat tangan terkontaminasi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 25, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca