Penyandang Disabilitas Lebih Rentan Terhadap COVID-19, Begini Penjelasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah coronavirus (COVID-19) telah menyebabkan jutaan kasus di seluruh dunia dan ratusan orang meninggal dunia. Penyakit pernapasan ini termasuk baru dan masih banyak hal yang perlu dipelajari terkait infeksi virus ini.

Salah satu persoalan yang cukup menjadi perhatian adalah risiko coronavirus COVID-19 terhadap penyandang disabilitas. 

Risiko coronavirus COVID-19 pada penyandang disabilitas

depresi pada penyandang cacat

Sampai saat ini WHO dan pemerintah negara di seluruh dunia sedang berupaya untuk mengendalikan wabah ini. Kelompok tertentu, terutama penyandang disabilitas, dikhawatirkan lebih terkena dampak oleh coronavirus COVID-19. 

Dampak yang muncul mungkin tidak langsung berpengaruh terhadap penyandang disabilitas. Bahkan, sebagian besar dari mereka kemungkinan besar tidak berisiko lebih tinggi atau memiliki penyakit yang parah akibat COVID-19.

Walaupun demikian, tidak sedikit dari penyandang disabilitas yang mungkin memiliki risiko terinfeksi lebih tinggi karena kondisi yang dialaminya. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), ada beberapa penyebab yang membuat risiko infeksi COVID-19 terhadap penyandang disabilitas lebih tinggi, yaitu:

  • hambatan fisik untuk mengakses fasilitas kebersihan
  • lebih sering menyentuh banyak benda sebagai bantuan untuk mengakses informasi
  • kesulitan memahami dan mempraktikkan tindakan pencegahan
  • tidak dapat berkomunikasi kepada orang lain terkait gejala COVID-19 yang dialami
  • sulit menghindari kontak dekat dengan orang lain, alias tidak dapat menjaga jarak
  • COVID-19 memperburuk kondisi kesehatan lainnya, seperti penyakit paru dan jantung

Beberapa kondisi di atas adalah kemungkinan penyebab mengapa penyandang disabilitas lebih rentan terhadap coronavirus COVID-19. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

64,958

Terkonfirmasi

29,919

Sembuh

3,241

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Menghadapi coronavirus COVID-19 untuk penyandang disabilitas

Apabila Anda atau orang terdekat merupakan penyandang disabilitas, sudah seharusnya untuk mengikuti panduan WHO terkait langkah perlindungan dasar selama wabah COVID-19.

Namun, jika Anda mengalami kesulitan untuk mengikut langkah tersebut, seperti mencuci tangan dan menerapkan physical distancing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai berikut.

1. Menghindari kerumunan ramai

penyandang disabilitas traveling

Salah satu persiapan yang perlu dilakukan penyandang disabilitas di tengah pandemi COVID-19 ini adalah mencoba untuk menghindari kerumunan ramai. Dengan begitu, Anda mungkin lebih leluasa dalam mengurangi kontak fisik dengan orang lain. 

Selain itu, cobalah untuk mempertimbangkan kunjungan yang diperlukan dilakukan di luar waktu sibuk. Apabila memungkinkan, usahakan untuk memanfaatkan jam buka khusus untuk penyandang disabilitas di tempat yang menyediakan fasilitas ini. 

Bahkan, imbauan untuk bekerja di rumah pun mungkin perlu dilakukan saat pandemi ini berlangsung. Terlebih lagi jika Anda bekerja di lingkungan yang padat penduduk atau ramai. 

2. Membeli barang yang dibutuhkan secara online

Selain menghindari kerumunan ramai, para penyandang disabilitas mungkin perlu membeli barang yang dibutuhkan lewat internet.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam mengakses situs pembelian atau perlu ke luar rumah, cobalah minta bantuan pada keluarga atau teman. 

Hal ini bertujuan agar dapat menghindari kerumunan ramai yang mengharuskan Anda menyentuh banyak barang yang mungkin terkontaminasi

physical distancing

3. Mengumpulkan barang yang diperlukan di satu tempat

8 Bahan Makanan Yang Dapat Membersihkan Usus

Setelah berhasil membeli barang lewat internet, para penyandang disabilitas sebaiknya mulai mengumpulkan barang yang dibutuhkan di satu tempat selama pandemi COVID-19. 

Jika memungkinkan, berbelanja stok makanan dan peralatan rumah tangga lainnya untuk selama dua minggu hingga satu bulan ke depan bisa dilakukan.

Hal ini bertujuan agar Anda tidak perlu terlalu sering pergi ke luar rumah membeli makanan atau barang yang diperlukan. 

Selain bahan makanan, Anda juga bisa menebus obat yang memerlukan resep dari dokter untuk beberapa bulan ke depan. Maka itu, cobalah untuk mendiskusikan hal masalah ini dengan dokter atau pengasuh Anda.

Dengan begitu, Anda bisa membuat salinan resep obat untuk membantu dalam mendapatkan obat saat situasi darurat seperti pandemi ini. 

4. Memastikan alat bantu dibersihkan dengan desinfektan

Bagi para penyandang disabilitas yang memakai alat bantu ketika bergerak sudah saatnya mulai memperhatikan kebiasaan kebersihannya selama pandemi coronavirus COVID-19 ini. 

Hal ini dikarenakan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat jalan sering digunakan di tempat umum dan membuatnya menjadi lebih kotor.

Oleh karena itu, Anda perlu memastikan apakah kursi roda atau tongkat jalan yang digunakan sudah dibersihkan dengan desinfektan atau belum.

Bahaya Menyemprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Manusia

5. Membuat daftar kontak atau bantuan 

Persiapan terkait bahan makanan, kebersihan alat bantu, dan upaya menghindari kerumunan ramai tidak cukup bila Anda tidak membuat rencana yang harus dilakukan ketika sakit. 

Salah satu aspek penting dalam mempersiapkan diri menghadapi COVID-19 bagi penyandang disabilitas adalah membuat daftar kontak.

Jangan lupa untuk membuat daftar kontak keluarga, teman, tetangga, dan penyedia layanan kesehatan yang dapat membantu Anda ketika sakit. 

Selain itu, pastikan juga anggota rumah lainnya mengetahui informasi penting yang diperlukan saat Anda dalam kondisi tidak sehat. Mulai dari informasi tentang asuransi kesehatan, obat-obatan, hingga kebutuhan perawatan dari anggota keluarga yang Anda tanggung, seperti anak atau hewan peliharaan.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh para penyandang disabilitas untuk menghadapi pandemi COVID-19, mereka bisa mengurangi risiko penyebaran virus.

Maka itu, jangan lupa untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain dan rutin mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Pelacakan kontak orang yang positif maupun diduga terinfeksi COVID-19 sangat penting dilakukan agar penyebaran virus bisa diperlambat. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 5 mins read

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Hidup sendirian tidak selamanya menyenangkan. Ada kalanya tinggal sendiri bisa menimbulkan rasa kesepian yang parah, terutama selama pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . 6 mins read

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Meski bahaya penularan COVID-19 masih tinggi, banyak orang sudah mulai berkerumun. Ternyata, ini disebabkan oleh rasa aman palsu saat pandemi. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 mins read

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, serta tips untuk melakukannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30/06/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

toilet umum covid-19

COVID-19 Bisa Menular Lewat Toilet Umum, Ini Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/07/2020 . 5 mins read
teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . 6 mins read
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 mins read

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 mins read